OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Faktor penyebabnya adalah dukungan pembiayaan kepada program pemerintah diatur dalam kerangka perencanaan bank yang lebih formal, terukur, dan diawasi.

Menurut Josua, ada beberapa manfaat positif yang dirasakan pihak perbankan jika POJK RBB diterbitkan. yang mengakibatkan “Kami tekankan dalam pengambilan keputusan kredit, perbankan tetap memiliki businessĀ judgement karenaĀ mengelola masyarakat,” katanya.Ā 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,Ā OJKĀ mendorong perbankan menyalurkan kredit ke program prioritas pemerintah lewat revisi Peraturan Nomor 5/POJK.03/2016 tentangĀ RBB.

Terpisah, menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, rencana penerbitan POJK RBB pada dasarnya positif dan relevan

Dalam hal ini, insentif likuiditas makroprudensial diarahkan untuk memacu pertumbuhan kredit perbankan ke sektor riil dan sektor prioritas pemerintah.

“Artinya, bagi bank yang siap dari sisi modal, likuiditas, dan kemampuan analisis sektor, kebijakan ini bisa menjadi sumber pertumbuhan yang lebih terarah, bukan sekadar tambahan beban administrasi,” ujar Josua.

Walau demikian, Josua mengingatkan bahwa risiko dari pemberlakuan POJK RBB juga menyimpan risiko nyata.

Faktor penyebabnya adalah pembiayaan ke sektor prioritas tidak lagi berdiri sendiri, melainkan masuk ke dokumen bisnis resmi yang harus realistis dan selaras dengan strategi bank.

Baca: Bank RI Kebanjiran Kredit Investasi

Kedua, kebijakan ini membuka peluang pertumbuhan pada sektor yang sedang didorong oleh pemerintah, seperti UMKM, perumahan, ketahanan pangan, hilirisasi, dan program desa. yang mengakibatkan Pertama, bank jadi memiliki arah yang lebih tegas

Risiko kredit pada segmen UMKM dan kredit konsumsi juga masih perlu dicermati seiring lemahnya daya beli dan meningkatnya risiko kredit.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260423131511-19-729214/video-bi-sebut-modal-likuiditas-perbankan-ri-masih-aman”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/729214?comscore=off”,”time”:152,”title”:”Video: BI Sebut Modal & Likuiditas Perbankan RI Masih Aman”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/23/bi-sebut-modal-likuiditas-perbankan-ri-masih-aman-1776928268846_169.png”}]’); Next Article Bos OJK Blak-Blakan Alasan Bank Parkir Uang di Instrumen Investasi

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBCĀ Indonesia — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) FridericaĀ Widyasari Dewi mengatakan revisi Peraturan OJKĀ (POJK) mengenai rencana bisnis bank (RBB) akan rampung pada kuartal III tahun ini.Ā 

“Rencana akanĀ keluarĀ kuartal III di mana revisi aturan RBB,Ā ditujukan agar bank itu punya perencanaanĀ terarah dan berkelanjutan,” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5/2026).

Kiki menjelaskan bahwa bahwa OJKĀ melihat berbagai program prioritas pemerintah sebenarnya merupakan potensi bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh perbankan.Ā 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Dia memberikan contoh seperti program 3 juta rumah.

OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 733206, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260507165828-17-733206/ojk-akan-rilis-revisi-pojk-rbb-di-kuartal-iii-tahun-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 07 May 2026 17:16 Foto: Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyampaikan pemaparan saat konferensi pers hasil rapat berkala KSSK tahun 2026 di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Salah satu risiko terbesarnya yaitu jika semangat mendukung program pemerintah dimaknai terlalu sempit sebagai kewajiban mengejar target penyaluran kredit yang kemudian mengesampingkan prinsip kehati-hatian.

Dari situ, risiko konsentrasi portofolio akan muncul yang diikuti melalui salah harga risiko, penyaluran kredit ke model usaha yang belum matang, hingga akhirnya menaikkan kredit masalah.

“Ini sangat bisa untuk menyalurkan kredit, tapi harus mengedepankan manajemen risiko dan tata kelola yang baik,” katanya.Ā 

KikiĀ pun memastikan bahwaĀ memasukkanĀ rencana penyaluran kredit ke program pemerintah tidak seperti yang akan tertuang dalam revisiĀ POJKĀ RBBĀ tidak bersifat wajib.Ā 

Bank tetap diberikan keleluasaan strategi melalui profil risiko masing-masing perusahaan.

Ketiga, POJK RBB juga memperlihatkan dukungan OJK yang sedang mengarah ke kebijakan makro.

Analisis mendalam tentang OJK akan Rilis Revisi POJK RBB di Kuartal III Tahun Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

šŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *