Harga Minyak Masih di Atas US$100, Pasar Mulai Takut Krisis Pasokan

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Masih di Atas US$100, Pasar Mulai Takut Krisis Pasokan yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Harga Minyak Masih di Atas US$100, Pasar Mulai Takut Krisis Pasokan Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 732981, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260507092910-17-732981/harga-minyak-masih-di-atas-us-100-pasar-mulai-takut-krisis-pasokan’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 07 May 2026 11:00 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia bergerak tipis pada perdagangan Kamis pagi (7/5/2026), setelah sehari sebelumnya ambruk lebih dari 7% akibat harapan meredanya perang di Timur Tengah.

Persediaan bensin AS bahkan diperkirakan bisa jatuh ke sekitar 198 juta barel pada akhir musim panas, level terendah untuk periode tersebut dalam sejarah modern.

Gangguan juga terjadi di Asia.

Axios melaporkan respons Iran atas beberapa poin penting diperkirakan keluar dalam 48 jam ke depan.

Dari sisi fundamental, pasar masih dibayangi penurunan stok energi di AS.

Angka itu bahkan lebih besar dibanding total cadangan minyak komersial Amerika Serikat yang saat ini sekitar 460 juta barel.

Rupiah Menguat Tajam, Dolar AS Turun ke Rp17.300

Jalur distribusi dari Teluk Timur Tengah menuju kilang-kilang dunia membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk kembali normal.

Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 09.20 WIB, harga Brent tercatat US$101,36 per barel, naik tipis dibanding penutupan sebelumnya di US$101,27.

Investor mulai menyadari satu hal penting: perang bisa berhenti, tetapi pasokan minyak belum tentu langsung pulih.

Baca: Breaking News!

Energy Information Administration (EIA) melaporkan cadangan minyak mentah AS turun 2,3 juta barel pekan lalu menjadi 457,2 juta barel.

Di Singapura, stok fuel oil darat turun ke level terendah hampir satu tahun terakhir.

CEO Equinor Anders Opedal memperkirakan pasar minyak membutuhkan setidaknya enam bulan untuk kembali normal meski perang selesai bulan ini.

Pasar sebelumnya sempat lega setelah muncul kabar Iran tengah meninjau proposal damai dari Amerika Serikat.

Di sisi lain, pejabat Iran menyebut proposal AS lebih mirip daftar keinginan ketimbang kesepakatan konkret.

Sementara Eropa mulai mewaspadai potensi krisis avtur mulai Juni apabila pasokan dari Timur Tengah belum sepenuhnya pulih.

CNBCΒ IndonesiaΒ 

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260422101341-19-728781/video-jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minyak-meroket”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728781?comscore=off”,”time”:519,”title”:”Video: Jurus Emitan Migas Genjot Produksi Saat Harga Minyak Meroket”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/22/jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minya-meroket-efek-perang-1776829739569_169.png”}]’); Next Article Menanti Kabar The Fed, Harga Minyak Dunia Memanas

Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$95,05 per barel, nyaris stagnan dari posisi US$95,08.

//

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Meski layar perdagangan terlihat lebih tenang pagi ini, tekanan di pasar energi global belum benar-benar reda.

Dalam dua hari, Brent kehilangan hampir 11,5%, sementara WTI anjlok sekitar 10,7%.

Namun negosiasi damai masih jauh dari kata final.

Goldman Sachs memperkirakan persediaan global tinggal setara 98 hari konsumsi pada akhir Mei, turun dari 105 hari pada akhir Februari.

Harapan itu memicu kejatuhan Brent dari US$114,44 per barel pada 4 Mei menjadi US$101,27 pada 6 Mei.

Selama masa itu, dunia masih harus mengandalkan cadangan minyak yang terus terkuras.

Melansir Reuters via Refinitiv stok minyak global turun cepat sejak konflik pecah pada akhir Februari.

Di saat bersamaan, dunia sedang memasuki musim panas di belahan bumi utara, periode ketika konsumsi bensin, avtur, dan energi biasanya melonjak.

Kepala Eksekutif TotalEnergies Patrick Pouyanne mengatakan dunia telah menguras sekitar 500 juta barel cadangan minyak selama konflik berlangsung.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan langsung melalui Teheran masih terlalu dini.

Impor minyak mentah Asia pada April dilaporkan turun 30% dibanding tahun lalu dan menjadi yang terendah sejak 2015.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Masih di Atas US$100, Pasar Mulai Takut Krisis Pasokan akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *