Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Emiten Maruarar (COCO) Mau Akuisisi Produsen Momogi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Emiten Maruarar (COCO) Mau Akuisisi Produsen Momogi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 733143, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260507151507-17-733143/emiten-maruarar–coco–mau-akuisisi-produsen-momogi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 07 May 2026 16:00 Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Perseroan menilai sinergi ini dapat memperkuat posisi pasar dan daya saing perusahaan di industri ingredients dan fast moving consumer goods (FMCG).
Selain itu, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk pengembangan produk melalui integrasi proses riset dan pengembangan atau research and development.
Adapun MGH merupakan perusahaan yang berkedudukan di Singapura.
Perseroan menyampaikan bahwa transaksi ini dilakukan untuk membuka peluang bisnis kakao dalam ekspansi internasional melalui memanfaatkan jaringan distribusi dan kapabilitas yang saling melengkapi.
“Mendorong pertumbuhan pendapatan, dengan optimalisasi jalur distribusi di Indonesia dan Vietnam, serta perluasan jangkauan distribusi ke lebih banyak outlet serta pasar,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis, (7/5/2026).
Baca: ASLI Kedatangan Investor Baru dari Kalimantan Selatan
COCO juga menargetkan peningkatan efisiensi operasional melalui konsolidasi pengadaan bahan baku, optimalisasi kapasitas produksi, serta efisiensi rantai pasok dan produksi lainnya.
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten terafiliasi Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), mengumumkan rencana akuisisi saham PT Sari Murni Abadi (SMA) sebagai langkah ekspansi penjualan produk cokelatnya.
Mengutip situs resmi perusahaan, SMA adalah manufaktur makanan ringan melalui merek dagang Momogi.
Perusahaan mendirikan fasilitas pabrik pertama di Bogor, Jawa Barat pada 1998.
Adapun rencana akusisi itu tertuang dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) melalui Metaside Global Holding Pte Ltd (MGH) pada Rabu, (6/5/2026).
Berdasarkan laporan KSEI, Ara menggenggam sebanyak 117,91 juta saham COCO atau setara 3,31% kepemilikan.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260507145552-19-733135/video-ihsg-menguat-tapi-rupiah-tertahan-di-rp-17300-usd-ada-apa”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/733135?comscore=off”,”time”:558,”title”:”Video: IHSG Menguat Tapi Rupiah Tertahan di Rp 17.300/USD, Ada Apa?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/07/ihsg-menguat-tapi-rupiah-masih-tertahan-di-rp-17300usd-ada-sentimen-apa-1778140659387_169.png”}]’); Next Article Geo Energy Beli Mayoritas Saham 2 Perusahaan Pelayaran RI Rp2,14 T
Dia mengendalikan melalui Mahogany Global melalui kepemilikan 51,32%.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait atau Ara tercatat sebagai salah satu pemegang saham COCO.
Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021).
Dalam transaksi ini, COCO bertindak sebagai pihak yang akan mengambil alih saham milik MGH di PT Sari Murni Abadi (SMA).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Dengan kata lain, COCO berencana membeli saham SMA dari MGH melalui porsi sebanyak-banyaknya mencapai 99,99% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor di SMA.
Perseroan menyebut integrasi sistem, organisasi, dan proses bisnis juga akan mendukung skalabilitas dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Sebagai informasi, penerima manfaat akhir COCO adalah Lee Ee Ling.
Analisis mendalam tentang Emiten Maruarar (COCO) Mau Akuisisi Produsen Momogi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
