Bank RI Kebanjiran Kredit Investasi

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bank RI Kebanjiran Kredit Investasi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sementara itu, kredit mikro dan menengah, masing-masing naik 0,2% yoy dan 0,9% yoy. 

Menurut Dian, Perbankan dan pelaku UMKM perlu mengembangkan ekosistem bisnis yang mampu mendukung pemanfaatan kredit secara optimal dan berkesinambungan seiring melalui pertumbuhan ekonomi nasional.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260428131323-19-730555/video-ojk-kembali-kopdar-dengan-msci-bahas-reformasi-bursa”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/730555?comscore=off”,”time”:72,”title”:”Video: OJK Kembali "Kopdar" Dengan MSCI Bahas Reformasi Bursa”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/28/ojk-kembali-kopdar-dengan-msci-1777360387123_169.png”}]’); Next Article Likuiditas Makin Longgar, Pertumbuhan Kredit Malah Melambat

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross tercatat turun menjadi 2,14% dari sebelumnya 2,17%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit investasi tumbuh melesat 20,85% secara tahunan (year on year/yoy) pada Maret 2026, jauh melampaui pertumbuhan jenis kredit lainnya.

Sebagai perbandingan, kredit modal kerja (KMK) hanya tumbuh 4,38% yoy, sementara kredit konsumsi (KK) tumbuh 5,88% yoy.

Pada bulan sebelumnya kredit UMKM kontraksi sebesar 0,56% yoy. 

Laju pertumbuhan kredit UMKM masih terhambat oleh segmen kredit kecil yang -0,49% yoy.

Giro bahkan melonjak 21,37% yoy, menandakan aliran dana murah masih deras masuk ke perbankan nasional.

Dengan kondisi tersebut, ruang ekspansi kredit perbankan dinilai masih cukup besar ke depan, terutama untuk menopang investasi dan pertumbuhan ekonomi domestik.

Akan tetapi perlu dicatat bahwa pada saat terjadi lonjakan kredit investasi, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah masih tumbuh sangat tipis.

Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,55% yoy menjadi Rp 10.230,81 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit.

Kendati demikian membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi. 

Adapun pada Maret 2026, kredit UMKM tercatat sebesar Rp1.498,64 triliun, naik 0,12% yoy melalui NPL sebesar 4,60%.

Sementara loan at risk (LAR) juga membaik menjadi 8,94% dari 9,24%.

Likuiditas perbankan pun masih longgar.

Setelah itu disusul sektor rumah tangga tumbuh Rp 103,83 triliun (5,56%) dan industri pengolahan Rp 97,62 triliun (7,96%).

Di sisi lain, kualitas kredit perbankan masih terjaga.

Di sisi lain, industri perbankan di Indonesia memiliki tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai untuk menyerap potensi tekanan di masa yang akan datang,” ujar Dian dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan sektor ekonomi, lonjakan terbesar berasal dari sektor konstruksi yang tumbuh sangat tinggi mencapai 46,67% yoy atau naik Rp 181,98 triliun. sedangkan Lonjakan kredit investasi ini menjadi sinyal bahwa dunia usaha masih agresif melakukan ekspansi bisnis dan pembangunan proyek baru.

Secara total, kredit perbankan tumbuh 9,49% yoy menjadi Rp 8.659,05 triliun pada Maret 2026, meningkat dibandingkan Februari 2026 yang tumbuh 9,37%.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pertumbuhan kredit tetap resilien meski pasar global bergejolak akibat lonjakan harga energi dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan.

“Hal ini secara umum menunjukkan bahwa peningkatan volatilitas di pasar global tetap menjadi perhatian,

Bank RI Kebanjiran Kredit Investasi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 732909, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260506233603-17-732909/bank-ri-kebanjiran-kredit-investasi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 07 May 2026 07:35 Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia — Industri perbankan nasional mulai kebanjiran permintaan kredit investasi di tengah gejolak ekonomi global dan tekanan pasar keuangan.

Analisis mendalam tentang Bank RI Kebanjiran Kredit Investasi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *