Pakar Sebut Pasar Keuangan Salah Arah, Resesi Besar dalam Waktu Dekat

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Pakar Sebut Pasar Keuangan Salah Arah, Resesi Besar dalam Waktu Dekat yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Bahkan, risiko kenaikan suku bunga tambahan pun kian terbuka.

“Kita harus benar-benar memperhatikan satu hingga dua minggu ke depan.

Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak lebih dari 50% sejak konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari.

Menurut Sen, ada “euforia yang sangat keliru” di kalangan investor global yang menganggap krisis energi hanya berdampak terbatas, terutama bagi Asia.

Sejumlah pakar memperingatkan, kondisi ini bisa menyeret ekonomi dunia menuju resesi besar dalam waktu dekat.

Pendiri sekaligus Direktur Intelijen Pasar Energy Aspects, Amrita Sen, menilai investor saat ini meremehkan dampak serius dari guncangan harga minyak.

Saya pikir kita mendekati hari perhitungan,” ujar Eisenschmidt.

Harga minyak global pun terus merangkak naik.

Padahal, gangguan pasokan minyak berpotensi meluas dan menghantam ekonomi global secara menyeluruh.

Pilihan Redaksi

  • Strategi Dua Kaki China, Amankan Kepentingan di Tengah Kisruh AS-Iran
  • Pesawat Bawa 157 Orang Jatuh, Boeing Diseret ke Meja Hijau
  • Saling Tembak di Selat Hormuz, Ini 6 Perkembangan Baru Perang AS-Iran
  • Potret Ledakan Dahsyat Kilang Minyak Fujairah UEA Diserang Drone

Ia juga menyoroti janji OPEC untuk meningkatkan produksi minyak.

Internasional Pakar Sebut Pasar Keuangan Salah Arah, Resesi Besar dalam Waktu Dekat Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 732409, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260505134230-17-732409/pakar-sebut-pasar-keuangan-salah-arah-resesi-besar-dalam-waktu-dekat’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef,  CNBC Indonesia 05 May 2026 15:00 Foto: Resesi (Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan global dinilai sedang terlena oleh euforia yang salah arah, di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Iran.

Jika jalur vital ini tetap terganggu, maka dunia harus menghadapi penurunan permintaan minyak secara drastis hingga 10 juta barel per hari, level yang terakhir terjadi pada 2013.

“Ini tantangan besar.

Amerika Bakal Resesi, Ekonom Blak-blakan 3 Alasannya

Faktor penyebabnya adalah gangguan transportasi urea dan terbatasnya pasokan gas untuk sektor pupuk,” katanyaΒ juga memperingatkan dampak lanjutan terhadap harga pangan.Β 

“Ini adalah krisis energi besar-besaran,” tambahnya.

Sinyal serupa juga disampaikan Kepala Ekonom Eropa di Morgan Stanley, Jens Eisenschmidt. yang mengakibatkan Harga yang tinggi dalam waktu lama diprediksi akan merambat ke berbagai sektor, mulai dari LNG, bahan kimia, hingga pupuk.

“Tunggu saja harga makanan mulai naik,

Minyak mentah Brent tercatat mencapai US$111,23 per barel (sekitar Rp1,89 juta), sementara West Texas Intermediate (WTI) menyentuh US$104,16 per barel (sekitar Rp1,77 juta).

Eisenschmidt menambahkan, jika konflik tidak segera mereda, peluang bank sentral seperti Bank Sentral Eropa untuk mengendalikan inflasi akan semakin kecil.

Seharusnya harga minyak lebih tinggi dan pasar saham jauh lebih lemah,” kata Sen kepada CNBC International, dikutip Selasa (5/5/2026).

“Saya pikir kita terlena menuju potensi resesi yang cukup besar.”

Baca: Putin Umumkan Gencatan Senjata Perang Rusia-Ukraina

Meski biaya energi melonjak tajam, indeks S&P 500 justru mencetak rekor tertinggi intraday di level 7.230,12 pada 1 Mei.

Kita bahkan mungkin membutuhkan harga minyak yang lebih tinggi untuk menekan permintaan,” ujarnya.

Ke depan, Sen memperkirakan harga minyak mentah di kisaran US$80-90 per barel, atau setara sekitar Rp1,36 juta hingga Rp1,53 juta per barel, akan menjadi batas bawah baru.

Namun, menurutnya, langkah tersebut masih jauh dari cukup untuk menggantikan pasokan yang hilang akibat konflik.

Sen menekankan bahwa kunci utama terletak pada kondisi Selat Hormuz.

Jika tidak ada solusi, saya pikir kenaikan suku bunga oleh ECBΒ (bank sentral Eropa) akan sulit dihindari,” katanya.

Baca: Ekonomi RI Tumbuh 5,6%, IHSG Langsung melonjak 1% (sef/sef) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260504102537-19-731931/video-bbm-non-subsidi-naik-inflasi-april-diramal-naik-ke-272–yoy-“,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/731931?comscore=off”,”time”:58,”title”:”Video: BBM Non-Subsidi Naik, Inflasi April Diramal Naik ke 2,72% (yoy)”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/05/04/cnbc-indonesia-inflasi-april-diramal-043-mtm-272-yoy-1777865196318_169.png”}]’); Next Article Alert!

Ia menyebut pasar saham justru menunjukkan ketahanan yang tidak sejalan melalui kondisi fundamental.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Trump Warning Iran: Akan Lenyap dari Muka Bumi

“Ini adalah teka-teki terbesar bagi kami.

Ia melihat tekanan mulai terasa luas di berbagai sektor, termasuk industri penerbangan yang menghadapi potensi kekurangan bahan bakar jet.

“Ketegangan terlihat meningkat dalam sistem.

Analisis mendalam tentang Pakar Sebut Pasar Keuangan Salah Arah, Resesi Besar dalam Waktu Dekat akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *