Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Imbas Sentimen Global dan Rupiah, IHSG Ambruk 2% Lebih yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Imbas Sentimen Global & Rupiah, IHSG Ambruk 2% Lebih Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 731239, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260430121122-17-731239/imbas-sentimen-global-rupiah-ihsg-ambruk-2-lebih’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 30 April 2026 12:45 Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Di sisi lain, downside geopolitikal dan AI bubble masih mengancam,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Analis MNC Sekuritas Herditya yang mengatakan bahwa penguatan IHSG akan cenderung terbatas dan masih ada potensi pelemahan ke depannya.
“Dari sisi sentimen, nilai tukar Rupiah yg masih melemah terhadap USD di 17.390 masih menjadi sentimen pasar modal,” sebutnya.
Selain itu, pergerakan bursa regional Asia pun cenderung koreksi ditambah dengan emiten-emiten perbankan dan energi yang membebani pergerakan IHSG.
“Dalam report teknikal kami ada potensi IHSG menembus area 6917 dan akan mengarah ke 6727-6800. sedangkan Belum lagi persoalan rebalancing dari MSCI yang juga masih menghantui.
“Belum ada sentimen yang bisa mengunkit, walau valuasi beberapa saham blue chip sudah cukup menarik,
Untuk sentimen sendiri hingga saat ini belum ada yang mendukung adanya penguatan,” pungkasnya.
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260429134719-19-730922/video-rupiah-terperosok-ke-rp-173700-usd-hingga-ihsg-anjlok-ke-6900″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/730922?comscore=off”,”time”:421,”title”:”Video: Rupiah Terperosok ke Rp 17.3700/USD hingga IHSG Anjlok ke 6.900″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/30/rupiah-terperosok-ke-rp-173700-per-usd-hingga-ihsg-anjlok-ke-6900-an-1777527466284_169.png”}]’); Next Article Video: Sambut Libur Panjang, IHSG & Rupiah Terdampar ke Zona Merah
Nilai mata uang Rupiah terus mencetak pelemahan tertinggi, ditambah melalui kekhawatiran defisit anggaran.
Bahkan, sejak awal tahun IHSG tercatat telah terkoreksi 20%.
Hanya 95 saham menguat, 618 saham melemah, dan 98 saham stagnan.
Pada akhir sesi satu, IHSG tercatat berada di level 6.926,55, turunΒ 175 poin (-2,42%) dan menjadi titik terendah IHSG sepanjang tahun 2026.
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan cukup dalam pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (30/4/2026), melalui penurunan lebih dari 2%.
Nilai transaksi tercatat mencapai RpΒ 11,28 triliun melalui volume perdagangan sekitarΒ 23,47 miliar saham dalam lebih dariΒ 1,55 juta kali transaksi.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Mata Uang Asia Beda Nasib: Yen Terbang Cs, Rupiah Ambruk Paling Parah
Seluruh sektor perdagangan melemah, dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh infrastruktur, barang baku dan energi.
Emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa (DSSA), menjadi beban utama kinerja IHSG dengan pelemahan 13,22 indeks poin.
Lalu diikuti oleh BBRI dan BBCA melalui pelemahan masing-masing 12,54 dan 11,71 indeks poin.
Emiten lainnya yang menjadi pemberat IHSG termasuk BREN, MEGA, TPIA, BRPT, MDKA, AMMN dan UNTR.
Analis Doo Financial Futures mengatakan, sentimen yang menghantam IHSG masih seputar ketidakpasian geopolitik global yang masih terjadi saat ini.
Baca: IHSG Longsor ke Level 6.900-an, Sejak Awal Tahun Sudah Anjlok 20%
“Secara umum memang global masih risk off dari ketidakpastian perdamaian di timteng, harga minyak yg kembali naik, merespon ancaman militer terbaru Trump dan FOMC yang hawkish semalam,” ujarnya saat dihubungi oleh CNBC Indonesia, Kamis (30/4/2026).
Selain itu, belum ada pengungkit dari dalam negeri yang dapat dijadikan angin segar bagi pasar saham Indonesia.
Analisis mendalam tentang Imbas Sentimen Global dan Rupiah, IHSG Ambruk 2% Lebih akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
