Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.255

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.255 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Karena itu, keputusan Powell ke depan dinilai akan sangat bergantung pada persepsinya terhadap independensi bank sentral AS.

Selain agenda The Fed, ketidakpastian perang di Timur Tengah masih menjadi sumber tekanan bagi pasar global.

Dolar AS Naik ke Rp17.255 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 730771, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260429082857-17-730771/breaking-news-dolar-as-naik-ke-rp17255’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia 29 April 2026 09:04 Foto: Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (29/4/2026).Β Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan pagi ini di zona merah melalui depresiasi sebesar 0,26% ke level Rp17.255/US$.

Pelemahan ini sekaligus melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya.

Pada Selasa (28/4/2026), rupiah ditutup melemah 0,15% ke posisi Rp17.210/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau bergerak menguat tipis ke level 98,646.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Pengusaha Muslim Terkaya di Dunia, Punya Harta Rp 500 Triliun Lebih

//

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih akan dipengaruhi faktor eksternal, terutama arah dolar AS di pasar global menjelang pengumuman suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Dolar AS cenderung menguat pada perdagangan Rabu, seiring sikap investor yang masih menunggu keputusan suku bunga The Fed.

Jika dolar AS kembali menguat dan investor memilih aset aman, mata uang negara berkembang seperti rupiah berpotensi tetap berada di bawah tekanan.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260414100312-19-726539/video-rupiah-anjlok-dolar-as-sentuh-rp-17100-apa-yang-terjadi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/726539?comscore=off”,”time”:506,”title”:”Video: Rupiah Anjlok & Dolar AS Sentuh Rp 17.100, Apa Yang Terjadi?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/14/rupiah-anjlok-dolar-as-sentuh-level-rp-17100-apa-yang-terjadi-1776135887586_169.png”}]’); Next Article Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp 16.640

Faktor penyebabnya adalah investor menilai konflik Iran belum menunjukkan tanda penyelesaian. yang mengakibatkan Harga minyak naik pada perdagangan Selasa

Sebelumnya, Powell pernah mengatakan bahwa dia akan tetap bertahan jika menilai independensi The Fed berada di bawah ancaman.

Faktor penyebabnya adalah investor khawatir harga energi yang tinggi dapat kembali memberi tekanan terhadap inflasi.

Kondisi tersebut membuat ruang gerak rupiah masih terbatas. yang mengakibatkan Harga obligasi turun, sementara imbal hasilnya naik,

Faktor penyebabnya adalah diperkirakan menjadi salah satu momen terakhir Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.

The Fed diperkirakan masih akan menahan suku bunga. yang mengakibatkan Pertemuan kali ini juga menjadi perhatian

Kabar Uni Emirat Arab memangkas hubungan melalui OPEC turut menambah perhatian pasar terhadap arah pasokan energi global.

Kenaikan harga minyak juga menekan pasar obligasi AS.

Namun, fokus pasar bukan hanya pada keputusan bunganya, melainkan juga pada pandangan The Fed terhadap dampak perang di Timur Tengah terhadap ekonomi AS, inflasi, dan arah suku bunga ke depan.

Pelaku pasar juga mencermati masa depan Powell di The Fed.

Analisis mendalam tentang Breaking News! Dolar AS Naik ke Rp17.255 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *