Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Laba Bank Permata Naik 16% di Q1-2026, tapi Mesin Bisnis Utama Lesu yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit yang terbatas belum mampu menopang pendapatan utama bank.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Pun bank mendapat tekanan dari margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang turun 26 basis poin secara tahunan menjadi 3,9%.
Dari sisi pendanaan, rasio dana murah (CASA) tercatat meningkat menjadi sekitar 65,6% dari 58,6% secara tahunan.
Sebaliknya, pendapatan trading justru turun sekitar 55,7% yoy, mencerminkan volatilitas pada sumber pendapatan non-bunga.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260423131456-19-729213/video-bi-minta-bank-dorong-penyaluran-kredit-capai-pertumbuhan-12″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/729213?comscore=off”,”time”:85,”title”:”Video: BI Minta Bank Dorong Penyaluran Kredit & Capai Pertumbuhan 12%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/23/bi-minta-kredit-didorong-lebih-jauh-untuk-capai-pertumbuhan-8-12-1776928203430_169.png”}]’); Next Article Laba Bank Mandiri November 2025 Naik 28,7% Mtm Gara-Gara Ini
Namun secara kuartalan, kredit justru mengalami kontraksi dibandingkan posisi akhir 2025, mengindikasikan momentum ekspansi yang melemah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Sejalan melalui itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) justru turun menjadi Rp2,42 triliun dari Rp2,53 triliun, atau koreksi sekitar 4,3% yoy.
Laba Bank Permata Naik 16% di Q1-2026, tapi Mesin Bisnis Utama Lesu Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 730358, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260427213147-17-730358/laba-bank-permata-naik-16-di-q1-2026-tapi-mesin-bisnis-utama-lesu’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 28 April 2026 07:30 Foto: Permata Bank.
Namun kenaikan ini lebih dipengaruhi oleh penurunan signifikan deposito yang atau -18,2% yoy menjadi Rp63,47 triliun, serta peningkatan giro sebesar 13,3% yoy menjadi Rp75,05 triliun, sementara tabungan justru turun 7,2% yoy menjadi Rp45,83 triliun.
Kondisi tersebut mengindikasikan perubahan komposisi dana, di mana kontribusi dana yang cenderung lebih stabil seperti tabungan menurun, sementara kenaikan giro, yang umumnya lebih volatil menjadi pendorong utama.
Baca: Intip Prospek Saham Perbankan Di Tengah Volatilitas Pasar
Secara total dana pihak ketiga (DPK) Bank Permata turun 1,6% yoy menjadi Rp 184,35 triliun. Pada periode yang sama simpanan dari bank lain melonjak signifikan menjadi Rp7,05 triliun dari Rp3,24 triliun, atau naik sekitar 117% yoy.
Seiring melalui kontraksi pada kinerja bank dalam menggalang dana, rasio simpanan terhadap kredit atau loan to deposit ratio (LDR) naik 388 basis poin secara tahunan menjadi 87,10%.
Adapun di tengah tekanan pada bisnis inti, pertumbuhan laba justru ditopang oleh pendapatan non-inti.
Namun di balik kinerja tersebut, sejumlah indikator menunjukkan pelemahan pada bisnis inti, perubahan struktur pendanaan, serta tanda awal pengetatan likuiditas.
Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih Bank Permata tercatat sebesar Rp920,1 miliar pada kuartal I-2026, naik sekitar 16,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp788,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski laba tumbuh dua digit, kinerja intermediasi belum menunjukkan penguatan yang sejalan.
Penyaluran kredit masih mencatat pertumbuhan sekitar 2,7% yoy menjadi Rp149,5 triliun dari Rp145,6 triliun.
Keuntungan dari penjualan efek melonjak menjadi Rp180,98 miliar dari Rp56,64 miliar, atau naik sekitar 219% yoy.
Permata Bank)
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan pertumbuhan laba pada kuartal I-2026.
Analisis mendalam tentang Laba Bank Permata Naik 16% di Q1-2026, tapi Mesin Bisnis Utama Lesu akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
