Dolar di Bank RI Aman, OJK Ungkap Kondisi Terbaru

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dolar di Bank RI Aman, OJK Ungkap Kondisi Terbaru yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dian menyebut melalui PDN yang terjaga dalam batas yang prudensial tersebut, perbankan memiliki ruang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan valas nasabah tanpa meningkatkan kerentanan terhadap volatilitas nilai tukar.

Di samping itu, OJK juga meminta bank untuk menerapkan pengelolaan aset dan liabilitas (asset-liability management) secara prudent, termasuk menjaga keseimbangan yang memadai antara sumber pendanaan valas dan penyaluran kredit valas.

Baca: Menunggu Pekan “Mematikan”, Harga Emas & Perak Langsung Babak Belur

Dian memaparkan bahwa sampai dengan posisi Februari 2026, DPK valas tercatat sebesar Rp1.525 triliun sedangkan kredit valas sebesar Rp1.241 triliun.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan likuiditas valuta asing (valas) industri perbankan RI melimpah, di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae memastikan bahwa kebutuhan likuiditas valas tetap dapat dipenuhi tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Dalam rangka memastikan ketersediaan likuiditas valuta asing (valas) di perbankan domestik tetap memadai, khususnya untuk melayani kebutuhan korporasi yang memiliki kewajiban utang luar negeri, Dian mengatakan pihaknya senantiasa melakukan pendekatan terintegrasi melalui koordinasi melalui Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Koordinasi tersebut dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas pasar valas domestik, antara lain melalui instrumen moneter seperti swap, repo, dan intervensi pasar untuk memastikan kecukupan likuiditas valas di sistem keuangan tetap terjaga.

“OJK memastikan bank memiliki manajemen risiko likuiditas valas yang kuat dan memadai, termasuk melalui pengaturan dan pemantauan rasio likuiditas antara lain Liquidity Coverage Ratio (LCR) valas dan pemantauan Posisi Devisa Neto (PDN) dalam rangka menilai kecukupan kemampuan penyangga (buffer) bank dalam memenuhi kebutuhan valas jangka pendek maupun potensi tekanan pasar,” kata Dian dalam keterangannya, dikutip Senin (27/4/2026).

Tercatat pada Februari 2026, rasio PDN perbankan berada di level 1,46%, masih jauh di bawah threshold.

Dolar di Bank RI Aman, OJK Ungkap Kondisi Terbaru Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 730027, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260427080644-17-730027/dolar-di-bank-ri-aman-ojk-ungkap-kondisi-terbaru’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 27 April 2026 08:45 Foto: Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di zona hijau melalui apresiasi 0,53% ke level Rp17.190/US$.

Penguatan ini membawa rupiah kembali turun ke bawah level psikologis Rp17.200/US$, setelah sehari sebelumnya sempat ditutup di level Rp17.280/US$, yang menjadi posisi penutupan terlemah sepanjang masa.

Meski mampu rebound pada akhir pekan, secara mingguan rupiah masih tercatat melemah 0,06%.

Adapun mata uang Asia mayoritas melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang pekan ini.

Namun, tekanan terhadap rupiah relatif lebih terbatas dibandingkan banyak mata uang regional lain.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260423131333-19-729208/video-bos-bi-ungkap-sebab-dolar-tembus-rp-17300-per-dolar-as”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/729208?comscore=off”,”time”:84,”title”:”Video: Bos BI Ungkap Sebab Dolar Tembus Rp 17.300 per Dolar AS”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/23/bos-bi-ungkap-penyebab-dolar-tembus-rp-17300-1776927596983_169.png”}]’); Next Article Dolar Hasil Ekspor Wajib Parkir di Himbara per 1 Januari 2026

Sehingga rasio pinjaman terhadap simpanan alias loan to deposit ratio (LDR) valas masih optimal, sebesar 81,35%.

Selain itu, Dian mengatakan bank didorong untuk memperluas dan mendiversifikasikan sumber pendanaan valas, baik melalui DPK valas, pinjaman antarbank, maupun pemanfaatan akses ke pasar global.

“Di sisi lain, OJK mendorong korporasi yang memiliki utang luar negeri untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian seperti kewajiban lindung nilai (hedging), kecukupan likuiditas, serta menjaga kualitas dan peringkat utang guna memitigasi risiko nilai tukar dan risiko pembiayaan,” tutur Dian.

Sementara itu, nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat terhadap dolar AS pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (24/4/2026).

Analisis mendalam tentang Dolar di Bank RI Aman, OJK Ungkap Kondisi Terbaru akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *