Harga Minyak Terbang Lagi, Brent Lewati US$103

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Terbang Lagi, Brent Lewati US$103 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Menurutnya, Teheran merasa sedang memegang posisi tawar lebih kuat dan siap bertahan berbulan-bulan sambil menunggu harga minyak naik lebih tinggi dan pasar saham global melemah.

Penilaian seperti ini memperkuat persepsi bahwa krisis belum dekat melalui akhir.

Bila melihat grafik harga, sentimen pasar berubah cepat.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat ke US$95,05 per barel, dari US$92,96.

//

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Kenaikan ini datang setelah sehari sebelumnya harga juga melonjak lebih dari 3%.

Washington menyebut gencatan senjata tetap berlaku sampai para pemimpin Iran menyodorkan proposal terpadu untuk mengakhiri permusuhan melalui AS dan Israel.

Ancaman serangan langsung memang tertunda, tetapi risiko gangguan distribusi masih nyata.

Harga Minyak Terbang Lagi, Brent Lewati US$103 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 729142, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260423103141-17-729142/harga-minyak-terbang-lagi-brent-lewati-us-103’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 23 April 2026 11:37 Foto: Reuters

Jakarta, CNBC Indonesia β€”Β Pasar minyak dunia kembali bergejolak.

Melansir Reuters, Iran mengklaim telah menyita dua kapal kontainer yang melintas tanpa izin.

Brent berada di US$98,48 pada 21 April, naik ke US$101,91 sehari kemudian, lalu menembus US$103,93 pagi ini.

WTI bergerak dari US$92,13 ke US$92,96 lalu US$95,05.

Brent pada penutupan Rabu sempat naik US$1,85 atau 1,82%, sedangkan WTI bertambah US$1,91 atau 2,05%.

Faktor penyebabnya adalah perusahaan pelayaran menilai situasi keamanan terlalu berbahaya. yang mengakibatkan Pada saat yang sama, lalu lintas tanker di kawasan tersebut tetap minim

Kenaikan beruntun tersebut menggambarkan pasar yang mulai menerima kemungkinan gangguan pasokan berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

CNBCΒ Indonesia Research

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260422101341-19-728781/video-jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minyak-meroket”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728781?comscore=off”,”time”:519,”title”:”Video: Jurus Emitan Migas Genjot Produksi Saat Harga Minyak Meroket”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/22/jurus-emitan-migas-genjot-produksi-saat-harga-minya-meroket-efek-perang-1776829739569_169.png”}]’); Next Article Surplus Global Menghantui, Harga Minyak Stagnan

Melansir Refinitiv, minyak mentah Brent berada di US$103,93 per barel, naik dari penutupan sebelumnya di US$101,91.

Dalam kurang dari sepekan, Brent sudah naik dari US$90,38 pada 17 April menjadi nyaris US$104 pagi ini.

Akar kegelisahan pasar berada di Selat Hormuz, jalur sempit yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan minyak global.

Jadi, meski peluru mereda sementara, aliran barel belum tentu kembali normal.

Baca: Mata Uang Asia Kebakaran: Rupiah Paling Sengsara, Negara Ini Selamat

Presiden Donald Trump sebelumnya memperpanjang jeda konflik setelah rencana putaran kedua perundingan damai melalui Iran di Pakistan gagal terlaksana.

Ketika kapal enggan lewat, pasokan dunia tersendat meski sumur minyak tetap memompa.

Pasar juga membaca bahwa perpanjangan gencatan senjata tidak otomatis berarti ekspor minyak akan pulih.

Di sisi lain, tetap berjalan. sedangkan Di sisi lain, Teheran terlihat nyaman memainkan pengaruhnya di jalur pelayaran paling penting dunia.

Presiden Rapidan Energy Bob McNally kepada CNBC International menilai kepemimpinan Iran mungkin terpecah,

Artinya, pasar sedang menempatkan premi risiko geopolitik dalam skala besar ke harga energi.

Pada perdagangan Kamis pagi pukul 10.10 WIB, harga minyak melanjutkan reli tajam setelah ketegangan di Selat Hormuz semakin dalam.

Militer AS tetap mempertahankan blokade laut terhadap Iran selama masa jeda konflik.

Selama perang berlangsung, ekspor produsen Teluk Timur Tengah anjlok tajam dan memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah modern menurut sejumlah pelaku pasar.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Terbang Lagi, Brent Lewati US$103 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *