Damai AS-Iran Abu-Abu, Harga Minyak Masih Mendekati US$100

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Damai AS-Iran Abu-Abu, Harga Minyak Masih Mendekati US$100 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Ini menandakan premi risiko geopolitik masih tebal di pasar energi global.

Baca: Selat Hormuz Tutup, 1 Miliar Barel Minyak Hilang

Sentimen utama datang dari keputusan Presiden AS Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata melalui Iran tanpa batas waktu, hanya beberapa jam sebelum masa berlakunya habis.

Jika data pemerintah mengonfirmasi penurunan stok besar, harga minyak berpeluang kembali mendapat tenaga.

Ketidakjelasan ini membuat trader enggan melepas premi risiko sepenuhnya.

Namun jika angka aktual lebih lemah, pasar bisa memilih ambil untung setelah lonjakan tajam beberapa hari terakhir.

CNBCΒ Indonesia

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260420131246-19-728173/video-iran-berubah-pikiran-tutup-selat-hormuz-ihsg-kembali-anjlok”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/728173?comscore=off”,”time”:425,”title”:”Video: Iran Berubah Pikiran & Tutup Selat Hormuz, IHSG Kembali Anjlok”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/20/iran-berubah-pikiran-kembali-tutup-selat-hormuz-ihsg-anjlok-ke-zona-merah-1776665824261_169.png”}]’); Next Article Kapal Tanker AS Disita Venezuela, Harga Minyak Gak Bergerak

Selama ancaman pecahnya kembali pertempuran masih ada, harga minyak sulit turun dalam.

Di saat bersamaan, AS menegaskan Angkatan Lautnya tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Lalu lintas kapal masih sangat minim, melalui hanya tiga kapal melintas dalam 24 jam terakhir.

Penurunan stok biasanya dibaca sebagai sinyal permintaan yang masih sehat atau pasokan yang mengetat.

Pelaku pasar kini menunggu rilis resmi dari Energy Information Administration (EIA) malam nanti.

Pasar kini menimbang arah perundingan damai Amerika Serikat-Iran yang belum memberi kepastian, sementara jalur vital Selat Hormuz masih jauh dari normal.

Damai AS-Iran Abu-Abu, Harga Minyak Masih Mendekati US$100 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 728776, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260422100618-17-728776/damai-as-iran-abu-abu-harga-minyak-masih-mendekati-us-100’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 22 April 2026 10:45 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC IndonesiaΒ  – Harga minyak dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan Rabu pagi (22/4/2026), setelah sehari sebelumnya melonjak tajam.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$89,30 per barel, melemah 3,07% dari posisi sehari sebelumnya US$92,13 per barel.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Meski pagi ini terkoreksi, reli dalam beberapa sesi terakhir masih terasa kuat.

Kombinasi dua faktor itu membuat pasar seperti menekan pedal gas dan rem dalam waktu bersamaan.

Menurut data Refinitiv pada pukul 09.45 WIB, harga Brent berada di US$98,20 per barel, turun 0,28% dibanding penutupan sebelumnya di US$98,48.

Dalam periode yang sama, WTI melesat 6,6% dari US$83,85.

Selama nadi distribusi energi dunia ini tersendat, risiko gangguan pasokan akan terus menghantui pasar.

Pasar juga mendapat dukungan dari data persediaan minyak AS.

Pernyataan keras seperti ini menjaga tensi tetap tinggi.

Fokus lain ada di Selat Hormuz, jalur yang biasa dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan LNG dunia.

Langkah itu diambil agar negosiasi lanjutan dapat berjalan, usai konflik dua pekan terakhir menelan ribuan korban dan mengguncang perekonomian global.

Masalahnya, pasar belum mendapat kepastian apakah Iran maupun Israel sepakat melanjutkan jeda konflik tersebut.

Menurut American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah AS turun 4,5 juta barel pekan lalu setelah tiga pekan sebelumnya naik.

Brent kini sudah naik 8,1% dibanding penutupan 17 April di US$90,38.

Dari Teheran, kantor berita Tasnim menyebut Iran tidak meminta perpanjangan gencatan senjata dan tetap bertekad mematahkan blokade itu melalui kekuatan bila diperlukan.

Analisis mendalam tentang Damai AS-Iran Abu-Abu, Harga Minyak Masih Mendekati US$100 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *