Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang OJK Mau Revisi Aturan RBB, Ini yang Perlu Diketahui Bankir yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
OJK Mau Revisi Aturan RBB, Ini yang Perlu Diketahui Bankir Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 728448, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260421115017-17-728448/ojk-mau-revisi-aturan-rbb-ini-yang-perlu-diketahui-bankir’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 21 April 2026 13:55 Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan pemaparan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan untuk menyampaikan kebijakan strategis OJK serta perkembangan terkini di sektor jasa keuangan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dalam hal ini, BTN akan menyalurkan pembiayaan terhadap perusahaan BUMN pangan seperti Bulog dan ID FOOD.
“Jadi udah pastilah kita support kepentingan negara dan memang itu main program-nya kita,” katanya.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260406125245-19-724163/video-ojk-perbankan-solid-di-era-higher-for-longer-kredit-naik-94″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/724163?comscore=off”,”time”:115,”title”:”Video: OJK: Perbankan Solid di Era Higher for Longer, Kredit Naik 9,4%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/06/ojk-perbankan-tetap-solid-di-era-higher-for-longer-kredit-naik-94-1775459448601_169.png”}]’); Next Article Dukung MBG, BNI Kasih Pinjaman Rp1,5 Triliun ke 577 Nasabah
(Tangkapan Layar Youtube/Otoritas Jasa Keuangan)
Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan menyalurkan kredit ke program prioritas pemerintah lewat revisi Peraturan Nomor 5/POJK.03/2016 tentang rencana bisnis bank (RBB).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae meminta agar perbankan tetap memperhatikan manajemen risiko dalam setiap penyaluran kredit kepada para nasabah.
“Meski demikian, bank diminta tetap memperhatikan manajemen risiko,” ujarnya dikutip dari Instagram @ojkindonesia, Selasa (21/4/2026)
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Dian mengungkapkan, OJK memandang bahwa program pemerintah merupakan salah satu potensi bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh bank dalam menyalurkan kredit.
Bukan kita yang meminta, kita diputuskan tidak ikut.
Itu dari pemerintah, dari Kemenkeu,” tutur Nixon.
BTN menyatakan turut serta mendukung banyak program perumahan pemerintah, seperti KUR Perumahan, KPP, FLPP, pembiayaan korporasi untuk infrastruktur perumahan dan lain sebagainya.
Nixon mengungkapkan bahwa bank pelat merah itu selanjutnya juga akan ikut melakukan pembiayaan pangan.
Meskipun demikian, perbankan harus tetap memperhatikan manajemen risiko dan tata kelola yang baik.
“Revisi aturan RBB yang terkait melalui penyaluran kredit, termasuk kredit kepada program strategis pemerintah dan UMKM, ditujukan agar bank memiliki perencanaan yang terarah, terukur dan berkelanjutan melalui penyusunan RBB,” jelasnya.
Ia menekankan, penyaluran kredit dimaksud tidak bersifat wajib. Dengan demikian bank tetap memiliki keleluasaan dalam menerapkan strategi penyaluran kredit sesuai selera risiko dan toleransi risiko masing-masing.
“Perlu dimaklumi bahwa pengambilan keputusan kredit yang dilakukan oleh bank dilakukan atas dasar business judgement, dengan mengingat bank mengelola dana milik masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu revisi POJK tentang RBB yang sedang digodok itu tidak baru, hanya lebih mendetailkan rencana dukungan bank terhadap program pemerintah dalam lampiran khusus di RBB.
Baca: Risiko Mismatch di Balik Ambisi OCBC Caplok Bisnis Ritel HSBC
Meski demikian, BTN yang fokus pada pembiayaan perumahan, menyatakan tidak akan ikut membiayai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Untuk KDMP kan memang kita diputuskan tidak ikut.
Analisis mendalam tentang OJK Mau Revisi Aturan RBB, Ini yang Perlu Diketahui Bankir akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
