Harga Minyak Melemah, tapi Masih Bertahan di Atas US$90

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Harga Minyak Melemah, tapi Masih Bertahan di Atas US$90 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Penurunan stok biasanya dibaca sebagai sinyal permintaan masih cukup solid.

Secara teknikal sederhana, Brent masih bertahan di area US$95 per barel setelah sempat melonjak ke atas US$99 pada 13 April.

Sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat US$91,60 per barel, lebih tinggi dari penutupan Rabu di US$91,29 per barel.

//

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Meski posisi harga saat ini menguat dibanding penutupan terakhir, arah perdagangan global sempat tertekan pada sesi Asia.

Artinya, sentimen damai masih rapuh dan bisa berubah cepat sewaktu-waktu.

IHSG Naik 1%, Mayoritas Saham Hijau

Gedung Putih pada Rabu waktu setempat menyampaikan optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang melalui Iran.

Untuk saat ini, diplomasi menjadi komoditas paling mahal di pasar energi dunia.

CNBCΒ Indonesia Research

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260406114851-19-724135/video-harga-minyak-tembus-usd-110–rupiah-anjlok-ke-rp17000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/724135?comscore=off”,”time”:739,”title”:”Video: Harga Minyak Tembus USD 110 – Rupiah Anjlok ke Rp17.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/06/trump-ancam-serang-pembangkit-iran-hingga-rupiah-anjlok-lagi-ke-rp17000usd-1775451421253_169.png”}]’); Next Article Menanti Kabar The Fed, Harga Minyak Dunia Memanas

Negosiasi antara Washington dan Teheran beberapa kali terlihat mendekati titik temu, lalu kembali buntu.

Pasar mencerna laporan bahwa Iran membuka peluang kapal-kapal kembali melintas di sisi Oman dari Selat Hormuz apabila tercapai kesepakatan untuk mencegah konflik baru.

Angka ini berlawanan melalui ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 154 ribu barel.

Langkah ini berpotensi memperketat suplai di pasar internasional.

Sementara itu, data Energy Information Administration (EIA) memberi bantalan bagi harga.

Persediaan minyak mentah AS turun 913 ribu barel menjadi 463,8 juta barel pada pekan yang berakhir 10 April.

Namun Washington tetap mengingatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran akan diperbesar bila tidak ada kemajuan.

Harapan adanya jalur diplomasi baru membuat premi risiko geopolitik sedikit surut, meski gangguan pasokan global masih membayangi.

Menurut data Refinitiv pada pukul 09.30 WIB, harga Brent kontrak terdekat berada di US$95,19 per barel, naik tipis dibanding penutupan sebelumnya di US$94,93 per barel.

Harga Minyak Melemah, tapi Masih Bertahan di Atas US$90 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 727195, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260416093049-17-727195/harga-minyak-melemah-tapi-masih-bertahan-di-atas-us-90’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 16 April 2026 10:20 Foto: CNBC Indonesia/Rivi Satrianegara

Jakarta, CNBC Indonesia β€”Β Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis pagi (16/4/2026), setelah pelaku pasar merespons peluang meredanya tensi antara Amerika Serikat dan Iran.

Selama akses pelayaran di Hormuz belum sepenuhnya pulih, volatilitas harga diperkirakan masih tinggi.

Baca: Rupiah Mengawali Perdagangan di Zona Hijau, Dolar AS Turun ke Rp17.125

Dari sisi pasokan, Amerika Serikat juga menambah tekanan lewat keputusan tidak memperpanjang izin tertentu yang sebelumnya memungkinkan pembelian sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi.

Di saat bersamaan, pejabat AS dan Iran dikabarkan mempertimbangkan perundingan lanjutan akhir pekan ini, melalui Pakistan kembali mengambil peran mediasi.

Pasar tetap berhitung hati-hati.

Faktor penyebabnya adalah sekitar seperlima arus minyak dan LNG dunia melewati kawasan tersebut.

Baca: Breaking News! yang mengakibatkan Jalur ini sangat vital

Itu berarti pasar belum sepenuhnya melepas premi risiko Timur Tengah.

Analisis mendalam tentang Harga Minyak Melemah, tapi Masih Bertahan di Atas US$90 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *