Bos LPS Ungkap Jumlah Rekening Bank “Tidur” Tembus 50.000

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos LPS Ungkap Jumlah Rekening Bank “Tidur” Tembus 50.000 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Angka pertumbuhan rekening tidak aktif meningkat menjadi 10,18% yoy pada tahun 2024, kemudian menurun menjadi 9,23% sepanjang 2025.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260414155953-19-726688/msci-jadi-momok-ri-ini-3-skenario-ekstrem-bikin-ihsg-runtuh-di-mei”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/726688?comscore=off”,”time”:707,”title”:”MSCI Jadi Momok RI, Ini 3 Skenario Ekstrem Bikin IHSG Runtuh di Mei”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/14/cnbc-indonesia-tv-1776160898703_169.jpeg”}]’); Next Article Bos LPS Buka Suara Soal Independensi BI dan Sinergi KSSK

Humas LPS)

Jakarta, CNBC Indonesia — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan jumlah rekening tak aktif mencapai 50.000 akun.

Menurut Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, Anggito Abimanyu, jumlah itu memang meningkat tetapi persentase pertumbuhannya mengalami penurunan.

“Rekening yang tidak aktif itu meningkat, tapi menurun sekitar 9%,” ucap Anggito ditemui usai Halal Bihalal Forum Group (FG) Ekonomi dan Keuangan Syariah PP-ISEI 2026 di BSI Tower Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Ia mengatakan banyaknya rekening tak aktif bukan menjadi persoalan utama selagi tidak disalahgunakan.

Pertumbuhan itu melebihi pertumbuhan kredit yang tercatat sebesar 9,63%.

Sebelumnya saat rapat melalui DPR, Anggito mengatakan pihaknya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati jumlah rekening tidak aktif mengalami peningkatan.

Baca: 33% Bank RI Masih Beri Special Rate, Bos LPS Ungkap Penyebabnya

Ia menjelaskan bahwa kriteria rekening “tidak aktif” adalah memiliki saldo tertentu dalam waktu 1 tahun, berbeda dengan kriteria PPATK selama 3 bulan.

“Kalau rekening tidak aktif itu berpotensi untuk disalahgunakan,” ujar Anggito dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (9/4/2026).

Merujuk materi paparannya, rekening tidak aktif meningkat 9,52% secara tahunan atau year on year (yoy) sepanjang tahun 2023.

Bos LPS Ungkap Jumlah Rekening Bank “Tidur” Tembus 50.000 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 726806, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260415073952-17-726806/bos-lps-ungkap-jumlah-rekening-bank-tidur-tembus-50000’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 15 April 2026 08:40 Foto: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Yang penting bukan jumlahnya, tapi bagaimana supaya rekening tersebut tidak disalahgunakan,” imbuh Anggito.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Pada kondisi ideal, kata Anggito, rekening menjadi aktif saat digunakan untuk berbagai transaksi perbankan.

Sementara rekening menjadi tidak aktif ketika pemiliknya memiliki kebutuhan penggunaan yang terbatas.

Berdasarkan data LPS, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,83% secara tahunan hingga akhir 2025.

Analisis mendalam tentang Bos LPS Ungkap Jumlah Rekening Bank “Tidur” Tembus 50.000 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *