AALI Anggarkan Capex Rp1,4 T, Fokus Replanting Sawit 8.000 Ha

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang AALI Anggarkan Capex Rp1,4 T, Fokus Replanting Sawit 8.000 Ha yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Adapun pendapatan bersih ikut meningkat sebesar 31% menjadi Rp28,7 triliun dibandingkan melalui tahun sebelumnya Rp21,8 triliun.

Peningkatan volume produksi berkontribusi terhadap kenaikan pendapatan Perseroan, yang didorong oleh naiknya produksi CPO sebesar 6% YoY menjadi 1,2 juta ton serta produksi kernel sebesar 8% YOY menjadi 252 ribu ton.

Ketatnya pasokan CPO telah mendorong harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) sebesar 11% yoy dari Rp12.883 per kilogram menjadi Rp14.316 per kilogram pada 2025.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260415151014-19-727008/video-klaim-tinggi–belanja-teknologi-pr-asuransi-genjot-kinerja”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/727008?comscore=off”,”time”:516,”title”:”Video: Klaim Tinggi – Belanja Teknologi, PR Asuransi Genjot Kinerja”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/15/klaim-tinggi-belanja-teknologi-pr-asuransi-genjot-kinerja-saat-perang-berkecamuk-1776242120819_169.png”}]’); Next Article Bos Indika Energy (INDY) Buka-Bukaan Soal Rencana 2026

Meski demikian, perseroan tetap berambisi untuk mencapai luas replanting sebesar 8.000 pada akhir 2026.

Di sisi lain, Djap Tet Fa mengungkapkan perang Iran-Amerika Serikat turut mempengaruhi biaya operasional industri kelapa sawit.

Triputra Group)

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten sawit Grup Astra PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menganggarkan modal kerja atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp1,4 triliun di tahun 2026, melalui porsi paling besar digunakan untuk penanaman bibit (plantation).

Presiden Direktur AALI Djap Tet Fa mengatakan, anggaran modal kerja tersebut naik 79% year on year (yoy) dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp782 miliar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Astra Agro Lestari (AALI) Bagi Dividen Rp335 Per Saham

“Sebagian besar CAPEX pada tahun 2020 menurut mayoritas akan kita alokasikan untuk plantation dalam penggunaan dari planting sebesar 63,8%.

Lalu mill dan port sebesar 19,8% dan non-plantation untuk kendaraan angkut segala macam sebesar 16,4% untuk mendukung produksi dan produktivitas,” jelas Djap Tet Fa, dalam Public Expose di Jakarta, Rabu, (15/4/2026).

Lebih jauh, Djap menegaskan bahwa prioritas utama perseroan di tahun ini adalah replanting.

AALI Anggarkan Capex Rp1,4 T, Fokus Replanting Sawit 8.000 Ha Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 727011, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260415151229-17-727011/aali-anggarkan-capex-rp14-t-fokus-replanting-sawit-8000-ha’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 15 April 2026 16:05 Foto: Kebun Sawit.

Kenaikan tersebut turut mendorong lonjakan harga solar non-subsidi yang hingga April tercatat meningkat hampir 90% dari kisaran Rp14.000-Rp15.000 menjadi mendekati Rp25.000 per liter.

Selain energi, biaya pupuk juga mengalami peningkatan signifikan.

Dalam hal ini, AALI fokus pada percepatan replanting melalui peningkatan luas replanting dan memakai kualitas bibit yang unggul.

“Peningkatan luas lahan replanting juga menjadi fokus dimana sejak dua tahun terakhir perseroan sudah meningkatkan luas replanting dari yang sebelumnya rata-rata 4.000 hektare per tahun menjadi 5.000 hektare per tahun di tahun lalu,” ujar Djap.

Lebih jauh, perusahaan crude palm oil (CPO) ini berencana untuk melakukan percepatan replanting melalui minimum target 6.000 hektare selama empat tahun mendatang.

Adapun volume penjualan CPO dan turunannya naik 13% menjadi 1,8 juta ton.

Penguatan performa Perseroan juga disebabkan oleh faktor pasokan dan permintaan yang menjadi katalis utama sektor komoditas.

Dampak dari hal tersebut adalah turut menekan biaya distribusi industri sawit.

“maka kami juga melakukan beberapa strategi bagaimana kita juga dengan kondisi yang ada hari ini, satu adalah untuk mengefisienkan biaya,” terangnya.

Dari sisi kinerja, AALI mencatatkan laba bersih senilai Rp1,5 triliun atau naik 28,2% year-on-year (yoy). akibat Para transporter menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi

Hal ini disebabkan bahan baku pupuk seperti urea dan amonia sangat bergantung pada harga gas dan minyak global.

Kenaikan biaya energi juga berdampak pada meningkatnya ongkos logistik.

Hal ini disebabkan kenaikan harga bahan baku, termasuk solar dan pupuk.

Ia menjelaskan harga minyak dunia bergerak fluktuatif seperti roller coaster, dipengaruhi pernyataan para pemimpin dunia.

Analisis mendalam tentang AALI Anggarkan Capex Rp1,4 T, Fokus Replanting Sawit 8.000 Ha akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *