Perang Bikin Kapal Mandek di Selat Hormuz, Asuransi Kena Risiko Ini

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Perang Bikin Kapal Mandek di Selat Hormuz, Asuransi Kena Risiko Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Karena barang yang harusnya diterima itu sebulan bisa molor ke sana.

Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia – Perang Iran-Amerika Serikat (AS) memicu penutupan Selat Hormuz.

Mudah-mudahan bisa cepat selesai,” terang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat Konfrensi Pers di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).

Bahlil menekankan, bahwa 2 kapal tanker milik Pertamina itu membawa minyak mentah atau crude bukan impor produk jadi yakni Bahan Bakar Minyak (BBM).

Diketahui, asuransi offshore berkontribusi terhadap 10,52% dari total GWP sebesar Rp6,37 triliun.

Belum lama ini, 2 Kapal Tanker minyak milik PT Pertamina (Persero) masih tertahan di Selat Hormuz.

Keterlambatan ini kemudian berimbas pada sektor asuransi perdagangan, terutama terkait kepastian pembayaran dalam transaksi ekspor-impor.

“Nah delay ini impact-nya ke asuransi perdagangan.

Perang Bikin Kapal Mandek di Selat Hormuz, Asuransi Kena Risiko Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 726299, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260413133128-17-726299/perang-bikin-kapal-mandek-di-selat-hormuz-asuransi-kena-risiko-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi,  CNBC Indonesia 13 April 2026 13:43 Foto: Ilustrasi Garansi Bank.

Ada jeda 2 Minggu daripada eskalasi di Timur Tengah.

Sehingga di luar negeri yang mungkin sudah ada deal melalui pembeli di sana bisa-bisa dia pembelinya menunggu kelamaan dan nggak jadi beli.

Hal ini meningkatkan risiko bagi asuransi umum yang memberikan proteksi bagi risiko klaim perdagangan internasional dan pelayaran.

Direktur Utama Asuransi Asei Dody Dalimunthe menyebut premi asuransi perang berpotensi naik hingga tiga kali lipat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

“Tinggal crudenya saja sekitar 20%-25% (Impor minyak dari timur Tengah)” tegas Bahlil.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260313104548-19-718717/video-harga-minyak-meroket-lebih-38-hingga-ihsg-rupiah-rontok-lagi”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/718717?comscore=off”,”time”:336,”title”:”Video: Harga Minyak Meroket Lebih 38% hingga IHSG & Rupiah Rontok Lagi”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/13/harga-minyak-meroket-lebih-38-hingga-ihsg-rupiah-rontok-lagi-1773374097208_169.png”}]’); Next Article OJK Godok 4 Pilihan Bayar Asuransi, Tak Wajib CoPayment-Deductible

Di sisi lain, segmen asuransi offshore menjadi salah satu kontributor terbesar dari Gross Written Premium (GWP) TUGU selama tahun 2025. sedangkan Apalagi, TUGU sebagai anak usaha Pertamina ikut memproteksi kapal tanker minyak dan gas (migas) milik Pertamina.

“Ini memang untuk perang ini ya pasti ada sedikit peningkatan risiko jadi ada sedikit penambahan klaimnya itu tapi kita usahakan bahwa kami benar-benar support jadi ya sudah kita mungkin full effort lah untuk membawa kapal tersebut kembali ke Indonesia,” ujar Adi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, (10/4/2026).

Meski hingga saat ini belum ada klaim,

Minggu lalu, pemerintah sedang melakukan komunikasi intens melalui pihak Iran agar kapal tersebut bisa segera ke luar.

“Lagi dilakukan komunikasi yang intens terkait dengan dua kapal itu.

Jadi barang menumpuk di sana, dan dia nggak bisa bayar ke si ekspor itu,” jelas Dody ditemui wartawan di Jakarta, Senin, (13/4/2026).

Masih dari pemain pelat merah, Presiden Direktur Tugu Insurance Adi Pramana tak menampik pihaknya mengantisipasi adanya peningkatan risiko atas dampak perang ini.

Meski demikian, sebagian besar pelaku industri lebih memilih untuk bersikap selektif dalam memilih risiko ketimbang langsung menaikkan harga premi.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: IHSG Tiba-Tiba Hijau Digendong Emiten Prajogo & Grup Bakrie

Dengan banyaknya perusaha yang merubah rute akibat penutupan Selat Hormuz, terjadi adanya keterlambatan pengiriman barang.

Analisis mendalam tentang Perang Bikin Kapal Mandek di Selat Hormuz, Asuransi Kena Risiko Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *