Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Keluarga Prajogo Pangestu Jual Saham BREN Rp1,58 Triliun, Kenapa? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Keluarga Prajogo Pangestu Jual Saham BREN Rp1,58 Triliun, Kenapa?
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
(AGII) mencatatkan konsentrasi kepemilikan sebesar 97,75%, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk.
Emiten lainnya yang juga masuk dalam daftar ini antara lain PT Panca Anugrah Wisesa Tbk.
(SOTS) sebesar 98,35%.
Selanjutnya, PT Samator Indo Gas Tbk.
Pemegang saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yakni Green Era Energy Pte Ltd, tercatat melepas saham melalui nilai mencapai Rp1,58 triliun di pasar.
Langkah ini dilakukan tak lama setelah saham BREN masuk dalam daftar high shareholder concentration (HSC), yang menandakan tingginya kepemilikan saham oleh segelintir pihak.
Sejak awal tahun ini Green Era beberapa kali melakukan divestasi saham BREN.
ADapun sebelumnya, BREN diketahui masuk dalam salah satu saham denagn pemegang saham terkonsentrasi tinggi atau HSC.
(RLCO), melalui tingkat kepemilikan di atas 95%.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260402152103-19-723579/video-bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/723579?comscore=off”,”time”:363,”title”:”Video: Bocoran Investasi Pengelola Dana Jumbo Pascalebaran-Era Perang”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/02/bocoran-investasi-pengelola-dana-jumbo-pascalebaran-era-perang-1775119615584_169.png”}]’); Next Article Pengendali Emiten Cinta Laura (OASA) Lego Saham, Raup Duit Segini
Posisi teratas ditempati oleh PT Rockfields Properti Indonesia Tbk.
(IFSH) sebesar 99,77% dan PT Satria Mega Kencana Tbk.
(Dok: BNI Sekuritas)
Jakarta, CNBCΒ Indonesia – Aksi besar kembali terjadi di pasar saham.
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 725936, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260411131248-17-725936/keluarga-prajogo-pangestu-jual-saham-bren-rp158-triliun-kenapa’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Redaksi, CNBC Indonesia 11 April 2026 16:20 Foto: Barito Renewables Energy.
Sederhananya, saham dalam daftar HSC adalah saham yang dipegang oleh orang atau pihak-pihak “itu-itu saja”, bukan dimiliki banyak investor seperti saham pada umumnya.
Data ini dapat dimanfaatkan sebagai early warning bagi investor dalam mengambil keputusan investasi, tanpa mengganggu mekanisme pasar yang berjalan.
Data HSC tersebut disusun berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi, mencakup saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat, melalui posisi per 31 Maret 2026.
Berdasarkan data yang telah dipublikasikan, terdapat sembilan emiten dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi di atas 95%.
Dampak dari hal tersebut adalah perdagangan saham BREN diharapkan menjadi lebih likuid.
“Tujuan transaksi ini adalah untuk meningkatkan porsi free float serta likuiditas saham di pasar,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Sebelum transaksi, Green Era Energy Pte Ltd menguasai sebanyak 30,67 miliar saham atau setara 22,9271% dari total saham beredar. akibat Berdasarkan keterbukaan informasi, penjualan dilakukan pada 6 April 2026 dengan harga Rp4.510 per saham.
Aksi korporasi ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan jumlah saham beredar di publik,
Setelah transaksi, jumlah kepemilikannya berkurang menjadi 30,32 miliar saham.
Sebagai informasi Green Era Energy merupakan perusahaan milik putri Prajogo Pangestu, Nancy Pangestu.
(ROCK) melalui tingkat kepemilikan mencapai 99,85%, diikuti oleh PT Ifishdeco Tbk.
Kondisi tersebut mendorong perlunya penyesuaian struktur kepemilikan.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Bos JPMorgan Bunyikan Alarm, Dunia 2026 Disebut Penuh Risiko
Dalam transaksi tersebut, sebanyak 350 juta saham dilepas ke publik.
Analisis mendalam tentang Keluarga Prajogo Pangestu Jual Saham BREN Rp1,58 Triliun, Kenapa? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
