Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Memanas Lagi

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Memanas Lagi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Memanas Lagi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 725202, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260409100426-17-725202/israel-serang-lebanon-harga-minyak-memanas-lagi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 09 April 2026 11:05 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak kembali merangkak naik pada Kamis pagi (9/4/2026), setelah sempat jatuh tajam dalam dua hari terakhir.

Dalam waktu dua hari, pasar kehilangan lebih dari US$15 per barel.

Negara lain seperti Kuwait, Bahrain, dan Uni Emirat Arab juga melaporkan serangan drone dan rudal.

Situasi ini membuat tambahan pasokan minyak ke pasar global dalam jangka pendek masih terbatas.

CNBCΒ Indonesia Research

(emb/emb) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260406114851-19-724135/video-harga-minyak-tembus-usd-110–rupiah-anjlok-ke-rp17000-usd”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/724135?comscore=off”,”time”:739,”title”:”Video: Harga Minyak Tembus USD 110 – Rupiah Anjlok ke Rp17.000/USD”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/06/trump-ancam-serang-pembangkit-iran-hingga-rupiah-anjlok-lagi-ke-rp17000usd-1775451421253_169.png”}]’); Next Article Jelang Tahun Baru, Harga Minyak Merosot

Keduanya bergerak naik dibandingkan penutupan sehari sebelumnya, yakni Brent US$94,75 dan WTI US$94,41.

Kenaikan ini terjadi setelah koreksi dalam yang terjadi pada 7-8 April.

Penurunan ini menjadi salah satu yang paling tajam sejak periode volatilitas ekstrem sebelumnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

//

Arah pergerakan harga masih sangat dipengaruhi oleh dinamika di Timur Tengah, khususnya terkait gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Iran bahkan menetapkan jalur pelayaran khusus untuk menghindari area berbahaya, melalui koordinasi militer yang ketat.

Di sisi lain, ketegangan belum sepenuhnya mereda.

Faktor penyebabnya adalah pelaku logistik masih menunggu kepastian keamanan di lapangan.

Sejumlah laporan menyebutkan kapal-kapal masih menghadapi risiko, mulai dari ancaman ranjau hingga premi asuransi yang tinggi. yang mengakibatkan Aktivitas pengiriman belum sepenuhnya pulih

Serangan terhadap fasilitas energi di kawasan masih terjadi, termasuk infrastruktur pipa di Arab Saudi yang sebelumnya menjadi alternatif distribusi di luar Selat Hormuz.

Kesepakatan yang diharapkan membuka kembali jalur pasokan ternyata belum direspons penuh oleh pelaku pasar.

Baca: Multifinance RI Bisa Dapat Berkah dari Perang, Bos OJK Spill Alasannya

Selat Hormuz masih menjadi titik krusial.

Brent sempat berada di atas US$109 per barel pada 7 April, sementara WTI menyentuh US$112,95.

Pasar belum menemukan pijakan yang benar-benar stabil di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlapis.

Mengacu data Refinitiv per pukul 09.55 WIB, harga Brent berada di level US$96,76 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) di US$97,05 per barel.

Dalam dua minggu ke depan, aliran energi dari kawasan tersebut diperkirakan belum akan kembali normal, seiring kendala keamanan dan operasional yang belum terselesaikan.

Pasar kini berada dalam fase tarik-menarik antara ekspektasi pembukaan pasokan dan realitas di lapangan yang masih penuh gangguan.

Jalur ini menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak global dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, dan Qatar.

Analisis mendalam tentang Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Memanas Lagi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *