Ini Kata Bos OJK dan LPS SoalPanitia Seleksi (Pansel)

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ini Kata Bos OJK dan LPS SoalPanitia Seleksi (Pansel) yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Apalagi, dalam Undang-Undang LPS keberadaan pansel cukup fleksibel.

“Sebetulnya di Undang-Undang LPS, seperti pengalaman sekarang ini, cukup ditetapkan dalam Kepres, Perpres.

Jadi sebetulnya sangat fleksibel,” sebutnya

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260406125245-19-724163/video-ojk-perbankan-solid-di-era-higher-for-longer-kredit-naik-94″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/724163?comscore=off”,”time”:115,”title”:”Video: OJK: Perbankan Solid di Era Higher for Longer, Kredit Naik 9,4%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/04/06/ojk-perbankan-tetap-solid-di-era-higher-for-longer-kredit-naik-94-1775459448601_169.png”}]’); Next Article Mulai 2027, Asuransi Bermasalah Bakal Ditangani LPS

Ia memandang, Pansel merupakan alat untuk mencapai tujuan.

“Apakah ada atau tidak, selama tujuannya terpenuhi, maka itu baik,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan pansel dapat meningkatkan kepercayaan publik.

Ini Kata Bos OJK dan LPS SoalPanitia Seleksi (Pansel) Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 724403, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260407084943-17-724403/ini-kata-bos-ojk-dan-lps-soalpanitia-seleksi–pansel-‘; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 07 April 2026 09:30 Foto: Friderica Widyasari Dewi saat mengikuti Uji Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ruang rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, Rabu, (11/3/2026).

Faktor penyebabnya adalah tetap menjaga unsur transparansi, akuntabilitas dan keteraturan proses seleksi, namun juga memberikan ruang fleksibilitas apabila dibutuhkan percepatan dalam pengisian jabatan itu sendiri,” ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, OJK juga memandang positif usulan yang menempatkan panitia seleksi sebagai instrumen yang tetap tersedia dalam Undang-Undang dengan pengaturan teknis yang memungkinkan proses seleksi berlangsung lebih efektif, lebih efisien dan adaptif sesuai dengan kebutuhan.

Di sisi lain, Ia juga memberikan masukan agar pihak OJK memberikan masukan terkait kader-penyeleksian calon Dewan Komisioner yang akan mengisi suatu jabatan tertentu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan hal senada. yang mengakibatkan Namun, pada saat yang sama juga sebagai respons terhadap kebutuhan pengisian jabatan strategis secara tepat waktu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: BTN (BBTN) Urungkan Niat Akuisisi Perusahaan Asuransi

“Kami pada prinsipnya dapat memahami dan sependapat dengan arah usulan agar mekanisme panitia seleksi dirumuskan lebih fleksibel sepanjang tetap tersedia dasar hukum yang jelas serta tatacara yang akuntabel,” ujarnya saat rapat dengan Komisi XI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (6/4/2026).

Wanita yang akrab disapa Kiki kini menuturkan, keberadaan panitia seleksi tetap dapat dipertahankan, namun pelaksananya bersifat opsional yang dirancang lebih sederhana dan lebih cepat sebagaimana praktik pengisian jabatan strategis yang tetap menjaga kualitas proses tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian itu sendiri.

“Pendekatan demikian kami pandang lebih seimbang

(CNBC Indonesia/Muhamad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan pandangannya terhadap panitia seleksi (Pansel) dalam menyaring, menyeleksi, dan mengusulkan calon anggota Dewan Komisioner.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, pihaknya memahami adanya kebutuhan Pansel untuk menjaga proses seleksi agar tetap akuntabel.

Analisis mendalam tentang Ini Kata Bos OJK dan LPS SoalPanitia Seleksi (Pansel) akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *