Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Sebagaimana diketahui perang Iran melalui Amerika Serikat dan Israel telah membuat gejolak harga energi dunia.

Di antaranya adalah pemberlakuan work from home atau WFH satu kali dalam sepekan untuk ASN, yakni hari Jumat, penghematan BBM, refocusing anggaran serta perubahan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan delapan poin kebijakan ini merupakan langkah mitigasi terhadap dinamika global sekaligus momentum langkah transformasi dan perubahan.

“Program kebijakan ini disebut dengan 8 Butir Kebijakan Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi Pemerintah,” ucap Airlangga saat konferensi pers secara live dari Seoul pada Selasa (30/3/2026).

Kendati demikian, pasar juga masih dibayangi tantangan dari sektor energi.

Ia pun mengatakan menjadi tanggung jawab negara lain untuk mengamankan jalur pelayaran minyak Selat Hormuz yang vital.

Trump yang berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, mengatakan Amerika akan meninggalkan Iran “segera”, mungkin dalam “dua minggu, mungkin tiga minggu”.

Kospi di Korea Selatan terbang 8,44% dan Nikkei di Jepang melesat 5,24%.

IHSG ditutup naik nyaris 2% atau 136,22 poin ke level 7.184,44. 

Sebanyak 494 saham naik, 224 turun, dan 240 tidak bergerak.

“Tapi kami sedang menyelesaikan pekerjaan ini,” tegasnya.

“Kami ingin menghancurkan setiap hal yang mereka miliki,” kata Trump sebelum menambahkan bahwa “ada kemungkinan kita akan membuat kesepakatan sebelum itu”.

Selain itu, Gedung Putih juga mengumumkan bahwa Trump akan berpidato kepada bangsa pada pukul 21.00 hari Rabu “untuk memberikan pembaruan penting tentang Iran”.

Pilihan Redaksi

  • Harga Emas Antam Hari ini Melonjak Rp 75.000, Tembus Rp 2,9 Juta Lagi
  • Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Tutup di Bawah Rp17.000

Akan tetapi perlu diketahui bahwa Trump sebelumnya telah berubah-ubah pendirian mengenai apakah Washington berencana untuk meningkatkan perang yang telah mengacaukan ekonomi dunia, melalui menyebut mungkin mengerahkan pasukan darat Amerika atau mencoba mengakhirinya melalui negosiasi dengan Teheran.

Dalam perkembangan terbaru, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bertukar pesan dengan Amerika Serikat (AS), baik secara langsung maupun melalui negara-negara di kawasan, di tengah perang AS-Israel yang terus berlangsung terhadap Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera pada Rabu, (01/04/2026), Araghchi menegaskan bahwa adanya kontak dengan AS tersebut bukan berarti Teheran sedang melakukan negosiasi formal dengan Washington.

“Saya menerima pesan dari utusan khusus AS Steve Witkoff secara langsung, seperti sebelumnya, dan ini tidak berarti kami sedang dalam negosiasi,” kata Araghchi.

Dari dalam negeri, pemerintah telah mengumumkan kebijakan untuk mengantisipasi dampak rambatan konflik di Timur Tengah.

Pemerintah memang memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belum naik per 1 April 2026 dan pasokan energi domestik tetap aman, tetapi gejolak harga energi global akibat perang di Timur Tengah tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Selasa (31/3/2026) menegaskan bahwa pemerintah belum akan menaikkan harga BBM non-subsidi per 1 April 2026.

“Terkait melalui urusan BBM Pertadex atau solar kualitas tinggi belum ada penyesuaian harga dan apa yang disampaikan Mensesneg itu sama tidak kurang dan tidak lebih.

Kemudian ASX200 di Australia naik 2,24% dan Hang Seng naik 2,04%. 

Tekanan pasar hari ini mereda seiring melalui Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan pada Selasa waktu setempat bahwa perang dengan Iran mungkin akan berakhir dalam dua atau tiga minggu.

Tentu melalui fluktuasi harga dunia kami juga akan kaji sesuai perkembangan dunia,” kata Bahlil dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memastikan pasokan energi domestik masih dalam kondisi aman.

Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 12.650 triliun. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona hijau.

Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 723263, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260401161745-17-723263/penyebab-ihsg-rebound-naik-nyaris-2-hari-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 01 April 2026 16:42 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang hari ini, Rabu (1/4/2026).

Impack Pratama (IMPC) yang naik 21,6% dan berkontribusi 10,17 poin menjadi saham melalui bobot terbesar. 

Kemudian diikuti oleh Telkom (TLKM) yang menyumbang 9,48 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 9,26 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 8,95 poin, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) 7,48 poin. 

Di kawasan, bursa Asia-Pasifik juga kompak menguat.

Utilitas, bahan baku, dan konsumer non-primer memimpin penguatan, melalui masing-masing naik 4%, 3,66%, dan 3,09%.

Sejumlah saham konglomerat menopang IHSG.

Dia menyebut cadangan BBM, baik solar, bensin, avtur, maupun LPG, saat ini berada di atas standar minimum nasional.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260223132539-19-713065/video-bei-bocorkan-ada-8-perusahaan-antre-ipo-5-perusahaan-jumbo”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713065?comscore=off”,”time”:68,”title”:”Video: BEI Bocorkan Ada 8 Perusahaan Antre IPO, 5 Perusahaan Jumbo”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/23/bei-bocorkan-ada-8-perusahaan-antre-ipo-5-perusahaan-jumbo-1771829158946_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi 2 Ditutup Melemah Tipis 0,07% ke 8.414

Nilai transaksi hari ini mulai ramai, meskipun masih belum menyamai rata-rata nilai transaksi harian pada awal tahun. 

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 16,44 triliun, melibatkan 29,99 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi.

Analisis mendalam tentang Penyebab IHSG Rebound, Naik Nyaris 2% Hari Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *