Kisah Kejatuhan Kerajaan Bisnis Salim hingga Kehilangan BCA

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kisah Kejatuhan Kerajaan Bisnis Salim hingga Kehilangan BCA yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Soeharto melindungi Liem dan memastikan bisnisnya berjalan lancar.

Tercatat ada 122 cabang rusak yang terdiri dari 17 kantor terbakar habis, 26 cabang dirusak dan dijarah, dan 75 cabang rusak tetapi tidak dijarah.

Mereka ingin masuk ke rumah mewah Liem.

Anthoni tak berkutik.

Total kekayaannya mencapai US$ 12,8 miliar atau setara Rp 214,32 triliun.

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Kisah jatuh-bangunnya Salim Group tak lepas dari sosok pendirinya, Sudono Salim, serta relasinya melalui kekuasaan pada masa itu.

Untuk memahami bagaimana kerajaan bisnis ini bisa tumbuh begitu besar-dan kemudian terpukul hebat-kita perlu menelusuri kembali awal mula jejaring yang dibangun Sudono bersama rezim Orde Baru.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sudono Salim memiliki kedekatan dengan Presiden kedua RI Soeharto.

Faktor penyebabnya adalah ada stereotip bahwa mereka patut dibenci hanya karena kaya raya dan dekat dengan penguasa Soeharto. yang mengakibatkan Mereka menyasar bangunan dan kendaraan milik orang Tionghoa, bahkan menargetkan orang Tionghoa itu sendiri.

Jemma Purdey dalam Kekerasan Anti-Tionghoa di Indonesia 1996-1999 (2013) menjelaskan munculnya sentimen rasial terhadap Tionghoa disebabkan

Pabriknya di Solo dijarah dan dibakar hingga menelan kerugian Rp 42 miliar.

Munculnya sentimen anti-Soeharto buntut meluasnya krisis ekonomi ke kemelut politik menjadi pukulan telak bagi Salim.

Namun, kejayaan keduanya tiba-tiba hancur sekejap dalam waktu beberapa hari saja di Mei 1998.

Target Amukan Massa

Selama tiga dekade, Salim sukses membangun tiga kerajaan bisnis di tiga sektor, antara lain perbankan (Bank Central Asia, BCA), bangunan (Indocement), dan makanan (Bogasari dan Indofood).

Di jalanan, foto Salim dilempari batu dan dibakar oleh massa yang marah.

Pagi hari tanggal 14 Mei, Anthoni menerima kabar kalau rumah bapaknya didatangi sekelompok pemuda bertampang mengancam, bersenjatakan jerigen bahan bakar dan perkakas.

Sebab, kerusuhan massa juga menyasar permukiman warga Tionghoa.

BCA menjadi yang terparah.

Sejarawan M.C Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern (2009) menyebut, selama masa krisis nasabah menarik dana secara massal dan besar-besaran.

Ini terjadi usai unjuk rasa beralih menjadi kerusuhan rasial pada 13 Mei 1998.

Hari itu, Jakarta dan sekitarnya dilanda kerusuhan, penjarahan, dan pembakaran terhadap rumah, bangunan pertokoan dan banyak kendaraan (Kompas, 14 Mei 1998).

Alhasil, kedua pihak pun berjaya di jalannya masing-masing.

Baca: Bukan Cuma Israel, Ini Target Serangan Balik Iran di Timur Tengah

Salim sukses terdaftar sebagai orang terkaya di Indonesia.

Dia takut kalau kantornya bakal bernasib sama seperti rumahnya.

Faktor penyebabnya adalah kondisi keuangannya semakin berdarah-darah tak tertolong.

Pemerintah lewat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) resmi menjadikan BCA sebagai BTO (Bank Taken Over). yang mengakibatkan Seminggu setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998, BCA diambil alih oleh pemerintah

Jaringan bisnisnya yang luas membuat Kolonel Soeharto ingin bekerja sama dengannya.

Lewat perantara sepupunya bernama Sulardi, Salim dan Soeharto berkenalan untuk pertama kalinya.

Ratusan orang rela antre berjam-jam untuk menguras seluruh tabungannya.

Di Jakarta, hanya ada Anthoni Salim yang bekerja di Wisma Indocement, Jl.

Lalu, ada 150 ATM yang dirusak dan diambil uang tunainya hingga menelan kerugian Rp 3 miliar.

Selain BCA, Indofood juga mendapat serangan.

Salim sebagai orang terkaya juga harus dihancurkan.

Sudirman.

Anthoni kala itu sampai tidak berani pulang ke rumah bapaknya di kawasan Roxy.

CNBC Insight Kisah Kejatuhan Kerajaan Bisnis Salim hingga Kehilangan BCA Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 720491, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260320190719-17-720491/kisah-kejatuhan-kerajaan-bisnis-salim-hingga-kehilangan-bca’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 20 March 2026 21:45 Foto: Infografis/ Salim Grup/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia — Salim Group kini terkenal sebagai perusahaan konglomerat melalui produknya yang dikenal di Indonesia hingga mancanegara.

Namun, dibalik kejayaannya kerajaan bisnis Salim pernah terpukul hebat oleh krisis besar.

Sedangkan Soeharto juga sukses memegang kuasa di Tanah Air.

(Kompas, 15 Mei 1998).

Melihat situasi Jakarta yang sangat parah, Anthoni langsung berpikir untuk pergi meninggalkan kantornya.

Kondisi ini membuat BCA yang tidak lagi dipercaya masyarakat terancam bangkrut.

Hingga akhirnya, rangkaian krisis ini mencapai puncak pada Mei 1998.

Kedekatan melalui Soeharto rupanya menjadi malapetaka bagi Salim.

Perkenalan itulah yang kemudian mengubah hidup Salim.

“Setelah Soeharto meraih kekuasaan di Indonesia pada pertengahan 1960-an dan menjadi presiden, dia didukung oleh kelompok kroni pengusaha, yang terbesar dan terkuat adalah Liem Sioe Liong,” tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016).

Selama tiga dekade itu, keduanya terlibat dalam relasi saling menguntungkan.

Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

Aksi ini dilakukan oleh massa yang sudah terprovokasi.

Pusat distribusinya di Tangerang juga hancur dijarah massa.

Richard Borsuk dan Nancy Chng menyebut untuk menghidupi kembali mesin-mesin kekayaannya, Salim hanya mengandalkan Indofood.

Kini, 25 tahun setelah kejadian memilukan itu, bisnis keluarga Salim mulai berjaya.

Dan tokoh sentral yang melekat melalui deskripsi itu adalah Sudono Salim.

“Perusahaan para cukong dan keluarga Soeharto merupakan sasaran utama pembakaran dan penjarahan.

Sebagai timbal balik, Liem lewat kerajaan bisnis Salim Group menyalurkan dana kepada Soeharto, keluarga, dan kroni lainnya.

Dikhawatirkan, jika Salim berdiam diri di rumahnya, dia bisa terbunuh.

Baca: Dosen Ini Kaya Raya Usai Terapkan Ilmu Matematika Saat Investasi

Prediksi itu kemudian benar terjadi.

Pengambilalihan ini bertujuan untuk menolong BCA agar tidak jatuh terlalu dalam.

Sejak itulah, BCA tidak lagi menjadi milik keluarga Salim.

Sudono berkiprah sebagai pengusaha impor cengkeh dan logistik tentara setelah kemerdekaan.

Dia segera memerintahkan satpam untuk mempersilahkan massa masuk merusak rumahnya, ketimbang dihadang dan terjadi pertumpahan darah.

“Dalam sekejap, seluruh mobil di garasi terbakar, termasuk juga seisi rumah.

(ras/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260129093042-19-706237/video-asing-ramai-tinggalkan-bbca-net-sell-lampaui-rp-5-triliun”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/706237?comscore=off”,”time”:93,”title”:”Video: Asing Ramai Tinggalkan BBCA, Net Sell Lampaui Rp 5 Triliun”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/29/investor-asing-ramai-tinggalkan-bbca-net-sell-lampaui-rp5-t-1769654120054_169.png”}]’); Next Article Ketika Kejayaan Bisnis 3 Dekade Salim Runtuh Seketika

Dia lantas pergi ke Bandara Halim untuk menuju Singapura memakai pesawat jet pribadi.

Dari sanalah, Anthoni memantau perkembangan bisnisnya setelah masa-masa sulit itu.

Keruntuhan Kerajaan Bisnis

Setelah kerusuhan mereda dan Soeharto akhirnya lengser BCA mengalami kerugian paling parah.

Bahkan mereka mencoret-coret rumah melalui kata-kata tidak pantas,” tutur Anthoni kepada Richard Borsuk dan Nancy Chng.

Setelah beberapa menit melakukan itu, asap hitam dengan cepat membumbung tinggi dari kediaman Salim.

Hanya Indocement yang masih bisa bertahan.

Meski begitu, pukulan telak terjadi di kerajaan bisnis sektor perbankan.

Bisnisnya pun tidak hanya Indofood, tetapi juga merambah sektor migas, konstruksi, perbankan, hingga data center.

Mengutip daftar 50 orang terkaya Forbes, Anthoni Salim dan keluarga duduk di urutan kelima.

Rakyat yang mengetahui kedekatan keduanya menjadikan Salim sebagai target sasaran.

Namun, itu semua perlahan rontok saat memasuki krisis 1998.

Mereka membakar furnitur, mencopot lukisan dan mengobrak-abrik kamar.

Salim kemudian menjadi penyuplai logistik pasukan Kolonel Soeharto semasa Perang Kemerdekaan (1945-1949).

Bank Central Asia milik Liem Sioe Liong merupakan objek serangan utama,” tulis Ricklefs.

Dalam penceritaan Richard Borsuk dan Nancy Chng, sebagai target amukan massa, beruntung saat kerusuhan terjadi Sudono Salim, istri dan beberapa anaknya sedang berada di Amerika Serikat menemani Salim yang bakal operasi mata.

Analisis mendalam tentang Kisah Kejatuhan Kerajaan Bisnis Salim hingga Kehilangan BCA akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *