Hernawan Bekti Sasongko Mau Sederhanakan Birokrasi OJK

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Hernawan Bekti Sasongko Mau Sederhanakan Birokrasi OJK yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kepemimpinan kolektif OJK diketahui merupakan sistem tata kelola tertinggi di mana keputusan strategis pengawasan sektor jasa keuangan diambil bersama oleh anggota Dewan Komisioner secara kolegial.

Menurutnya, persoalan mendasar yang dihadapi OJK saat ini adalah proses pengambilan keputusan yang masih panjang dan lambat.

Hal ini disampaikan dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon ADK OJK pada Rabu (11/03/2026).

Hernawan menilai kejelasan kepemimpinan kolektif di OJK perlu segera dipertimbangkan melalui mengacu pada undang-undang yang berlaku.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 4.500 pegawai memiliki pendidikan tinggi, terdiri dari sekitar 3.100 lulusan S1, 1.400 lulusan S2, dan 44 orang bergelar S3.

Selain itu, sekitar 2.700 pegawai OJK telah mengantongi sertifikasi profesi, baik di bidang pengawasan maupun sertifikasi profesional lainnya.

Faktor penyebabnya adalah itu, mekanisme pengambilan keputusan dinilai perlu dipangkas agar lebih sederhana dan responsif.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

“Lalu paling mendasar, simple decision making-nya panjang dan lambat itu mungin harus ada bisa dicut,” ungkap Hernawan di depan Komisi XI DPR RI, di Jakarta.

Baca: Dicky Kartikoyono Mau Dorong Pembiayaan UMKM Lewat Sekuritisasi Kredit

Hernawan juga menilai OJK memiliki modal kelembagaan yang kuat dengan dukungan sumber daya manusia yang profesional. yang mengakibatkan Oleh

Hernawan Bekti Sasongko Mau Sederhanakan Birokrasi OJK Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 718215, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260311182802-17-718215/hernawan-bekti-sasongko-mau-sederhanakan-birokrasi-ojk’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 11 March 2026 18:34 Foto: Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko mengikuti fit and proper test calon Anggota Dewan Komisioner OJK di Ruang rapat Komisi XI DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Namun, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal, yang tercermin dari berbagai persoalan yang masih dihadapi lembaga tersebut.

Ia mencontohkan OJK memiliki sekitar 4.700 pegawai yang tersebar di 39 kantor di seluruh Indonesia melalui latar belakang keahlian yang beragam.

(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko menekankan pentingnya percepatan birokrasi dalam pengambilan keputusan di OJK.

Transformasi tersebut mencakup penguatan tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi sebagai tulang punggung data pengawasan.

Hernawan menambahkan OJK diharapkan tidak hanya berperan sebagai penegak aturan, tetapi juga mampu mengarahkan perkembangan pasar keuangan secara lebih strategis.

Hal ini menunjukkan kapasitas sumber daya manusia OJK yang sebenarnya cukup memadai untuk mendukung penguatan pengawasan sektor jasa keuangan.

Di sisi lain, dukungan legislatif terhadap penguatan kapasitas lembaga juga dinilai cukup besar, termasuk melalui peningkatan anggaran untuk pengembangan sumber daya manusia dan pelatihan.

Dalam konteks tersebut, transformasi OJK perlu diarahkan untuk mereposisi lembaga tersebut sebagai strategic financial authority.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260304122311-19-715889/video-dinamika-rupiah-di-tengah-konflik-global”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715889?comscore=off”,”time”:434,”title”:”Video: Dinamika Rupiah di Tengah Konflik Global”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/04/cnbc-indonesia-tv-1772603879965_169.png”}]’); Next Article Modal Cekak & Kinerja Buruk, OJK Cabut Izin Pinjol Crowde

Secara demografis, sekitar 76,8% pegawai OJK juga berasal dari generasi milenial dan generasi Z yang dinilai adaptif terhadap transformasi digital.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama OJK ke depan adalah mengoptimalkan potensi yang ada melalui transformasi internal yang mendasar.

Analisis mendalam tentang Hernawan Bekti Sasongko Mau Sederhanakan Birokrasi OJK akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *