[6 Maret 2026] | Sumber: News Maker 23 – Indonesia News Portal for Traders

Halo Gold Traders! Di tengah memanasnya suhu geopolitik, harga emas justru menutup sesi perdagangan hari Kamis (5/3) dengan rapor merah. Dorongan beli aset safe haven akibat eskalasi konflik Iran ternyata tidak cukup kuat untuk melawan dominasi Dolar AS dan lonjakan imbal hasil (yield) obligasi.

Harga emas spot tergelincir 1,2% dan parkir di level $5.076,59 per ons pada penutupan sesi utama, merosot tajam setelah sempat menyentuh puncak intraday di $5.194,59. Nasib serupa dialami kontrak berjangka emas AS (gold futures) yang berakhir turun 1,1% ke $5.078,70 per ons.

Mengapa emas justru turun saat terjadi konflik? Berikut ulasannya:

๐Ÿ›ข๏ธ Efek Domino: Minyak Naik, Inflasi Mengintai

Akar masalah pelemahan emas saat ini berasal dari pasar energi. Lonjakan harga minyak akibat perang memunculkan ketakutan baru di pasar: Risiko Inflasi.

  • Jika harga energi terus melambung, biaya transportasi dan rantai pasok global akan ikut membengkak.

  • Akibatnya, The Fed akan berpikir dua kali untuk memangkas suku bunga. Ruang pelonggaran moneter menjadi semakin sempit.

  • Hukum Pasar: Ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi ini langsung mengerek naik yield US Treasury dan memperkuat Dolar AS. Bagi emasโ€”yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding)โ€”kondisi ini sangat merugikan (opportunity cost meningkat) dan membuatnya lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang non-USD.

๐Ÿ›ก๏ธ Status Safe Haven Hilang?

Tentu saja tidak. Permintaan emas sebagai aset aman (safe haven) belum menguap, melainkan hanya “kalah suara” sementara oleh kekuatan Dolar dan yield.

Selama ketidakpastian keamanan di jalur energi utama (seperti Selat Hormuz) dan risiko eskalasi militer masih menyala, emas selalu memiliki potensi untuk kembali diborong saat pasar dilanda kepanikan (risk-off).

๐Ÿ”ฎ Proyeksi: Disetir Headline Berita

Ke depannya, pergerakan XAU/USD akan sangat bergantung pada tajuk berita (headline-driven):

  • Sinyal meredanya konflik akan langsung menekan “premi risiko” dan membuat harga emas semakin terkoreksi.

  • Sebaliknya, eskalasi baru atau ledakan gangguan pasokan energi yang lebih parah bisa dengan cepat membangunkan kembali raksasa safe haven ini.

Saat ini, mata para pelaku pasar juga tertuju pada rilis data ekonomi krusial Amerika Serikat, termasuk laporan ketenagakerjaan (NFP), yang akan menjadi kompas arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.


๐Ÿ”— Profil Perusahaan

๐Ÿ”— Ilustrasi Transaksi

๐Ÿ”— Hubungi Kami

๐Ÿ”— Legalitas Perusahaan

By ewfmnd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *