Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Video: Produksi Nikel Dipangkas, Pengusaha: “Rem Paksa” Bagi Industri yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Di sisi lain, jika pemangkasan terlalu ketat kondisi ini membuat industri smelter melakukan “rem paksa”
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
FINI memperkirakan ada 3 dampak pemangkasan produksi bijih nikel yakni mengurangi produksi nikel RI, terjadi pengikisan pendapatan fiskal dan transfer benefit ke produsen nikel asing.
Seperti apa tanggapan FINI terhadap pemangkasan RKAB nikel 2026? sedangkan Video Video: Produksi Nikel Dipangkas, Pengusaha: “Rem Paksa” Bagi Industri Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 716354, idkanal : 19 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260305155255-19-716354/video-produksi-nikel-dipangkas-pengusaha-rem-paksa-bagi-industri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia 05 March 2026 16:56
Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas produksi bijih nikel pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 ke level 260-an juta ton atau turun 31% dibandingkan RKAB 2025 yang sebesar 379 juta ton.
Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah mengatakan penurunan produksi bijih nikel menjadi 260 juta ton jauh dari kebutuhan sektor hilir/smelter diperkirakan mencapai 340-350 juta ton di 2026.
Meski demikian, FINI mengapresiasi langkah pemangkasan produksi bijih nikel untuk menekan kondisi oversupply sehingga bisa mendongkrak harga,
Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila melalui Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 05/03/2026)
Add as a preferred
source on Google
Analisis mendalam tentang Video: Produksi Nikel Dipangkas, Pengusaha: “Rem Paksa” Bagi Industri akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
