Perang Iran Makin Panas, Harga Minyak Sudah Tembus US$83 per Barel

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Perang Iran Makin Panas, Harga Minyak Sudah Tembus US$83 per Barel yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Normalisasi produksi diperkirakan membutuhkan waktu setidaknya satu bulan, menambah tekanan terhadap pasar energi global.

Meski demikian, sebagian analis menilai gangguan produksi minyak di kawasan Teluk berpotensi bersifat sementara.

Sejumlah ladang minyak diperkirakan dapat kembali beroperasi dalam hitungan hari, sementara pemulihan kapasitas produksi penuh biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga pekan setelah situasi logistik kembali normal.

Jika melihat pergerakan sejak akhir Februari, Brent telah melonjak tajam dari US$72,48 per barel pada 27 Februari menjadi di atas US$83 per barel saat ini.

Qatar sebagai salah satu eksportir LNG terbesar dunia dilaporkan menghentikan sebagian pengiriman gas setelah kondisi force majeure diberlakukan.

Kondisi ini semakin mempersempit pasokan minyak global di tengah permintaan yang masih relatif stabil.

Di sisi lain, pasar energi juga dihadapkan pada gangguan di sektor gas alam.

Perang Iran Makin Panas, Harga Minyak Sudah Tembus US$83 per Barel Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 716197, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260305101351-17-716197/perang-iran-makin-panas-harga-minyak-sudah-tembus-us-83-per-barel’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 05 March 2026 11:15 Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali menanjak pada perdagangan Kamis pagi (5/3/2026) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dalam periode yang sama, WTI juga melesat dari US$67,02 ke hampir US$77 per barel, mencerminkan lonjakan lebih dari 15% hanya dalam waktu sekitar sepekan.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Perang Makin Panas, Bahlil: Pasokan BBM-LPG RI Insya Allah Aman!

Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global, terutama setelah jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk mengalami hambatan.

Berdasarkan Refinitiv per pukul 10.00 WIB, harga minyak mentah Brent tercatat di US$83,49 per barel, melonjak dari posisi sehari sebelumnya di US$81,40 per barel.

Situasi ini meningkatkan risiko eskalasi konflik yang dapat mempengaruhi produksi maupun distribusi minyak di kawasan tersebut.

Selain konflik militer, jalur pengiriman energi global juga mengalami tekanan.

Selat Hormuz-yang menjadi jalur penting bagi hampir seperlima konsumsi energi dunia-dilaporkan mengalami gangguan selama beberapa hari terakhir akibat meningkatnya risiko keamanan di wilayah tersebut.

//

Lonjakan tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk Persia.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat ke US$76,93 per barel, naik dari US$74,66 per barel pada perdagangan Rabu.

Kenaikan harga ini memperpanjang reli minyak dalam beberapa hari terakhir.

Namun selama ketegangan geopolitik masih berlangsung, volatilitas harga energi global diperkirakan akan tetap tinggi.

CNBC Indonesia

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260305103744-19-716207/video-ihsg-bangkit-menguat-hingga-2-ke-level-7700″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/716207?comscore=off”,”time”:283,”title”:”Video: IHSG Bangkit, Menguat Hingga 2% ke Level 7.700″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/05/ihsg-bangkit-menguat-hingga-2-ke-level-7700-1772681990916_169.png”}]’); Next Article Pasokan Berpotensi Surplus, Harga Minyak Dunia Loyo

Faktor penyebabnya adalah aktivitas pelayaran yang terganggu.

Gangguan logistik juga terjadi di sisi produksi. yang mengakibatkan Sejumlah kapal tanker bahkan tertahan di kawasan Teluk

Faktor penyebabnya adalah keterbatasan fasilitas penyimpanan dan terhambatnya jalur ekspor. yang mengakibatkan Irak, produsen minyak terbesar kedua di dalam OPEC, dilaporkan memangkas produksi hingga sekitar 1,5 juta barel per hari

Konflik AS-Iran dilaporkan semakin meluas setelah serangan militer AS terhadap kapal perang Iran di dekat Sri Lanka.

Analisis mendalam tentang Perang Iran Makin Panas, Harga Minyak Sudah Tembus US$83 per Barel akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *