Ini Barang Bukti yang Disita Usai Penggeledahan Kantor Mirae Sekuritas

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Ini Barang Bukti yang Disita Usai Penggeledahan Kantor Mirae Sekuritas yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dugaan manipulasi laporan dan informasi tersebut diduga melibatkan pihak sekuritas.

Dugaan tindak pidana pasar modal ini terjadi dalam kurun waktu tahun 2020 hingga 2022 dan diduga melibatkan Sdr.

Sementara tidak boleh dilakukan perdagangan,” ungkap Bolly dalam konferensi pers, Rabu (4/3/2026).

Dirinya menjelaskan kasus ini berlangsung selama periode 2021 hingga 2023.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260304122311-19-715889/video-dinamika-rupiah-di-tengah-konflik-global”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715889?comscore=off”,”time”:434,”title”:”Video: Dinamika Rupiah di Tengah Konflik Global”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/04/cnbc-indonesia-tv-1772603879965_169.png”}]’); Next Article Video: Menkeu Purbaya Minta OJK & BEI Segera Hukum Penggoreng Saham

Sejumlah barang bukti pun diamankan dalam aksi ini.

Saat selesai penggeledahan, tim penyidik terpantau membawa beberapa dus tertutup keluar dari Treasury Tower, kawasan Sudirman Central Business District, Jakarta.

Ini Barang Bukti yang Disita Usai Penggeledahan Kantor Mirae Sekuritas Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 716180, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260305092329-17-716180/ini-barang-bukti-yang-disita-usai-penggeledahan-kantor-mirae-sekuritas’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 05 March 2026 10:30 Foto: Otoritas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penggeledahan di kantor sekuritas berinisial PT MASI yang berlokasi di Treasury Tower, kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Rabu (4/3/2026).

(CNBC Indonesia/Mentari Puspadini)

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor sekuritas melalui inisial PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) kemarin, Rabu (4/3/2026).

Adapun penggeledahan tersebut berlangsung kurang lebih tiga setengah jam.

Penyidik Kelompok Penyidik Sektor Jasa Keuangan Daniel Bolly Hyronimus Tifaona mengatakan, barang bukti paling bayak berupa perangkat elektronik.

Adapun barang tersebut nantinya akan dipilih untuk keterangan perkara.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Profil Sultan Subang, Tersangka Goreng Saham BEBS Bikin Rugi Rp14,5 T

“Dalam bentuk dokumen yang paling banyak.

Ya USB itu barang bukti juga,” jelas Dolly dalam konferensi pers.

Diketahui, Penggeledahan yang dilakukan Tim Penyidik OJK dilakukan dalam rangka pengembangan penyidikan atas dugaan manipulasi informasi fakta material terkait tidak dilaporkannya pihak afiliasi penerima fixed allotment dalam penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) serta penyampaian laporan penggunaan dana IPO yang tidak sesuai melalui kondisi sebenarnya.

MWK selaku mantan Direktur Investment Banking PT MASI, serta korporasi PT MASI, melalui modus insider trading, manipulasi IPO, dan transaksi semu.

Rangkaian transaksi tersebut diduga menyebabkan harga saham BEBS di pasar reguler meningkat secara signifikan hingga sekitar 7.150 persen.

Penyidik Kelompok Penyidik Sektor Jasa Keuangan Daniel Bolly Hyronimus Tifaona mengungkapkan total keuntungan yang diperoleh dari aktivitas ilegal ini ditaksir mencapai Rp 14,5 triliun.

“Itu sekitar ada 2 miliar lembar saham dengan harga saham sekitar Rp 7.000 sekian.

Yang totalnya Rp14 – 14,5 Triliun, itu kami freeze.

Analisis mendalam tentang Ini Barang Bukti yang Disita Usai Penggeledahan Kantor Mirae Sekuritas akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *