Dolar Kini Rp16.910, Wamenkeu Ungkap Efeknya ke Defisit APBN

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Dolar Kini Rp16.910, Wamenkeu Ungkap Efeknya ke Defisit APBN yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Minat investor terhadap dolar pun meningkat seiring pasar global bergerak ke mode risk-off.

(arj/haa) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260224120001-19-713365/video-defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713365?comscore=off”,”time”:377,”title”:”Video: Defisit APBN Januari 2026 Rp 54,6 Triliun hingga IHSG Ambles”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/24/defisit-apbn-januari-2026-rp-546-triliun-hingga-ihsg-ambles-1771909648540_169.png”}]’); Next Article Anak Buah Purbaya Buka Suara Utang RI Kebal dari Tekanan Dolar

Tiap Harga Minyak Naik US$1, RI Boncos Rp 6,8 Triliun

Sebagai informasi, tekanan terhadap kurs pada pagi ini langsung membuat Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti buka suara.

Ia menekankan, BI akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah.

Destry mengatakan intervensi yang tegas dan konsisten akan terus BI lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai melalui pembelian SBN di pasar sekunder.

“Pelemahan rupiah masih aligned dgn regional, secara MTD melemah 0,51%, relatif lebih baik dibandingkan regional.

Ini sebagaimana kondisi ketika setiap kenaikan US$ 1 pada Indonesian Crude Price (ICP) berpotensi menambah defisit sekitar Rp 6,8 triliun dan kenaikan yield 0,1% surat utang pemerintah berpotensi menambah beban sekitar Rp 1,9 triliun ke APBN.

Meski begitu, Juda Agung menekankan, berdasarkan simulasi Kementerian Keuangan, melalui skenario yang cukup logis terkait tekanan kurs, harga minyak, hingga kenaikan imbal hasil surat berharga negara (SBN), defisit APBN pada tahun ini masih akan dikisaran 3%, tak melampaui batas aman dalam UU Keuangan Negara.

“Stress-test yang kami lakukan pada skenario yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah 3%, debt over GDP juga masih terjaga,” ujar Juda Agung dalam forum Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar di Jakarta, dikutip Rabu (4/3/2026).

Baca: Terkuak!

Secara nominal, mata uang garuda ambruk Rp 60/US$ pada pagi ini.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan, setiap pelemahan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, memiliki efek langsung terhadap tekanan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Wake Up Call dari MSCI, OJK-BEI-DPR Siapkan Jurus Pembenahan Bursa

Ia mengatakan, pelemahan Rp 100 terhadap dolar AS berdampak sekitar Rp 0,8 triliun terhadap defisit.

Dolar Kini Rp16.910, Wamenkeu Ungkap Efeknya ke Defisit APBN Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 715815, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260304095034-17-715815/dolar-kini-rp16910-wamenkeu-ungkap-efeknya-ke-defisit-apbn’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman,  CNBC Indonesia 04 March 2026 10:00 Foto: Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema β€œConsolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Faktor penyebabnya adalah masih dipandang sebagai aset safe haven. yang mengakibatkan Situasi ini membuat ketidakpastian di pasar global meningkat tajam dan mendorong pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko.

Di tengah kondisi tersebut, dolar AS kembali menguat

(CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini tengah mengalami tekanan, hingga menembus level atas Rp 16.910/US$ saat pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (4/3/2026).

Pelemahan terhadap kurs rupiah pada hari ini sekitar 0,36% dari penutupan perdagangan kemarin yang bertengger di level Rp 16.850/US$.

Cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 154,6 milyar akhir Januari 2026 dan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp 25,7 triliun,” kata Destry, dalam pernyataan resmi, Rabu (4/3/2026).

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Analisis mendalam tentang Dolar Kini Rp16.910, Wamenkeu Ungkap Efeknya ke Defisit APBN akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *