Perang AS-Israel dan Iran Panaskan Minyak, Brent Tembus US$ 80

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Perang AS-Israel dan Iran Panaskan Minyak, Brent Tembus US$ 80 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Laporan mengenai meningkatnya risiko keamanan membuat sejumlah kapal tanker menghindari rute tersebut, sementara perusahaan asuransi disebut mulai membatasi perlindungan untuk pelayaran di wilayah itu.

Timur Tengah merupakan pemasok utama produk olahan seperti solar dan bensin.

Kondisi ini memperbesar kekhawatiran tersendatnya arus logistik energi dunia.

Di sisi lain, pasar juga mencermati risiko terhadap fasilitas pengolahan minyak di kawasan.

Eskalasi konflik Amerika Serikat dan Israel melalui Iran mendorong kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah, terutama di jalur vital Selat Hormuz.

BerdasarkanΒ Refinitiv per pukul 12.55 WIB, kontrak Brent crude berada di US$80,32 per barel, melonjak 3,24% dibandingkan penutupan Senin (2/3/2026) di US$73,2.

Ketika kilang atau infrastruktur energi berada dalam ancaman, dampaknya tidak hanya terasa pada harga minyak mentah, tetapi juga pada produk turunannya.

Dengan belum terlihatnya tanda-tanda de-eskalasi, pasar memperkirakan volatilitas akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Serangan udara yang meluas serta ancaman terhadap infrastruktur energi dan kapal tanker di kawasan Teluk meningkatkan premi risiko (risk premium) di pasar minyak.

Fokus pelaku pasar tertuju pada potensi terganggunya distribusi melalui Strait of Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global setiap harinya.

Baca: IHSG Sesi 1 Naik Tipis, Emiten Kapal dan Tambang Pesta

//

Selat tersebut juga menjadi rute penting pengiriman bahan bakar dan gas alam cair (LNG) menuju pasar utama Asia seperti China dan India.

Selama konflik masih berlangsung dan risiko gangguan pasokan membayangi, harga minyak berpotensi bertahan di level tinggi.

CNBCΒ INDONESIA RESEARCH

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260303120432-19-715494/video-dpr-ojk-bei-ksei-bongkar-upaya-perkuat-pasar-modal-ri”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715494?comscore=off”,”time”:2272,”title”:”Video: DPR, OJK, BEI & KSEI Bongkar Upaya Perkuat Pasar Modal RI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/03/dpr-ojk-bei-ksei-bongkar-upaya-perkuat-integritas-kredibilitas-pasar-modal-ri-1772516012552_169.png”}]’); Next Article Harga Minyak Dunia Menguat, Pasokan dan Optimisme Dagang Dorong Brent

Pada 27 Februari 2026, Brent masih berada di US$72,48 per barel dan WTI di US$67,02.

Bahkan pada perdagangan intraday sebelumnya, Brent sempat menyentuh level di atas US$82 per barel-tertinggi sejak awal 2025.

Sentimen utama datang dari memanasnya konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) tercatat di US$72,41 per barel, naik 2,60% dari posisi sebelumnya di US$71,23.

Penguatan ini memperpanjang tren kenaikan sejak pekan lalu.

Perang AS-Israel & Iran Panaskan Minyak, Brent Tembus US$ 80 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 715429, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260303101628-17-715429/perang-as-israel-iran-panaskan-minyak-brent-tembus-us–80’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia 03 March 2026 13:01 Foto: Ilustrasi Kilang Minyak (AP/Eric Gay)

Jakarta, CNBC Indonesia β€”Β Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (3/3/2026) pagi, melanjutkan reli tajam dalam beberapa hari terakhir.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Artinya, dalam tiga sesi perdagangan, Brent telah menguat hampir 10%, sedangkan WTI melonjak lebih dari 8%.

Analisis mendalam tentang Perang AS-Israel dan Iran Panaskan Minyak, Brent Tembus US$ 80 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *