IHSG Pangkas Koreksi, Sesi 1 Ditutup Turun 1,6%

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Pangkas Koreksi, Sesi 1 Ditutup Turun 1,6% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Lalu Energi Mega Persada (ENRG) dan juga Golden Eagle Energy (SMMT) masing-masing naik 14,2% dan 13,33%. 

ENRG juga tercatat sebagai saham yang menjadi penopang terbesar IHSG dengan bobot 6,29 indeks poin. 

Sementara itu, saham-saham yang berkontribusi besar terhadap koreksi IHSG adalah emiten perbankan.

Pernyataan tersebut memperburuk sentimen pasar global dan mendorong investor beralih ke aset safe haven.

Pilihan Redaksi

  • Imbas Serangan Iran, UEA Tutup Pasar Saham 2 Hari
  • Ini Strategi Cari Cuan Saat Perang Datang
  • Pemilik Baru LAPD Siap Beli Saham Publik di Harga Rp51

Nyaris seluruh sektor perdagangan melemah, kecuali sektor energi yang tercatat mengalami kenaikan tipis, melalui sektor barang baku yang sebagian konstituennya berisikan emiten tambang emas mencatatkan pelemahan paling kecil hari ini.

Meski demikian, saham perusahaan pertahanan seperti Mitsubishi Heavy Industries, Kawasaki Heavy Industries, dan IHI Corporation justru menguat lebih dari 1%.

Kemudian STI di Singapura turun 1,89% dan indeks Hang Seng koreksi 1,64%.

Sebanyak 113 saham naik, 682 turun, dan 163 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 16,57 triliun, melibatkan 31,54 miliar saham, dalam 2,16 juta kali transaksi.

Faktor penyebabnya adalah libur nasional.

Pjs. yang mengakibatkan Pasar saham Korea Selatan ditutup

Saham milik taipan Prajogo Pangestu yang juga ikut menjadi pemberat utama IHSG adalah BREN, BRPT dan TPIA.

Memasuki pekan pertama Maret 2026, pelaku pasar akan menghadapi kombinasi sentimen geopolitik dan rilis data makroekonomi penting yang berpotensi memengaruhi arah pasar global.

Kondisi Timur Tengah akan memicu ketidakpastian global dan dikhawatirkan membuat investor asing kabur dari Emerging Markets, terutama Indonesia.

Bursa Asia-Pasifik juga tercatat ambruk pada perdagangan Senin, (2/3/2026).

Faktor penyebabnya adalah investor memburu aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 anjlok 1,64%. yang mengakibatkan Sementara itu, kontrak emas naik 2,3%

Bank Mandiri (BMRI) berkontribusi -11,65 indeks poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) -11 indeks poin, Bank Central Asia (BBCA) 7,11 indeks poin. 

Kendati demikian, saham yang paling membebani IHSG adalah Astra International (ASII) melalui bobot -12,29 indeks poin. 

Adapun penyebab anjloknya IHSG hari ini adalah imbas dari konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang makin meningkat menyusul kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik meminta agar para investor pasar modal dapat bersikap bijaksana dalam keputusan berinvestasi.

“Sesuaikan strategi investasi melalui toleransi risiko masing masing investor,” ujarnya kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

“Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental,” jelasnya.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260213105642-19-710916/video-sentimen-ini-bikin-ihsg-rupiah-memerah-sambut-libur-panjang”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/710916?comscore=off”,”time”:562,”title”:”Video: Sentimen ini Bikin IHSG & Rupiah Memerah Sambut Libur Panjang”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/13/ihsg-1770955435254_169.png”}]’); Next Article IHSG Balik Arah, Saham Prajogo Memerah

Sedangkan sektor konsumer non primer dan properti tertekan paling dalam.

Saham-saham tambang emas dan emiten minyak dan gas (migas) tercatat menjadi penolong IHSG untuk todak jatuh lebih dalam, sedangkan saham big caps dan emiten konglomerasi kompak menjadi beban pergerakan IHSG ke zona merah.

Tiga emiten perbankan terbesar RI – BBRI, BMRI dan BBCA – tercatat menjadi beban utama pelemahan IHSG melalui kontribusi pelemahan hingga 35 indeks poin.

IHSG Pangkas Koreksi, Sesi 1 Ditutup Turun 1,6% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 715166, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260302120643-17-715166/ihsg-pangkas-koreksi-sesi-1-ditutup-turun-16’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 02 March 2026 12:36 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi pada akhir sesi 1 perdagangan hari ini, Senin (2/3/2026).

IHSG ditutup turun 131,77 poin atau 1,6% ke level 8.103,72.

Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Minggu bahwa operasi tempur di Iran akan terus berlanjut setelah tiga personel militer AS tewas.

Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi Rp 14.520 triliun. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sebagaimana diketahui pada awal perdagangan hari ini, IHSG sempat anjlok lebih dari 2%, merespons situasi di Timur Tengah yang memanas setelah AS dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026).

IHSG berhasil melawan tekanan melalui memangkas koreksi menjadi -1,28% sebelum akhirnya koreksi kembali melebar ke lebih dari 1,5%. 

Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona merah.

Hanya energi yang tercatat naik, kontras melalui yang lain. 

Sektor energi tercatat naik 1,1% seiring dengan apresiasi terhadap saham migas hingga batu bara.

Harga minyak melonjak lebih dari 8% melalui kontrak berjangka West Texas Intermediate dan Brent masing-masing diperdagangkan di level US$72,52 dan US$79,04 per barel.

Analisis mendalam tentang IHSG Pangkas Koreksi, Sesi 1 Ditutup Turun 1,6% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *