Bos Bank di Depok Maling Deposito-Bikin Kredit Palsu Puluhan Miliar

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos Bank di Depok Maling Deposito-Bikin Kredit Palsu Puluhan Miliar yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Modus Kejahatan

Berdasarkan hasil penyidikan, terdapat dua modus operandi dugaan tindak pidana perbankan.

Dari kasus ini, OJK menetapkan tiga tersangka, yakni AK selaku mantan Direktur Utama, MM selaku Customer Service, dan VAS selaku Kepala Bagian Operasional.

Bos Bank di Depok Maling Deposito-Bikin Kredit Palsu Puluhan Miliar Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 714706, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260228074606-17-714706/bos-bank-di-depok-maling-deposito-bikin-kredit-palsu-puluhan-miliar’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia 28 February 2026 10:30 Foto: (OJK)

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan penyidikan perkara tindak pidana perbankan yang diduga dilakukan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Panca Dana, yang beralamat di Ruko Depok Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Para tersangka terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp5 miliar.

Dalam perkara ini, Penyidik OJK juga telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti yang diduga merupakan hasil tindak pidana, antara lain berupa tanah dan bangunan di wilayah Sawangan, Kota Depok, satu unit kendaraan mobil, perhiasan, serta barang bukti lainnya.

OJK menegaskan bahwa proses penegakan hukum ini tidak mengganggu kegiatan operasional bank, dan pihak bank kooperatif membantu penyidik.

Baca: OJK Kasih Restu 4 Bank Merger, Perkuat Kredit UMKM

Penindakan dilakukan terhadap oknum pengurus dan pegawai sebagai upaya menjaga integritas industri perbankan serta melindungi kepentingan dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

Selain itu OJK juga senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama melalui aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian dan Kejaksaan.

OJK akan terus melaksanakan penegakan hukum secara tegas, konsisten, dan berkelanjutan.

(emy/wur) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260225151240-19-713844/video-dpr-pantau-langkah-perbaiki-citra-bursa-saham-ri-isu-msci”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/713844?comscore=off”,”time”:402,”title”:”Video: DPR Pantau Langkah Perbaiki Citra Bursa Saham RI & Isu MSCI”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/25/dpr-pantau-langkah-ojk-sro-perbaiki-kepercayaan-investor-ke-bursa-1772008166522_169.png”}]’); Next Article OJK Kembalikan Dana Nasabah Korban Scam Senilai Rp161 Miliar

Pemberian kredit tersebut menyimpang dari ketentuan yang berlaku dan diduga ditujukan antara lain untuk menjaga rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) BPR, serta sebagian dana pencairan kredit digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka dan pihak lainnya.

Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara

Atas perbuatan tersebut, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 49 ayat (1) huruf a dan/atau huruf c Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, juncto Pasal 20 huruf c KUHP dan Pasal 127 ayat (1) KUHP.

Pertama, pada periode Oktober 2018 sampai melalui Mei 2024, tersangka AK, VAS, dan MM diduga dengan sengaja menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan dan/atau dokumen bank melalui pencairan 96 bilyet deposito atas nama 35 deposan tanpa sepengetahuan deposan, dengan total nilai sebesar Rp14.024.517.848,00.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Dana tersebut diindikasikan digunakan antara lain untuk kepentingan pribadi, pembayaran bunga deposito yang telah dicairkan tanpa sepengetahuan deposan, serta penggantian dana deposito yang sebelumnya telah disalahgunakan.

Kedua, pada periode Mei 2020 sampai dengan Mei 2024, tersangka AK selaku Direktur Utama diduga menginisiasi, memerintahkan, dan menyetujui pemberian kredit fiktif atas 660 fasilitas kredit kepada 646 debitur.

Nilai baki debet tercatat per Agustus 2024 mencapai Rp32.430.827.831,00.

Berkas perkara telah dilimpahkan ke Jasa dan dinyatakan lengkap (P.21).

Pada Senin, (23/2/2026), penyidik OJK melaksanakan berupa penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Depok.

Baca: Bayang-Bayang MSCI: Seberapa Buruk Jejak Keluar-Masuk Investor Asing?

Analisis mendalam tentang Bos Bank di Depok Maling Deposito-Bikin Kredit Palsu Puluhan Miliar akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *