IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% Lebih di Awal Perdagangan, Ini Penyebabnya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% Lebih di Awal Perdagangan, Ini Penyebabnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Indeks sempat dibuka melemah di 8.211,31 dan langsung tertekan hingga menyentuh level terendah 8.093,75.

Ruang koreksi terbuka setelah pada perdagangan Kamis kemarin pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung atau taking profit.

Dari sisi teknikal, pelemahan IHSG pada Kamis kemarin juga membuat sinyal koreksi lanjutan kian terlihat.

Namun, indeks beberapa kali gagal menembus level psikologis 8.400.

Sebanyak 507 saham melemah, hanya 124 saham menguat, sementara 327 stagnan-mencerminkan tekanan jual yang dominan di pasar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Akan tetapi per pukul 09.36 WIB, IHSG berhasil memangkas koreksi menjadi -0,29%. 

Mengutip data Refinitiv, pelemahan IHSG hingga -1,47% terutama disebabkan oleh koreksi saham-saham berkapitalisasi jumbo (big caps) yang memiliki bobot besar terhadap indeks.

Dua saham konglomerat, Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA), masing-masing membebani IHSG sebesar -9,26 indeks poin dan -8,23 indeks poin.

Berikut 10 emiten yang menjadi penekan utama berdasarkan kontribusi penurunan indeks (index points) antara lain:

  1. Barito Renewables Energy (BREN): -9,26 poin

  2. Dian Swastatika Sentosa (DSSA): -8,23 poin

  3. Bank Central Asia (BBCA): -7,11 poin

  4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): -6,29 poin

  5. Telkom Indonesia (TLKM): -5,26 poin

  6. Chandra Asri Pacific (TPIA): -3,11 poin

  7. Barito Pacific (BRPT): -2,58 poin

  8. Astra International (ASII): -2,05 poin

  9. GoTo Gojek Tokopedia (GOTO): -1,97 poin

  10. Petrindo Jaya Kreasi (PTRO): -1,81 poin

Jika dijumlahkan, sepuluh saham tersebut menyumbang lebih dari 47 poin pelemahan indeks, atau sekitar sepertiga dari total koreksi IHSG pagi ini yang mencapai 121 poin.

Baca: Laju Saham Kapal Lagi Melambat, Saatnya Buy atau Bye?

Kondisi ini kerap dibaca sebagai tanda penguatan yang mulai kehilangan tenaga dan rawan berbalik arah.

Pola tersebut muncul setelah IHSG sempat anjlok pada akhir Januari kemarin, lalu perlahan menanjak.

Adapun posisi tertinggi pagi ini berada di 8.214,45, jauh di bawah level penutupan sebelumnya di 8.235,26.

Dari sisi likuiditas, nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,98 triliun melalui volume 7,98 miliar saham dalam 397 ribu kali transaksi.

Terlihat bahwa tekanan terbesar berasal dari kelompok saham energi dan konglomerasi (BREN, DSSA, BRPT), serta perbankan besar (BBCA dan BBRI) yang memiliki bobot signifikan dalam struktur indeks.

Adapun pada perdagangan Jumat ini pergerakan pasar saham berpotensi bergerak cenderung sideways melalui potensi melemah.

Gagalnya penguatan di area itu kemudian diikuti pembentukan wedge, yang secara teori sering berakhir melalui penembusan ke bawah dan memicu koreksi lanjutan.

Jika skenario Bearish Rising Wedge ini terkonfirmasi, IHSG setidaknya berpotensi menguji area support di kisaran 7.900 hingga 7.800, atau membuka ruang penurunan sekitar 4%.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260213105642-19-710916/video-sentimen-ini-bikin-ihsg-rupiah-memerah-sambut-libur-panjang”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/710916?comscore=off”,”time”:562,”title”:”Video: Sentimen ini Bikin IHSG & Rupiah Memerah Sambut Libur Panjang”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/13/ihsg-1770955435254_169.png”}]’); Next Article Sempat Ambruk 1%, IHSG Sesi I Ditutup di Zona Hijau

IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% Lebih di Awal Perdagangan, Ini Penyebabnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 714458, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260227092205-17-714458/ihsg-tiba-tiba-anjlok-1-lebih-di-awal-perdagangan-ini-penyebabnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh,  CNBC Indonesia 27 February 2026 09:38 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles pada awal perdagangan Jumat (27/2/2026), melanjutkan tekanan sejak pembukaan pasar.

IHSG tercatat turun 1,47% atau terkoreksi 121,26 poin ke level 8.114,00 per pukul 09.11 WIB.

Indikasinya muncul lewat terbentuknya pola Bearish Rising Wedge, yakni pola kenaikan harga yang terjadi dalam rentang pergerakan yang makin menyempit.

Analisis mendalam tentang IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1% Lebih di Awal Perdagangan, Ini Penyebabnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *