Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Penyebab IHSG Tiba-Tiba Turun 2% yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Penyebab IHSG Tiba-Tiba Turun 2% Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 714215, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260226144402-17-714215/penyebab-ihsg-tiba-tiba-turun-2’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); mkh, CNBC Indonesia 26 February 2026 14:57 Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Faktor penyebabnya adalah dibayangi rangkaian sentimen khususnya dari Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union 2026 di hadapan Kongres AS pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi 25 Februari 2026 waktu Indonesia.
Dalam pidato hampir dua jam, Trump memamerkan capaian tahun pertama masa jabatan keduanya, mulai dari klaim perbatasan yang semakin ketat, penurunan inflasi, penguatan pasar saham, dorongan produksi energi, hingga arah kebijakan pajak dan tarif. yang mengakibatkan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) membebani IHSG, masing-masing sebesar -6,29 indeks poin dan -5,82 indeks poin.
Adapun pada perdagangan Kamis ini, pasar keuangan Indonesia berpotensi bergerak lebih sensitif
Di saat yang sama, ia menegaskan narasi bahwa Amerika memasuki era keemasan menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan pada 4 Juli 2026.
Trump juga menegaskan pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, sembari menyebut Teheran sebagai sponsor terbesar terorisme di dunia.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya pengerahan kekuatan militer AS di Timur Tengah.
Selain MDKA, saham komoditas lain juga ikut membebani indeks.
Volume perdagangan saham tercatat 36,06 miliar lembar, melalui frekuensi transaksi mencapai 2,42 juta kali senilai Rp20,44 triliun.
IHSG mengalami koreksi dalam di tengah tekanan jual yang merata di sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Pelemahan pada sektor perbankan dan komoditas menjadi kontributor utama koreksi IHSG siang ini.
Mengutip Refinitiv, Bank Central Asia (BBCA) yang turun 1,74% menjadi beban terbesar IHSG, yakni -9,48 indeks poin.
Kemudian Merdeka Copper Gold (MDKA) berkontribusi -6,82 indeks poin dan mengalami koreksi lebih dari 7%.
Amman Mineral (AMMN) menyet IHSG sebesar -4,55 indeks poin dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) -3,98 indeks poin.
Selain BBCA, saham bank jumbo lain juga masuk dalam daftar top 10 laggards IHSG siang ini.
(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba ambruk 2% pada perdagangan sesi 2 hari ini, Kamis (26/2/2026).
Sebanyak 642 saham anjlok, 196 saham harganya tak berubah, dan hanya 124 saham yang mengalami kenaikan.
Namun, Trump dinilai belum banyak menjelaskan secara rinci kepada publik Amerika mengenai alasan dan batasan langkah yang dapat diambil, meski situasinya berpotensi mengarah pada eskalasi terbesar terhadap Iran sejak Revolusi 1979.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260213105642-19-710916/video-sentimen-ini-bikin-ihsg-rupiah-memerah-sambut-libur-panjang”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/710916?comscore=off”,”time”:562,”title”:”Video: Sentimen ini Bikin IHSG & Rupiah Memerah Sambut Libur Panjang”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/13/ihsg-1770955435254_169.png”}]’); Next Article IHSG Dibuka Lompat 0,65%, Balik Lagi ke Level 8.700
Penurunan indeks dipicu kombinasi sentimen eksternal dan aksi ambil untung investor setelah reli dalam beberapa hari terakhir.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Sebagaimana diketahui pada awal pekan IHSG sempat naik 1,5% dan kemarin naik 0,5%.
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati ketidakpastian ekonomi serta perkembangan geopolitik.
Di dalam negeri, tekanan terbesar datang dari saham-saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
Analisis mendalam tentang Penyebab IHSG Tiba-Tiba Turun 2% akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
