Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Chandra Asri (TPIA) Ungkap Strategi Bisnis Tahun 2026 yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Meskipun pada laporan keuangan terakhir di kuartal III tahun 2025 mencatat perbaikan kinerja atau tumbuh 2.950% hingga dapat mencetak laba.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Usai MSCI Crash, Diam-Diam Asing Borong 10 Saham Ini!
(TPIA) mengungkapkan akan memantau perkembangan geopolitik dan perekonomian global yang akan mempengaruhi permintaan serta akan memperkuat operasional perusahaan pada 2026.
Direktur Sumber Daya Manusia Dan Urusan Korporat TPIA Suryandi mengatakan, tahun ini bisnis TPIA masih dibayangi oleh ketidakpastian global.
(TPIA) mencetak laba bersih setelah pajak sebesar US$ 1,65 miliar hingga kuartal III-2025.
Chandra Asri (TPIA) Ungkap Strategi Bisnis Tahun 2026 Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 713718, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260225103657-17-713718/chandra-asri–tpia–ungkap-strategi-bisnis-tahun-2026’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 25 February 2026 10:55 Foto: PT Chandra Asri Pacific Tbk.
Jumlah liabilitas tercatat sebesar US$6 miliar, naik 120% dari akhir tahun lalu dan jumlah ekuitas sebesar US$5 miliar, naik 69,3% dari akhir tahun lalu.
Chandra Asri melaporkan bahwa di sektor energi telah memperkuat ekspansi regional melalui mengakuisisi jaringan ritel SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura.
(CDIA), TPIA juga memperkuat sektor infrastruktur melalui menambah dua kapal kimia, 20 truk baru, serta memperluas portofolio energi surya menjadi 11 MWp pasca-IPO.
“Sejalan dengan momentum positif ini, Group telah mengumumkan pembagian dividen interim sebesar US$20 juta, menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham seiring dengan perjalanan kami untuk membangun platform energi, kimia, dan infrastruktur terintegrasi terdepan di Asia Tenggara,” kata Direktur dan Chief Financial Officer TPIA, Andre Khor dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (31/10/2025).
(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260204133911-19-708125/video-bullion-bank-dipercepat-optimalkan-1800-ton-emas-masyarakat”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/708125?comscore=off”,”time”:90,”title”:”Video: Bullion Bank Dipercepat, Optimalkan 1.800 Ton Emas Masyarakat”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/04/bullion-bank-dipercepat-optimalkan-1800-ton-emas-masyarakat-1770190693873_169.png”}]’); Next Article Semester I-2025, Laba Emiten Prajogo (TPIA) Melonjak 3.617%
“Nah untuk tahun 2026 kami masih melihat bahwa dari segi margin untuk industri petrokimia itu masih tipis,” imbuhnya.
Dengan demikian, Suryandi memaparkan, TPIA akan berfokus pada penguatan fundamental operasional.
Kalau itu yang terjadi, adanya kan impor yang tadi kita harapkan turun, malah tidak turun,” imbuhnya.
Sebagai informasi PT Chandra Asri Pacific Tbk.
Diikuti melalui lini kilang yang naik 100% yoy menjadi US$2,31 miliar pada kuartal III-2025, dan infrastruktur sebesar US$98,9 miliar.
TPIA juga melaporkan arus kas untuk aktivitas operasi sebesar US$75,3 juta dan telah menggelontorkan belanja modal sebesar US$355,5 juta.
Sementara aset perusahaan hampir tembus US$11 miliar, naik 93,7% sejak akhir tahun 2024.
“Karena satu hari, pabrik yang di Cilegon saja, satu hari shutdown, loss of mesin printer atau apa, Itu bisa sampai 3 juta dolar loss, jadi operasional pabrik itu yang kita harus jaga,” ungkapnya.
Menurutnya, hal tersebut tidak hanya berupa kehilangan pendapatan produksi, tetapi juga menyangkut kepercayaan pelanggan hingga stabilitas pasokan domestik.
Ia menyebut, manajemen memilih untuk menjaga stabilitas, meminimalkan risiko, dan memastikan keberlangsungan produksi.
Langkah ini dilakukan melalui entitas khusus di bawah anak usaha TPIA.
Sementara di sektor kimia, pembangunan pabrik Chlor-Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon telah mencapai progres 33%.
Pabrik tersebut diproyeksikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia dan berpotensi menghemat hingga Rp10 triliun per tahun.
Melalui anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk.
Sebab, Ia menyebut gangguan operasional dapat berdampak sangat signifikan.
Perolehan itu melesat 2.950% dan berbalik dari semula rugi US$58,5 juta pada periode yang sama setahun sebelumnya.
Mengutip keterbukaan informasi, total pendapatan bersih emiten petrokimia milik Prajogo Pangestu itu melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi US$5,1 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini.
Bila dirinci, pendapatan terbesar berasal dari kimia sebesar US$2,7 miliar, naik 132,8% secara tahunan atau year on year (yoy).
Karena ada dinamika, geopolitik, persaingan dari kompetitor, dari produk yang oversupply,” ujarnya dalam acara diskusi melalui manajemen TPIA di Seribu Rasa Gunawarman Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya turut berdampak pada industri petrokimia.
Menurutnya, tantangan industri petrokimia tahun ini datang dari berbagai faktor, antara lain, dinamika geopolitik global, oversupply produk petrokimia, persaingan harga yang ketat.
“Untuk core business kami yaitu di petrokimia, itu dari segi margin masih very challenging.
Chandra Asri)
Jakarta, CNBC Indonesia – PT.
Hal itu tercermin dari sejak tahun lalu perusahaan mulai masuk ke bisnis infrastruktur.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada siklus industri petrokimia, menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil, hingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dibandingkan tahun 2025.
“Untuk (melindungi) income atau mengantisipasi ataupun memberikan hasil yang lebih pasti, Makanya tahun lalu kita sudah masuk ke business infrastructure, Yang dimana tentu ini akan memberikan efek yang lebih besar dibanding tahun 2025,” jelasnya.
Suryandi menuturkan, TPIA akan menjaga keandalan operasional pabrik, khususnya fasilitas di Cilegon dan Singapura.
Analisis mendalam tentang Chandra Asri (TPIA) Ungkap Strategi Bisnis Tahun 2026 akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
