Bos LPS: Spin Off Unit Syariah Bank Gak Boleh Dipaksa

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bos LPS: Spin Off Unit Syariah Bank Gak Boleh Dipaksa yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Kemudian spin off UUS PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Jadi menurut saya, saya sudah bikin studi ya, jadi kalau secara studi itu tidak cukup visible ya dilakukan.

Namun, unit usaha syariah (UUS) dari bank umum konvensional (BUK) di sana lebih berkembang daripada bank umum syariah (BUS).

(BBTN) merger melalui PT Bank Victoria Syariah menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN).

Anggito melanjutkan, merger bank syariah dapat diterapkan pada UUS milik para Bank Pembangunan Daerah (BPD) serta para Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).

Di sisi lain, Anggito menegaskan bahwa penguatan perbankan syariah memang memerlukan peran pemerintah yang kuat.

Kendati begitu dia mengingatkan agar kebijakan tidak hanya berfokus pada pemisahan kelembagaan, melainkan juga mempertimbangkan kesiapan modal dan keberlanjutan bisnis.

“Saya lagi berpikir misalnya sekarang BPD-BPD Syariah.

Menurutnya, spin off yang dipaksakan dapat “mengkerdilkan” skala usaha bank syariah bila tidak diikuti melalui penguatan modal.

Anggito merujuk pada hasil studi yang dilakukannya, menyebut kebijakan spin off tersebut belum tentu membuat bank syariah menjadi lebih sehat dan kompetitif.

BSI Tembus 6 Besar, Pangsa Syariah Naik ke 9%

“Jadi sebetulnya, tapi policy spin-off itu berbeda melalui policy mengenai pemisahan itu di negara-negara lain.

Sebab, bank syariah yang dipaksa spin off justru dapat membuat skalanya lebih kecil secara ukuran dan sulit berkembang.

“Itu yang tadi saya yang kurang setuju.

Lebih baik dipikirkan untuk yang tadi saya bilang, merger dan sebagainya,” kata Anggito kepada wartawan selepas acara tersebut.

Ia melanjutkan, bahwa berdasarkan studi yang ia lakukan, UUS perbankan Indonesia lebih baik dibiarkan tumbuh sendiri.

Ini kalau di merger, jumlahnya lebih dari Rp100 triliun asetnya.

Kecuali dia akan digabung jadi satu,” kata dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 bertema “Pengarustamaan Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional” di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Bank Syariah di Indonesia Bisa Kompetitif Asalkan Lakukan Hal Ini

Mantan Wakil Menteri Keuangan itu mencontohkan keadaan di Arab Saudi, di mana tidak semua bank di sana syariah.

Alih-alih spin off dari BUK, UUS di Arab Saudi justru diperkuat.

“Di Arab Saudi itu tidak begitu, itu tidak semua syariah.

Bahkan UUS itu lebih besar daripada BUS dan konvensionalnya 21%.

Bos LPS: Spin Off Unit Syariah Bank Gak Boleh Dipaksa Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 713779, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260225123608-17-713779/bos-lps-spin-off-unit-syariah-bank-gak-boleh-dipaksa’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 25 February 2026 12:48 Foto: Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu saat menyampaikan pemaparan dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Sharia Investment Forum 2026 di Jakarta, Selasa (24/2/2026).(CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Ketua Dewan Komisioner (DK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu berpendapat bahwa pelepasan atau spin off unit usaha syariah perbankan tidak boleh dipaksakan.

Apalagi, apabila komitmen dari pemegang saham itu tidak ada.

“Kalau spin-off dan akhirnya menghasilkan suatu bank syariah yang kecil, kan akhirnya nggak bisa kompetitif juga.”

Adapun OJK mewajibkan UUS melalui nilai aset telah mencapai 50% dari total aset induknya dan/atau memiliki aset minimal Rp50 triliun untuk spin off.

Hasil studi saya itu [kebijakan spin off] tidak akan sehat ya UUS, akan mengkerdilkan dia.

Kewajiban ini tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) No.12/2023 tentang Unit Usaha Syariah.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260102090958-19-699066/video-tahun-baru-2026-bos-ojk-beberkan-program-penguatan-pasar-modal”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/699066?comscore=off”,”time”:448,”title”:”Video: Tahun Baru 2026, Bos OJK Beberkan Program Penguatan Pasar Modal”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/02/tahun-baru-2026-bos-ojk-beberkan-program-penguatan-pasar-modal-ri-1767320096273_169.png”}]’); Next Article Langkah Awal Pimpin LPS, Anggito Akan Pelajari Hal Ini

Anggito mencontohkan bagaimana pemerintah turun tangan mendorong merger tiga bank syariah milik BUMN, yaitu PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRIΒ Syariah Tbk.

Jadi memang harus ada peran pemerintah,” terang Anggito.

Meski demikian, ia sebagai anggota Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) belum memiliki rencana untuk memberi usulan ke anggota KSSK lainnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengatur spin off UUS perbankan.

Baca: Efek Merger!

Karena pemegang saham pengendalinya nggak mau setor modal.

BPR-BPR Syariah yang sekarang sulit untuk berkembang.

Itu sulit sekali untuk mendapatkan persetujuan dari gubernur, bupati maupun pemegang saham yang lain maupun DPRD.

Biar jalan aja,” tutur Anggito.

Lantas, ia mengatakan pemerintah RI harus turun tangan langsung jika ingin mengembangkan pangsa pasar perbankan syariah Indonesia yang saat ini baru mencapai 9%.

Seperti mendorong merger pada UUS agar dapat bertambah skala ukurannya.

Analisis mendalam tentang Bos LPS: Spin Off Unit Syariah Bank Gak Boleh Dipaksa akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

πŸ“‹ Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *