Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Warren Buffett Borong Saham New York Times Rp6,2 Triliun yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Seluruh aset tersebut dilepas ke penerbit Lee Enterprises senilai US$140 juta tunai.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dari sisi valuasi, saham New York Times bukan tipikal saham murah yang biasanya dipilih Berkshire.
Warren Buffett Borong Saham New York Times Rp6,2 Triliun Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 713324, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260224100835-17-713324/warren-buffett-borong-saham-new-york-times-rp62-triliun’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 24 February 2026 11:20 Foto: finmaster
Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan investasi milik Warren Buffett, Berkshire Hathaway, kembali mempertebal kepemilikan saham di industri surat kabar setelah sebelumnya mengurangi investasi di sektor tersebut.
Faktor penyebabnya adalah MSCI
Meski demikian, kinerja bisnis digital New York Times menunjukkan momentum kuat. yang mengakibatkan Hal ini membuat valuasi New York Times relatif lebih premium.
Baca: Lo Kheng Hong: Beli Saham Jangan
Rowe Price, diikuti Darsana Capital Partners serta AQR Capital Management yang dipimpin Cliff Asness.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Daftar 10 Buku Rekomendasi Warren Buffet, Investor Wajib Baca
Investasi ini dilakukan di tengah disrupsi besar industri media, termasuk gelombang pemutusan hubungan kerja di The Washington Post meskipun dimiliki oleh miliarder Jeff Bezos.
Adapun pemegang saham institusional terbesar meliputi Vanguard, BlackRock, dan T.
Langkah ini ditandai melalui pembelian saham baru di The New York Times Company.
Melansir barrons.com, Berkshire mengungkapkan telah mengakuisisi sedikit lebih dari lima juta saham pada kuartal IV.
Selain itu, paket All Access yang menggabungkan seluruh layanan juga turut menopang kinerja.
Namun, Berkshire tampak lebih optimistis dibanding analis Wall Street.
Perusahaan sebelumnya telah banyak keluar dari investasi media cetak maupun digital.
Berkshire pernah memiliki saham di Graham Holdings, yang dahulu merupakan pemilik Washington Post.
Sahamnya diperdagangkan sekitar 19 kali estimasi EBITDA 12 bulan ke depan.
Sebagai perbandingan, perusahaan media seperti USA Today, Lee Enterprises, dan News Corp-pemilik Barron’s, The Wall Street Journal, serta New York Post-diperdagangkan pada kelipatan EBITDA forward di bawah 10 kali.
Pendapatan langganan digital naik hampir 14% secara tahunan pada kuartal IV, sementara penjualan iklan digital melonjak hampir 25%.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai produk seperti gim populer New York Times, aplikasi memasak, podcast, ulasan teknologi Wirecutter, serta liputan olahraga The Athletic.
Meski bisnis surat kabar masih bergejolak, momentum digital New York Times berpotensi menjadikan investasi ini sebagai taruhan cerdas berikutnya bagi Buffett dan Berkshire.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260218154055-19-711856/video-investasi-bpjamsostek-hadapi-gejolak-pasar-saham-jadi-pilihan”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/711856?comscore=off”,”time”:455,”title”:”Video: Investasi BPJamsostek Hadapi Gejolak Pasar, Saham Jadi Pilihan?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/18/peserta-bpjamsotes-tembus-50-juta-peserta-ojol-freelancer-naik-40-per-tahun-1771405955206_169.png”}]’); Next Article Ingin Investasi Saham?
Kepemilikan sebesar 3,1% itu kini bernilai sekitar US$395 juta atau sekitar Rp6,2 triliun.
Dengan posisi tersebut, Berkshire menjadi pemegang institusional terbesar keenam di perusahaan media tersebut.
Namun belum jelas apakah keputusan investasi ini berasal langsung dari Buffett atau dari manajer investasi Berkshire, Ted Weschler.
Weschler diketahui mengambil tanggung jawab portofolio lebih besar setelah kepergian Todd Combs tahun lalu untuk bergabung melalui JPMorgan Chase.
Kondisi tersebut menegaskan tekanan yang masih membayangi bisnis berita tradisional.
Meski begitu, investasi Berkshire di New York Times sejauh ini menunjukkan hasil positif.
Namun pada 2014, Berkshire menukar kepemilikan tersebut melalui stasiun TV Miami setelah Bezos membeli Washington Post setahun sebelumnya senilai US$250 juta.
Pada 2020, Berkshire juga menjual unit BH Media Group yang memiliki Omaha World-Herald dan 29 surat kabar harian lainnya, serta anak usaha yang memiliki Buffalo News.
Sebelumnya, Combs juga menjabat sebagai CEO GEICO yang merupakan anak usaha Berkshire.
Terlepas dari siapa pengambil keputusan, investasi ini menandai kembalinya Berkshire ke bisnis surat kabar.
Saham perusahaan saat ini diperdagangkan di kisaran US$74,50, naik 7,5% sejak awal tahun dan melonjak 55% dalam 12 bulan terakhir.
Kenaikan ini dibandingkan melalui harga rata-rata sekitar US$62 pada kuartal IV menurut Dow Jones Market Data.
Berdasarkan data FactSet, dari 12 analis yang meliput saham ini, enam memberi rekomendasi beli, lima tahan, dan satu jual.
Target harga rata-rata US$70,75 juga hampir 10% di bawah posisi penutupan saham pada Jumat.
Analisis mendalam tentang Warren Buffett Borong Saham New York Times Rp6,2 Triliun akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
