Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 219 M

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 219 M yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

CNBC Insight Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 219 M Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 711312, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260215150211-17-711312/pasutri-hidup-mewah-di-jakarta-ternyata-hasil-rampok-bank-rp-219-m’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); MFakhriansyah,  CNBC Indonesia 15 February 2026 18:45 Foto: Ilustrasi Bank (CNBC Indonesia/ Edward Ricardo)

Jakarta, CNBC Indonesia – Kehidupan glamor sepasang suami-istri di Batavia pada awal abad ke-20 sempat membuat banyak orang iri.

Artinya jika dikonversi harga emas sekitar 3 juta per gram beberapa waktu lalu, jumlahnya sama melalui Rp 219 miliar.

Pihak bank melakukan investigasi soal masalah tersebut.

Alih-alih menjaga kepercayaan, Sonneveld justru memanfaatkan jabatannya untuk menggelapkan uang bank hingga nilainya setara puluhan miliar rupiah saat ini.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Sonneveld merupakan mantan perwira KNIL atau Tentara Hindia Belanda saat tiba di Batavia.

Bataviaasch Nieuswblad (7 September 2013) melaporkan Sonneveld sempat bertemu melalui temannya saat perjalanan tersebut.

Kepada temannya yang bertanya tujuan perjalanan, ia bilang akan pergi ke Hong Kong melalui Surabaya.

Praktisnya, gaji yang diterimanya cukup besar.

Namun ternyata banyak orang yang terkejut saat mendengar nama A.M Sonneveld terlibat pelanggaran hukum.

Mereka lalu diciduk polisi dan diekstradisi ke Hindia Belanda, tas yang dibawanya kemudian diketahui berisi sisa uang pencurian.

Di Indonesia, ia dibawa ke meja hijau.

Faktor penyebabnya adalah harganya 1,67 gulden gram. yang mengakibatkan Harta Karun Emas-Berlian Kerajaan Rp 6 M Ditemukan di RI

Salah satu berita dari harian Deli Courant (5 September 1913), dia disebutkan mencuri uang nasabah sebesar 122 ribu gulden.

Sebagai informasi, jumlah uang itu bisa membeli 73 kg gram,

Mereka dikenal mapan, bergaya elite, dan tak pernah terlihat kekurangan.

Namun di balik kemewahan itu, tersimpan skandal besar yang akhirnya terbongkar.

Sonneveld mengaku kejahatannya melalui alasan memenuhi keinginan hidup mewah, dan istrinya mengetahui tindakan suaminya serta berupaya menutupinya.

Kemudian diketahui Sonneveld melakukan permainan kotor.

Ternyata, Sonneveld mengetahui kejahatannya telah ketahuan pihak bank.

Saat pensiun, ia bekerja di sebuah bank bernama Nederlandsch Indie Escompto Maatschappi.

Di bank tersebut, ia menjadi kepala bagian yang mengurusi uang nasabah.

Pada September 1913, banyak koran di Hindia Belanda melaporkan tindakan melanggar hukum pegawai bank di Batavia, yang ternyata Sonneveld.

Pilihan Redaksi

  • Harga Perak Kembali Bangkit, Tapi Sepekan Masih Loyo
  • Purbaya Menduga Ada Oknum Bea Cukai Terlibat Kasus Tiffany & Co
  • Heboh!

    Ia memiliki posisi penting di sebuah bank besar pada masa Hindia Belanda, yang memberinya akses langsung terhadap dana nasabah dalam jumlah besar.

    Posisi strategis itulah yang kemudian disalahgunakan.

    Ia dan istri memilih kabur ke luar kota jauh sebelum ditetapkan sebagai tersangka, dan pihak kepolisian menetapkan keduanya sebagai buronan.

    Deskrips fisiknya diberitakan di banyak koran dan tempat.

    Sonneveld dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan istrinya selama tiga tahun.

    (fab/fab)
    [Gambas:Video CNBC]
    var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260212104009-19-710513/video-ekspansi-elnusa-2026-bisnis-ccus–manfaatkan-ai-sektor-migas”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/710513?comscore=off”,”time”:504,”title”:”Video: Ekspansi Elnusa 2026: Bisnis CCUS – Manfaatkan AI Sektor Migas”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/12/ekspansi-elnusa-2026-incar-bisnis-ccus-hingga-manfaatkan-ai-genjot-produksi-migas-1770869341504_169.png”}]’); Next Article Hidup Tajir di Jakarta, Suami Istri Ketahuan Tilep Rp 87 M Uang Bank

    Temannya itu lalu melaporkan cerita itu ke polisi, dan pihak kepolisian Hindia Belanda menghubungi polisi Hong Kong.

    Hasilnya Sonneveld dan istrinya berhasil ditangkap saat menginjakkan kaki di Hong Kong.

    Ini membantu penemuan Sonneveld yang ternyata kabur ke Bandung menggunakan kereta api dari Meester Cornelis atau kini bernama Jatinegara.

    Dari sana, ia dan istri melanjutkan perjalanan ke Surabaya menggunakan kereta api.

    Perjalanan itu ia sebut sebagai studi banding ke cabang Bank Escompto yang berada di Hong Kong.

    Namun temannya tahu informasi itu hanya kebohongan sementara.

    Analisis mendalam tentang Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 219 M akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

    📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Pasutri Hidup Mewah di Jakarta, Ternyata Hasil Rampok Bank Rp 219 M”.

    Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *