Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Tak Cukup RBC, Kesehatan Asuransi Harus Diukur dari 2 Aspek Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Freepik)
Jakarta, CNBC Indonesia – Industri asuransi memang telah dirancang melalui prinsip dasar keseimbangan antara aset dan kewajiban (liability).
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Di sisi lain, perlu diukur melalui likuiditas dan kombinasi rasio.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); Baca: Pengusaha Hotel Dibuat Bingung, Bilang PHK Masih Terjadi-Pasar Turun
“Bukan cuma sekedar RBC, tetapi likuiditas perlu. sedangkan Meskipun RBC telah mencerminkan kemampuan pembayaran klaim,
Kalau ternyata combine ratio-nya lebih besar dari premi murninya, bebannya besar pada masyarakat,” ucapnya.
Perusahaan yang memiliki manajemen risiko baik, likuiditas kuat, dan efisiensi terjaga seharusnya mendapat insentif berupa iuran penjaminan yang lebih kecil.
Karena harus ada dana yang cukup saat klaim hari ini,” ujarnya dalam RDPU Panja RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan (PPSK) di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Achmad menjelaskan, dalam praktik asuransi, penetapan tarif premi harus berbasis aktuaria dan statistik risiko.
Kita lihat yang sudah kelihatan dari statistik,” ucapnya.
Ia melanjutkan, meskipun RBC tetap menjadi indikator penting, aspek likuiditas tak kalah penting.
Rasio ini mengukur perbandingan antara biaya klaim, biaya administrasi, dan biaya akuisisi terhadap premi yang diterima.
“Jadi berapa ratio biaya, berapa ratio akuisisimu dibandingkan melalui preminya.
Menurutnya, likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban klaim secara cepat tanpa mengganggu operasional.
“Tidak bisa kemudian hari ini ada klaim, tiba-tiba dia harus menjual bangunan, menjual gedung, kantornya, itu tidak mungkin.
Tak Cukup RBC, Kesehatan Asuransi Harus Diukur dari 2 Aspek Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 710693, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260212153736-17-710693/tak-cukup-rbc-kesehatan-asuransi-harus-diukur-dari-2-aspek-ini’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, CNBC Indonesia 12 February 2026 16:17 Foto: Ilustrasi Garansi Bank.
Nah itu adalah tahap-tahapannya yang memang memerlukan koordinasi baik antara regulator industri perasuransian,” tutupnya.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20251229144701-19-698001/video-tantangan-potensi-reasuransi-hadapi-perubahan-iklim–bencana”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/698001?comscore=off”,”time”:444,”title”:”Video: Tantangan & Potensi Reasuransi Hadapi Perubahan Iklim – Bencana”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2025/12/29/tantangan-potensi-bisnis-reasuransi-hadapi-perubahan-iklim-bencana-alam-1766995401822_169.png”}]’); Next Article Video: Strategi Asuransi Genjot Profit Hadapi Lonjakan Inflasi Medis
Jadi tidak cuma sekedar RBC, tapi juga likuiditas kecepatan dia untuk mendapatkan uang dalam bayar klaim,” jelasnya.
Selain RBC dan likuiditas, Achmad menyoroti pentingnya kombinasi rasio.
Ia memberi contoh perbedaan premi kendaraan roda dua dan roda empat.
Asuransi Asei Indonesia Achmad Sudiyar Dalimunthe yang mewakili pelaku usaha asuransi mengatakan, melihat kesehatan perusahaan asuransi tidak cukup hanya dari RBC semata.
Sebaliknya, perusahaan melalui tata kelola kurang baik dapat dikenakan iuran lebih besar sebagai bentuk disiplin pasar.
“Tinggal dilihat bagaimana saat ternyata pelaksanaan resolusinya.
Keseimbangan tersebut diukur secara kuantitatif melalui indikator Risk Based Capital (RBC).
Direktur Utama PT.
Dengan dasar aktuaria yang kuat, perusahaan asuransi seharusnya mampu menjaga kecukupan modal dan stabilitas keuangannya.
“Jadi kalau dia (perusahaan) menetapkan tarif di bawah itu, sudah pasti dia tidak akan bisa membayar.
Analisis mendalam tentang Tak Cukup RBC, Kesehatan Asuransi Harus Diukur dari 2 Aspek Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Tak Cukup RBC, Kesehatan Asuransi Harus Diukur dari 2 Aspek Ini”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
