Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Meski Moody’s Pangkas Rating, Pefindo Pede Obligasi Tembus Rp196 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Sementara, penerbitan perusahaan swasta mencapai Rp146,8 miliar.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
pefindo)
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemangkasan rating kredit Indonesia oleh lembaga internasional Moody’s disebut tidak akan terlalu memengaruhi proyeksi penerbitan obligasi di Indonesia.
Dari sisi cost of funds, kenaikan yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun belakangan ini juga belum kembali ke level awal 2025.
Dengan demikian, biaya dana pada awal tahun ini dinilai masih relatif lebih murah dibandingkan periode awal 2025 lalu.
Secara keseluruhan, kondisi pasar surat utang disebut tidak seburuk yang dikhawatirkan meskipun terdapat sentimen negatif dari perubahan outlook Moody’s.
Sebagai gambaran, di tahun 2025 Pefindo mencatat penerbitan obligasi berjumlah Rp284,3 triliun, atau melampaui rekor terakhir tahun 2017.
Dari sisi jenis perusahaan, obligasi yang diturunkan oleh grup BUMN menerbitkan Rp137,5 miliar yang mana sebagian besarnya memang diterbitkan oleh Danantara.
Meski Moody’s Pangkas Rating, Pefindo Pede Obligasi Tembus Rp196 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 710194, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260211132830-17-710194/meski-moodys-pangkas-rating-pefindo-pede-obligasi-tembus-rp196-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini, CNBC Indonesia 11 February 2026 14:55 Foto: Logo Pefindo.
Berdasarkan tujuan penerbitannya, penerbitan surat utang ini banyak digunakan untuk refinancing modal kerja dan investasi.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260204133928-19-708127/video-saham-ditinggalkan-surat-utang-purbaya-diburu”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/708127?comscore=off”,”time”:407,”title”:”Video: Saham Ditinggalkan, Surat Utang Purbaya Diburu”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/04/speedesk-saham-ditinggalkan-surat-utang-purbaya-diburu-1770191633906_169.png”}]’); Next Article Pasar Bergairah, Penerbitan Obligasi Meningkat 11% Lebih
Ketika pemangkasan suku bunga dihentikan pada Oktober, yield sempat mengalami lonjakan tipis atau cenderung mendatar dibandingkan penurunan pada tiga kuartal sebelumnya.
“Jadi sejauh ini kalau dari kami sendiri untuk terkait melalui outlook, kami masih berpegang pada angka tersebut, dan meskipun di awal tahun ini relatif cukup banyak gonjang-ganjingnya, atau dari sisi tantangannya di pasar surat utang sendiri, kami tetap optimis kalau proyeksi kami masih bisa dicapai di tahun ini,” ungkap Suhindarto kepada wartawan, Rabu, (11/2/2026).
Dengan asumsi ini, Pefindo mempertahankan proyeksi penerbitan obligasi korporasi di kisaran Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun.
Ia membandingkan ketidakpastian saat ini dengan periode sebelumnya seperti 2021 ketika isu kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan dinamika politik global masih tinggi.
Penerbitan pasar surat utang domestik diprediksi tetap mencapai Rp154 triliun hingga Rp196,86 triliun tahun ini.
Chief Economist Pefindo Suhindarto menilai perubahan outlook Moody’s dari stable menjadi negatif lebih disebabkan oleh persoalan kebijakan dan komunikasi kebijakan yang memunculkan risiko terhadap pengelolaan fiskal.
Namun demikian, hal tersebut masih sebatas risiko dan fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih relatif lebih baik.
Baca: IHSG Sesi 1 Ditutup Melesat 1,6%, 556 Saham Naik
Ia menjelaskan penurunan yield obligasi sebelumnya sudah sangat tajam seiring pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 125 basis poin.
Analisis mendalam tentang Meski Moody’s Pangkas Rating, Pefindo Pede Obligasi Tembus Rp196 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Meski Moody's Pangkas Rating, Pefindo Pede Obligasi Tembus Rp196 T”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
