Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Sosok Gang of Four Penguasa Ekonomi RI sebelum Sembilan Naga yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Karena dibekingi Soeharto, bisnisnya pun semakin jaya.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sejak tahun 1960, Salim sudah dikenal sebagai pengusaha ulung.
Sebelumnya, ia hanya pegawai biasa melalui gaji Rp400 rupiah.
Kebetulan, Dwi sedang piket menjaga rumah Soeharto yang kebetulan masih sepupunya.
Dwi, sebagaimana dipaparkan Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong’s Salim Group (2014), melihat Salim berbincang melalui saudaranya itu selama satu jam.
Namun jauh sebelum istilah itu populer, pada era Orde Baru dikenal kelompok pengusaha yang dijuluki “Gang of Four” atau “Empat Sekawan”, yang kala itu dianggap memegang kendali penting dalam roda ekonomi nasional.
Sebutan “Gang of Four” berawal dari pertemuan empat tokoh bisnis, yakni Sudono Salim, Sudwikatmono, Ibrahim Risjad, dan Djuhar Sutanto, sekitar tahun 1968.
Mereka terlibat dalam pendirian Indocement, Indomilk, Indofood, Indomobil, dan Indomaret.
Faktor penyebabnya adalah Pak Harto telah mengusulkan nama saya. yang mengakibatkan Dia meminta saya untuk bergabung dalam bisnisnya
Sekali waktu di tahun 1963, Salim yang memang dekat melalui Soeharto, dipanggil ke kediaman Jenderal itu di Menteng.
Pertemuan keempatnya terjadi secara tidak direncanakan.
Baca: Raja Gula Dunia dari RI, Bisnis Runtuh dalam Semalam
Pertemuan Salim & Sudwikatmono
Cerita bermula dari pertemuan Salim dan Sudwikatmono.
Saat hendak pulang, Salim tiba-tiba meminta Dwi datang ke kantornya di Jl.
Maka, untuk mengatasi ini Soeharto menunjuk Dwi sebagai jaminan.
Dwi tak bisa menolak.
Masing-masing dari mereka pun kemudian mendirikan gurita bisnisnya tersendiri, tanpa melupakan bisnis intinya di Salim Group.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260209125936-19-709462/video-saham-konglo-rebound-ihsg-berhasil-sentuh-level-8000-an”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/709462?comscore=off”,”time”:360,”title”:”Video: Saham Konglo Rebound, IHSG Berhasil Sentuh Level 8.000-an”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/09/saham-konglo-rebound-ihsg-berhasil-sentuh-level-8000-an-1770617073447_169.png”}]’); Next Article Haji Isam Berharta Rp101 Triliun, Kok Tak Masuk Daftar Orang Terkaya?
Singkat cerita, Bintang Lima mengalami pecah kongsi.
Salim dan Djuhar menekuni dunia perdagangan, sementara Sudwikatmono, yang akrab disapa Dwi, serta Risjad bekerja sebagai pegawai di perusahaan.
Keduanya cocok dan memiliki pandangan sama dalam bisnis.
Dua tahun kemudian, Salim dan Dwi bertemu melalui Djuhar.
Karena bersentuhan melalui militer, maka sudah pasti Soeharto terlibat.
Lalu, keempatnya kemudian tergabung dalam Salim Group dan menduduki jabatan penting.
Sebelumnya, mereka tidak saling mengenal dan menjalani aktivitas masing-masing.
Seorang taipan bernama Djuhar Sutanto yang memiliki peran penting di perusahaan diperkenalkan ke Salim oleh Soeharto.
Jadi, untuk urusan administrasi, keduanya menggunakan nama Sudwikatmono dan pegawai Waringin, bernama Ibrahim Risjad.
Kegiatan utama Waringin adalah perdagangan kopi dan produk primer serta memproduksi karet remah di Sumatra
Ketika Liem dan Djuhar sudah menjadi WNI dan Soeharto resmi jadi presiden, bisnisnya semakin tancap gas.
Faktor penyebabnya adalah tidak pernah mendapat uang sebanyak itu. yang mengakibatkan Dia jelas bak tertimpa durian runtuh
Sejak saat itu, hubungan Salim-Dwi semakin erat.
Tercipta ‘Gang of Four’
Pada tahun 1966, ada perusahaan bernama Kongsi Bintang Lima yang dekat melalui militer.
Saat itu, kedua taipan itu belum jadi warga negara Indonesia.
Asemka esok hari.
“Keesokan harinya, saya bertemu melalui Om Liem.
Alhasil, dia menerima permintaan dan masuk ke dalam perusahaan milik yayasan Soeharto, PT.
Bisnisnya bergerak di sektor manufaktur dan ekspor-impor.
Istimewa)
Jakarta, CNBC Indonesia – Istilah “9 naga” kini kerap digunakan untuk menggambarkan sembilan pengusaha yang disebut-sebut memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia.
Kemudian, Djuhar dan Liem mengambil alih CV Waringin dan mengubahnya menjadi Perseroan Terbatas.
Saya ditawari gaji bulanan Rp1 juta dan saham di perusahaan,” tutur Dwi kepada Richard Borsuk dan Nancy Chng.
Baca: Masuk Lingkaran Istana, Calon Wamen Ini Ternyata Mata-Mata Israel
Dwi terkejut.
CNBC Insight Sosok Gang of Four Penguasa Ekonomi RI sebelum Sembilan Naga Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 709234, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260208125255-17-709234/sosok-gang-of-four-penguasa-ekonomi-ri-sebelum-sembilan-naga’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); M Fakhri, CNBC Indonesia 08 February 2026 17:15 Foto: Liem Sioe Liong atau dikenal melalui nama Indonesia Sudono Salim, adalah seorang pengusaha Indonesia.
Faktor penyebabnya adalah Salim belum jadi orang Indonesia. yang mengakibatkan Belakangan, Pak Harto memaparkan kalau alasan penunjukan itu
Sektor-sektor bisnis di perusahaan ini kemudian menguasai pasar Indonesia.
Analisis mendalam tentang Sosok Gang of Four Penguasa Ekonomi RI sebelum Sembilan Naga akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “Sosok Gang of Four Penguasa Ekonomi RI sebelum Sembilan Naga”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
