Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Bikin ‘PINISI’ Buat Dorong Kredit UMKM RI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Hal ini mempengaruhi penyaluran kredit di sektor UMKM.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
BI Bikin ‘PINISI’ Buat Dorong Kredit UMKM RI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 709360, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20260209084428-17-709360/bi-bikin-pinisi-buat-dorong-kredit-umkm-ri’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); haa, CNBC Indonesia 09 February 2026 09:15 Foto: Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Alexander Lubis.
Baca: Gentengisasi sebagai Simbol Keadilan Sosial dan Kecerdasan Pembangunan
Departemen Kebijakan Makroprudensial Alexander Lubis mengungkapkan sejak pandemi Covid-19, sektor UMKM ternyata belum sepenuhnya pulih.
perumahan, ketahanan dan hilirisasi pangam pertanian, MBG, industri dan hilirisasi SDA.
Pada bulan tersebut, pertumbuhan kredit UMKM tercatat masih 1,82% dan turun signifikan menjadi hanya 1,3% pada Agustus 2025.
Pada kuartal I, BI akan melakukan kick off PINISI dan dilanjutkan melalui sinergi pada kuartal II, kemudian a road to harvesting pada kuartal III dan harvesting program PINISI pada kuartal akhir 2026.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260128093609-19-705902/video-gubernur-bi-pede-masih-ada-ruang-penurunan-bi-rate-di-2026″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/705902?comscore=off”,”time”:144,”title”:”Video: Gubernur BI "Pede", Masih Ada Ruang Penurunan BI Rate di 2026″,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/28/gubernur-bi-pede-masih-ada-ruang-penurunan-bi-rate-di-2026-1769569079346_169.png”}]’); Next Article Kredit Tumbuh 7,56% per Agustus 2025, Segmen Konsumer Melambat
Kementerian PU, OJK, Kementerian Keuangan, SMF, Kementerian PKP, Danantara, Bappenas, Kementerian ESDM, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian dan BKPM.
Adapun, K/L dan lembaga yang terlimbat a.l.
(CNBC Indonesia/Hadijah Alaydrus)
Jakarta, CNBC Indonesia – Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mengalami tekanan pada tahun lalu.
Dampak dari hal tersebut adalah dari sisi bank harus menyesuaikan lending appetite-nya,” papar Alexander, dalam Editor’s Briefing di Pontianak, Kalimantan Barat (6/2/2026).
Melihat kondisi ini, Alexander mengungkapkan BI pun menginisiasi Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI). akibat
“Peningkatan risiko kredit di UMKM
Pada akhir 2025, pangsa pasar kredit UMKM tercatat sebesar 17,49% atau turun jika dibandingkan 19,24% pada 2024 dan 20,55% pada 2023.
Bank Indonesia (BI) mencatat kredit UMKM terkontraksi hingga 0,3% secara tahunan (year on year/yoy) pada Desember 2025.
Adapun, pertumbuhan kredit UMKM ini tercatat rendah sejak Juli 2025.
“PINISI percepatan intermediasi Indonesia.
Ini adalah program yang akan dikedepankan bank sentral pada 2026 guna percepatan intermediasi kebijakan BI terhadap penyaluran kredit.
Baca: Catat Fundamental Solid, Bank Mandiri Perkuat Intermediasi
Program ini akan melibatkan kementerian dan lembaga hingga pemerintah daerah untuk mempertemukan antara sisi permintaan dan penyaluran kredit.
Sektor ini diwarnai oleh peningkatan risiko kredit.
Kami mencoba melakukan berbagai program di dalam PINISI, tekniknya sedang kami bicarakan,” kata Alexander.
Dia memaparkan program PINISI meliputi penguatan transmisi kebijakan makroprudensial BI, bridging program pasokan likuiditas dan mendorong permintaan kredit, debottlenecking kredit atau pembiayaan sektor prioritas, serta membangun sinergi efektif melalui kementerian/lembaga (K/L) dan pelaku industri, serta meningkatkan optimisme pelaku usaha dan masyarakat.
BI sudah memetakan berbagai program PINISI yang akan dijalankan per kuartalnya pada tahun ini.
Pertumbuhan kredit UMKM ini terus turun dan terkontraksi hingga akhir tahun.
Sejalan melalui itu, pangsa pasar kredit UMKM terhadap total kredit perbankan terus tergerus.
Per Oktober 2025, nonperforming loan (NPL) UMKM berada di level 4,51%.
Analisis mendalam tentang BI Bikin ‘PINISI’ Buat Dorong Kredit UMKM RI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini dirangkum dari cnbcindonesia.com dengan judul asli “BI Bikin 'PINISI' Buat Dorong Kredit UMKM RI”.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
