BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Dengan demikian, kenaikan harga di tingkat produsen tidak harus langsung tercermin dalam kenaikan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen.

Meski demikian, BI tetap mencermati potensi rambatan kenaikan harga produsen terhadap inflasi konsumen.

BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 782013, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261103175920-17-782013/bi-ungkap-beda-inflasi-produsen-dan-konsumen-ini-penjelasannya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Dovana Hasiana,  CNBC Indonesia 03 November 2026 18:11 Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) menjelaskan kenaikan inflasi di tingkat produsen hingga sekitar 7% tidak serta-merta akan diteruskan kepada konsumen.

Sementara itu, inflasi produsen mencerminkan perkembangan harga barang di tingkat produsen melalui komposisi komoditas yang berbeda.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Aset Kripto Masih Menarik, Investor 23,48 Juta, Transaksi Rp 30,5 T

“Jadi satu hal yang perlu kita bedakan adalah inflasi di produsen dan konsumen.

Faktor penyebabnya adalah komoditas yang dikonsumsi masyarakat tidak selalu sama dengan komoditas yang menjadi komponen penghitungan inflasi produsen. yang mengakibatkan Produsen kumpulan komoditasnya berbeda dan faktor yang memengaruhi produsen dan konsumen juga berbeda,” ujar Destry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Kuartal III-2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Destry mencontohkan, meskipun inflasi di tingkat produsen mengalami kenaikan hingga 7%, kondisi tersebut tidak otomatis membuat inflasi konsumen meningkat dengan besaran yang sama.

Hal ini tercermin dari inflasi konsumen Indonesia yang tercatat sebesar 3,23% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Oktober 2026.

Menurut Destry, perbedaan tersebut terjadi

Jadi respons kebijakan akan berbeda tergantung sumber inflasinya,” tegas Destry.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261029134807-19-780579/video-nasib-komoditas-utama-di-tengah-gejolak-global”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/780579?comscore=off”,”time”:499,”title”:”Video: Nasib Komoditas Utama di Tengah Gejolak Global”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/29/nasib-komoditas-utama-di-tengah-gejolak-global-1793257062950_169.png”}]’); Next Article Meleset dari Ramalan Pasar!

Jika kenaikan tersebut berlangsung dalam jangka menengah hingga panjang, terutama apabila komposisi barang yang diperhitungkan relatif sama, kondisi ini dapat menjadi perhatian.

“Kalau pertanyaannya apakah mengkhawatirkan, kalau ini berlangsung dalam jangka panjang…menengah panjang lah, kemudian kita juga melihat komposisi dari barang yang mungkin sama, tentu itu juga perlu menjadi perhatian kita,” katanya.

Destry menjelaskan, transmisi kenaikan harga dari produsen ke konsumen masih dapat diredam dalam periode tertentu.

Faktor penyebabnya adalah ketersediaan barang yang terbatas, penanganannya perlu diarahkan pada perbaikan sisi pasokan.

Sebaliknya, jika inflasi bersumber dari tingginya permintaan (demand), seperti konsumsi masyarakat yang meningkat terlalu tinggi, respons kebijakan perlu diarahkan untuk mengendalikan permintaan tersebut.

“Kalau dari sisi supply, inflasi naik karena barang tidak ada, itu harus di-address dari sisi supply, bukan demand. yang mengakibatkan Namun, apabila tekanan harga berlangsung cukup lama, dampaknya terhadap konsumen perlu diantisipasi.

Lebih lanjut, Destry menekankan bahwa respons kebijakan terhadap inflasi juga harus mempertimbangkan sumber tekanan harga atau source of inflation.

Apabila inflasi disebabkan oleh faktor pasokan (supply), misalnya

Kalau demand, permintaan tinggi, konsumsi tinggi, harus di-address, berarti direm konsumsinya.

Pasalnya, komoditas yang masuk dalam perhitungan inflasi produsen dan konsumen berbeda, begitu pula faktor yang memengaruhi pergerakan harganya.

Seperti diketahui, dari data BPS, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) dan Indeks Harga Produsen (IHP) tercatat mengalami inflasi sebesar 7% dan 6,94% secara tahunan atau year on year (yoy).

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pengukuran inflasi yang umum menjadi perhatian masyarakat dan otoritas moneter adalah inflasi konsumen.

Analisis mendalam tentang BI Ungkap Beda Inflasi Produsen dan Konsumen, Ini Penjelasannya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *