Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Andalkan Empat Segmen Bisnis Utama, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global,” tambah Nanang.
š Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Baca: Tak Cuma MSCI!
Kinerja arus kas tetap terjaga melalui pengelolaan kas yang disiplin, di tengah penyesuaian pembayaran operasional dan karyawan, termasuk pembayaran terkait program pensiun dini (Early Retirement Program/ERP) guna mendorong struktur organisasi lebih efektif, dan produktif.
Pada pilarĀ Streamlining, hingga kuartal III 2026 Telkom merampungkan penataan 14 entitas, yang mencakup divestasi 3 entitas, penutupan 9 entitas, serta penggabungan 2 entitas.
Melalui langkah ini, lebih dari 90% aset jaringan TelkomGroup dikonsolidasikan ke InfraNexia untuk dikembangkan melalui model bisnis carrier-neutralĀ danĀ open-access, yang memungkinkan pemanfaatan infrastruktur secara lebih optimal serta membuka peluang komersialisasi dan kemitraan strategis.
“Kami optimistis dapat menutup tahun 2026 melalui kinerja yang semakin solid dan prima.
Sementara itu, laba bersih normalisasi perseroan meningkat 3,9% YoY menjadi Rp16,5 triliun denganĀ marginĀ 14,6%.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Direktur Utama Telkom,Ā Nanang Hendarno menyampaikan bahwa, perseroan terus menjalankan arah strategis TLKM 30, melalui fokus pada penguatan bisnis inti dan pelaksanaan transformasi yang memberikan manfaat.
“Transformasi yang kami jalankan berfokus pada pertumbuhan sekaligus penguatan fundamental bisnis untuk jangka panjang.
Kami melihat konsumsi masyarakat terhadap layanan data terus meningkat, seiring kebutuhan akan layanan digital yang semakin andal,” ungkap dia dikutip dari keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
“Tren ini merupakan peluang bagi TelkomGroup untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan nilai dari kapabilitas konektivitas dan infrastruktur yang dimiliki.
Mitratel mencatatkan pendapatan bisnis menara telekomunikasi dan FTTT sebesar Rp7,01 triliun atau tumbuh 1,8% YoY.
Berkat efektivitas pengelolaan biaya yang semakin baik, Mitratel membukukan EBITDA sebesar Rp5,81 triliun, naik tipis dari tahun sebelumnya, dan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun, melalui margin EBITDA danĀ marginĀ laba bersih yang stabil masing-masing di angka 82,9% dan 22,2%.
Sejalan dengan pengembangan infrastruktur digital, NeutraDC mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17% YoY menjadi Rp1,39 triliun hingga September 2026, dengan EBITDA meningkat 35% YoY dan margin EBITDA mencapai 40,9%.
Pertumbuhan ini didukung kontribusiĀ data centerĀ di Singapura dan Cikarang, seiring peningkatan kebutuhan pelanggan dan komputasi berbasis AI melalui layanan Neutra Compute.
Segmen usaha kecil dan menengah (Small Medium Enterprises/SME) menjadi penggerak utama pertumbuhan, melalui pendapatan meningkat 10,2% YoY menjadi Rp3,3 triliun.
Andalkan Empat Segmen Bisnis Utama, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 781557, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261102145554-17-781557/andalkan-empat-segmen-bisnis-utama-telkom-raup-pendapatan-rp1135-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Khoirul Anam, CNBC Indonesia 02 November 2026 15:10 Foto: dok Istimewa //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC IndonesiaĀ – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mempertahankan pertumbuhan kinerja di sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Di segmen B2BĀ Infrastructure, pendapatan tumbuh 5,5% YoY menjadi Rp7,1 triliun, didukung oleh layananĀ data center, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur TelkomGroup.
Dari sisi investasi,Ā TelkomGroup merealisasikan capex sebesar Rp15,7 triliun denganĀ capex-to-revenue ratioĀ sebesar 13,8%.
Pengembangan ini turut mendukung posisi Batam sebagaiĀ hubĀ kabel laut yang terintegrasi melalui fasilitasĀ data centerĀ NeutraDC.
“Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut danĀ hubĀ Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia.
Sebanyak 94,3% capex dialokasikan pada segmen B2C dan B2BĀ InfrastructureĀ guna memperluas kapabilitas konektivitas digital.
“Melalui TLKM 30, kami terus menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis TelkomGroup, denganĀ streamliningĀ sebagai prioritas utama tahun ini.
Menutup kuartal III 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun, atau tumbuh 3,5% secara tahunan (YoY)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kontribusi bisnis data, internet and ITservicesĀ yang naik sebesar 8,3% YoY menjadi Rp71,5 triliun.
Karena itu, kami terus menyiapkan bisnis yang lebih adaptif dan terintegrasi agar mampu menangkap peluang industri digital ke depan,” tambah Nanang.
Empat Segmen Bisnis Utama Catatkan Pertumbuhan Positif
Pada segmen B2C (MobileĀ danĀ Fixed Broadband), Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp81,6 triliun, tumbuh 3,5% YoY.
Pertumbuhan ini terutama didukung pendapatan jaringan yang naik 50,2% YoY menjadi Rp1,37 triliun, seiring penguatan layanan konektivitas internasional bagiĀ global hyperscalersĀ danĀ global carriers.
Di sisi infrastruktur, Telin terus memperluas konektivitas internasional melalui pengembangan kabel laut, termasuk ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026 dan proyek INSICA yang ditargetkan siap beroperasi pada kuartal IV 2026.
Meski demikian, sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan secara kuartalan.
Pada kuartal III 2026, jumlah pelanggan IndiHome meningkat 1,2% QoQ menjadi 9,63 juta, sementara ARPU naik 3,2% QoQ menjadi Rp217.700.
Baca: Neraca Dagang Surplus US$3,36 M di September, Batu Bara & CPO Andalan!
Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses dan kualitas layanan, memfokuskan portofolio pada bisnis inti, mengoptimalkan nilai aset melalui monetisasi dan kolaborasi strategis, serta memperkuat peran Telkom sebagaiĀ strategic holdingĀ guna mendorong sinergi dan penciptaan nilai jangka panjang.
Dalam pilarĀ Operational and Service Excellence, TelkomGroup terus menjaga disiplin pengelolaan biaya dan arus kas guna mendukung efisiensi operasional, keberlanjutan investasi, serta kualitas layanan.
Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan pelanggan Indibiz sebesar 10,9% YoY menjadi 771,1 ribu pelanggan.
Bisnis konektivitasĀ High-Speed InternetĀ (HSI) Telkom Solution juga mengalami pertumbuhan 6,2% YoY pada periode ini.
Kinerja segmenĀ InternationalĀ turut mencatatkan pertumbuhan positif, melalui pendapatan meningkat 5,8% YoY menjadi Rp8,9 triliun.
Ini 20 Drama yang Buat IHSG Babak Belur Sepanjang 2026
StreamliningĀ Jadi Prioritas, TelkomGroup Percepat Eksekusi Transformasi TLKM 30
Telkom terus menjalankan transformasi melalui inisiatif strategis TLKM 30 melalui empat pilar, yakniĀ Operational and Service Excellence,Ā Streamlining,Ā Unlock Value, danĀ Modus-operandi Shift.
Ke depan, NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitasĀ data centerĀ hingga 400 megawatt (MW), melalui aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW) untuk mengantisipasi tingginya permintaan pasar terhadap layananĀ data center.
Untuk mendukung rencana tersebut, TelkomGroup tengah menjajaki kemitraan strategis untuk memperkuat kapabilitas teknis, akses pasar, dan pendanaan.
Segmen B2B ICT membukukan pendapatan sebesar Rp11,2 triliun, meningkat 3,1% YoY.
Hasilnya, ARPU seluler Telkomsel tumbuh 7,1% YoY menjadi Rp45.400, disertai peningkatanĀ data yieldĀ sebesar 6,5% YoY.
Sementara itu, pendapatan bisnis IndiHome tercatat Rp19,1 triliun, salah satunya seiring melalui penataan basis pelanggan.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA tumbuh sebesar Rp55,5 triliun atau tumbuh 2,0% YoY, denganĀ marginĀ EBITDA sebesar 48,9%.
Laba bersih pada periode ini tercatat sebesar Rp14,4 triliun denganĀ marginĀ laba bersih 12,7%.
Dampak dari hal tersebut adalah setiap inovasi dan kapabilitas yang kami kembangkan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi pelanggan dan masyarakat,” tutup Nanang.
(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20260820130415-19-760910/video-telkom-rampingkan-anak-usaha-dari-68-jadi-18-entitas”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/760910?comscore=off”,”time”:47,”title”:”Video: Telkom Rampingkan Anak Usaha, Dari 68 Jadi 18 Entitas”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/08/20/telkom-rampingkan-anak-usaha-dari-68-jadi-18-entitas-1787215687030_169.png”}]’); Next Article Transformasi Danantara & TLKM30: Pendapatan & Laba Telkom Tumbuh Kuat akibat Sejalan dengan itu, TelkomGroup akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkanĀ customer experienceĀ terbaik,
Penataan portofolio dan penyelarasan peran antar entitas menjadi langkah penting untuk membawa TelkomGroup menjadi organisasi yang lebihĀ lean, simple, dan agile, serta semakin fokus pada bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” lanjut Nanang.
Salah satu tonggak penting dalam agendaĀ Unlock ValueĀ adalah rampungnya pemisahan aset dan bisnisĀ wholesale fiber connectivityĀ ke InfraNexia pada 30 September 2026.
Sementara di Telkomsel, pertumbuhan pendapatan tercatat sebesar 1,8% YoY menjadi Rp82,9 triliun, terutama ditopang oleh bisnis digital yang tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp60,7 triliun.
Pertumbuhan ini didukung pengelolaan nilai pelanggan, penyederhanaan produk, serta penerapan strategi komersial yang disiplin untuk memperkuat monetisasi layanan seluler seiring pergeseran pola konsumsi pelanggan menuju layanan digital.
Analisis mendalam tentang Andalkan Empat Segmen Bisnis Utama, Telkom Raup Pendapatan Rp113,5 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
š Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
š¢ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
š Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
š¢ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
ā ļø Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
