Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Kripto Terbesar Binance Kena Hack Rp111 T, Apakah Kripto Aman? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Bursa Kripto Terbesar Selidiki Dugaan Peretasan Rp 50,3 T
Sebenarnya, para pakar menilai insiden keamanan di industri kripto bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Sebelumnya Di Binance dan Polymarket telah meyakinkan pengguna bahwa investor yang terdampak akan mendapatkan penggantian dana.
“Saya sebenarnya berpikir tidak akan ada pengguna yang kehilangan uang.
Dampak dari hal tersebut adalah mereka dapat tunduk pada standar perlindungan keamanan siber yang berlaku di pasar keuangan AS.
“Mereka tidak memiliki jenis perlindungan yang sama seperti yang kami miliki di pasar keuangan,” kata Selig.
Profesor sekaligus direktur Crypto and Society Lab di University of Pennsylvania, Brett Falk, menilai sebenarnya regulasi AS belum tentu dapat mencegah insiden seperti yang terjadi di Binance. akibat Ia mengatakan regulator ingin menyediakan jalur bagi bursa kripto untuk mendaftar secara resmi kepada CFTC
Terutama mengenai keamanan penyimpanan aset digital di platform perdagangan kripto.
Peretasan yang memengaruhi aset senilai US$6,3 miliar (Rp111,8 triliun) tersebut disebut sebagai “pencurian kripto terbesar dalam sejarah”.
Binance mengalami insiden pada platform internasionalnya.
Sementara itu, bursa kripto terpusat Binance yang beroperasi secara teregulasi di AS tidak mengalami masalah serupa.
Internasional Bursa Kripto Terbesar Binance Kena Hack Rp111 T, Apakah Kripto Aman?
Namun, tidak ada perlindungan serupa bagi dana yang hilang akibat peretasan bursa kripto.
CEO perusahaan keamanan blockchain Blockaid, Ido Ben-Natan, menilai komitmen perusahaan menjadi alasan bagi pengguna untuk tetap percaya terhadap bursa kripto.
Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 781356, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261102080016-17-781356/bursa-kripto-terbesar-binance-kena-hack-rp111-t-apakah-kripto-aman’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); sef, CNBC Indonesia 02 November 2026 09:00 Foto: Binance (Photo by Executium on Unsplash) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Insiden keamanan di bursa kripto terbesar di dunia, Binance, memicu kekhawatiran global.
Menurutnya, menyimpan dana di bursa yang memiliki dukungan finansial perusahaan dapat lebih menguntungkan dibandingkan menyimpan aset dalam dompet yang sepenuhnya dikendalikan sendiri atau self-custody wallet.
Dalam skenario peretasan, investor yang menggunakan dompet mandiri tidak memiliki pihak lain yang dapat mengganti kerugian mereka.
Pada hari yang sama, Polymarket menghentikan sementara perdagangan di bursa internasionalnya setelah penyedia data pihak ketiga diretas.
Binance telah mengatakan bahwa mereka akan menanggung semuanya,” ujarnya.
Menurut Ben-Natan, menyimpan dana di bursa kripto bukanlah pilihan yang buruk selama perusahaan terus memperkuat sistem keamanannya.
Mereka bahkan memperkirakan serangan siber serupa akan semakin sering terjadi dalam waktu dekat, terutama seiring perkembangan AI yang berpotensi membuka celah baru dalam sistem keamanan siber.
Profesor keamanan siber di University of Tulsa, Tyler Moore, yang telah mengikuti perkembangan industri kripto selama lebih dari satu dekade, memperingatkan investor agar berhati-hati menyimpan aset di bursa kripto.
Insiden tersebut menyebabkan setidaknya US$2,7 juta (Rp47,9 miliar) terkuras dari dompet pengguna.
Pilihan Redaksi
- Damai di Timur Tengah Angkat Kripto, Tapi Fed Bisa Jadi ‘Penghancur”
- Geger!
Ia menyoroti perbedaan mendasar antara sistem perbankan dan bursa kripto.
“Saya pikir ini sangat berbahaya.
Namun apakah benar?
Perlu diketahui, insiden tersebut juga terjadi bersamaan melalui gangguan keamanan di platform pasar prediksi Polymarket.
Faktor penyebabnya adalah aset kripto menawarkan akses terhadap likuiditas dalam jumlah besar yang dapat dipindahkan dengan cepat apabila peretasan berhasil dilakukan.
CEO perusahaan infrastruktur blockchain Global Settlement Network, Ryan Kirkley, memperingatkan investor agar berhati-hati menyimpan aset di dompet yang tidak memiliki perlindungan asuransi.
Menurutnya, perusahaan keuangan perlu meningkatkan infrastruktur keamanan mereka sebelum investor dapat merasa benar-benar aman.
“Saya tidak berpikir saat ini ada solusi umum di pasar yang benar-benar dapat menjamin keamanan aset Anda,” kata Kirkley.
“Jika Anda tidak berurusan dengan broker-dealer bereputasi baik yang menyediakan asuransi aset, Anda mempertaruhkan aset Anda dengan menempatkannya di ekosistem mana pun saat ini, hanya karena masih begitu banyak hal yang belum diketahui,” tambahnya.
(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261016101003-19-776743/video-bi-sebut-penguatan-dolar-as-tekan-pasar-keuangan-ri-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776743?comscore=off”,”time”:79,”title”:”Video: BI Sebut Penguatan Dolar AS Tekan Pasar Keuangan RI & Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/16/bi-sebut-penguatan-dolar-as-tekan-pasar-keuangan-ri-rupiah-1792121121784_169.png”}]’); Next Article Kena Bobol Rp114 T, Binance Sudah Ganti 95%-Penarikan Dibuka Lagi yang mengakibatkan Hal iniFaktor penyebabnya adalah perusahaan memiliki pengalaman lebih besar dalam menghadapi serangan.
“Dalam jangka panjang, dompet kripto bahkan berpotensi menjadi tempat penyimpanan dana yang lebih aman dibandingkan alternatif lainnya,” klaimnya.
Platform Kripto di Luar AS Lebih Rentan?
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah lokasi platform yang mengalami insiden keamanan. yang mengakibatkan Ia juga menilai meningkatnya serangan siber akibat perkembangan AI pada akhirnya dapat membuat industri kripto menjadi lebih kuat
Perlu diketahui, Iinsiden ini terjadi pada Kamis lalu, di tengah meningkatnya ancaman serangan siber yang memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Mengutip CNBC International, sejumlah pakar keamanan siber memiliki pandangan berbeda mengenai apakah investor perlu khawatir menyimpan dana mereka di bursa kripto.
Hal yang sama juga terjadi pada platform domestik Polymarket.
Bursa kripto Amerika Serikat seperti Coinbase dan Robinhood juga tidak terdampak langsung oleh insiden Binance.
Anda harus sangat berhati-hati dalam menyimpan dana dalam jumlah signifikan di bursa.
Tidak ada perlindungan bawaan ketika peretasan yang tak terhindarkan ini terjadi,” kata Moore.
Khusus di Amerika misalnya, menurutnya, nasabah perbankan di Amerika Serikat dapat mengandalkan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) yang menjamin simpanan hingga US$250.000 per deposan, per bank yang diasuransikan, apabila lembaga keuangan tersebut mengalami kegagalan.
Binance sebelumnya menyebut kemungkinan peretasan melibatkan laptop seorang insinyur DevOps yang telah dikompromikan.
“Sebagian besar regulasi tidak menyentuh tumpukan perangkat lunak spesifik yang harus digunakan untuk mengautentikasi pengguna,” kata Falk.
Dalam unggahan media sosial berikutnya, Binance mengatakan penyelidikan mereka menemukan titik-titik tambahan yang menjadi sumber pelanggaran keamanan.
Ben-Natan juga menilai banyak serangan siber berhasil dihentikan oleh perusahaan keamanan sebelum berkembang menjadi insiden besar yang diketahui publik.
Meski demikian, para pakar menilai industri kripto memiliki daya tarik tersendiri bagi peretas.
Meski demikian, saham kedua perusahaan tersebut mengalami penurunan pada perdagangan Jumat lalu.
Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Michael Selig, mengatakan bahwa status platform luar AS menjadi aspek penting dalam memahami insiden tersebut.
Sebagian pakar menilai penyimpanan aset dalam jumlah besar di bursa kripto sangat berisiko.
Namun, ada pula yang menilai bursa memiliki kemampuan finansial dan infrastruktur keamanan yang lebih baik dibandingkan investor individu.
Namun, perusahaan tidak menjelaskan secara terperinci titik-titik tersebut.
AI Bikin Ancaman Peretasan Makin Besar
Di sisi lain, Falk sependapat melalui Ben-Natan bahwa investor kemungkinan tidak akan mengalami kerugian langsung akibat insiden tersebut.
Analisis mendalam tentang Bursa Kripto Terbesar Binance Kena Hack Rp111 T, Apakah Kripto Aman? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
