Bursa RI Potensi Turun Kelas, OJK Bongkar Kejanggalan Ancaman MSCI

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa RI Potensi Turun Kelas, OJK Bongkar Kejanggalan Ancaman MSCI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Ini sesuatu yang harus kita renungkan,” tutupnya.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261019130134-19-777455/video-bursa-saham-ri-terancam-jadi-setara-zimbabwe”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/777455?comscore=off”,”time”:507,”title”:”Video: Bursa Saham RI Terancam Jadi Setara Zimbabwe”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/19/bursa-saham-ri-terancam-jadi-setara-zimbabwe-1792394315851_169.png”}]’); Next Article Hashim Peringatkan Efek RI Turun Kelas MSCI: Dana Asing Bisa Kering

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan Indonesia telah memenuhi 16 dari 18 indikator dalam penilaian lembaga pemeringkat global tersebut.

“Di MSCI announcement di bulan Juni 2026, mereka melakukan review terhadap berbagai market di dunia, termasuk di Indonesia.

Inflation-nya juga sangat terkendali, central bank policy rate.

Bursa RI Potensi Turun Kelas, OJK Bongkar Kejanggalan Ancaman MSCI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780776, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261030054449-17-780776/bursa-ri-potensi-turun-kelas-ojk-bongkar-kejanggalan-ancaman-msci’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia 30 October 2026 06:45 Foto: (Tangkapan Layar Youtube) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mnengaku heran pada pernyataan MSCI yang meyebut bursa status saham RI dapat turun kelas menjadi standalone market.

Hanya Indonesia dan Hong Kong yang memiliki daftar high shareholder concentration, dan keterbukaan kepemilikan saham dimulai dari 1%, sedangkan di pasar lain baru dari 5%.

Friderica lalu mempertanyakan terkait Indonesia yang nantinya akan sepadan melalui negara seperti Zimbabwe, Ukraina yang sedang perang, atau Argentina yang inflasinya lebih dari 33%.

“Kemudian berbandingan dengan frontier market yang di situ ada Vietnam dan Pakistan, ya.

Kemudian bandingkan melalui standalone, apakah Indonesia itu sepadannya dengan negara-negara seperti Zimbabwe, negara-negara seperti Ukraina yang lagi perang, atau Argentina, yang kemudian inflasinya sampai dengan lebih dari 33%?

Ini dari 18 indikator atau parameter, kita itu sudah fulfill 16 dari 18 indikator,” ujarnya dalam acara Rapimnas Kadin, dikutip Jumat (30/10/2026).

Friderica menjelaskan, dalam pengumuman Juni 2026 MSCI menyatakan akan mempertimbangkan sejumlah opsi perlakuan terhadap pasar Indonesia jika kemajuan belum memadai pada tinjauan indeks November 2026.

Namun pada 15 Oktober waktu New York, atau 16 Oktober dini hari waktu Indonesia, muncul pengumuman bahwa Indonesia berpotensi turun bukan hanya dari emerging ke frontier market, tetapi ke standalone market.

Baca: Destry Ungkap Curhatan Bos Bank Asing, Sesalkan Keputusan MSCI

Padahal, menurutnya, hasil survei MSCI menunjukkan Indonesia bahkan lebih baik dibanding beberapa pasar lain yang disurvei.

Ia membandingkan Indonesia melalui negara-negara di tiap kategori.

Market cap-nya juga size-nya cukup besar dibandingkan bahkan kalau dilihat dari sini kita sangat paling besar,” ungkapnya.

Selain itu, ketentuan free float minimum Indonesia 15%, sementara negara lain berkisar 10% hingga 25%.

saat ini, Indonesia berada di emerging market bersama Malaysia, Korea, Turki, dan Filipina, melalui pertumbuhan ekonomi yang disebutnya salah satu terbaik, inflasi terkendali, dan kapitalisasi pasar terbesar di kelompok itu.

“Bisa dilihat dari GDP growth-nya, Indonesia, we are one of the best.

Analisis mendalam tentang Bursa RI Potensi Turun Kelas, OJK Bongkar Kejanggalan Ancaman MSCI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *