Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Bahkan, pemerintah menerima sekitar 66% dari total penawaran yang masuk, lebih tinggi dibandingkan sekitar 54% pada lelang sebelumnya.
π Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Artinya, penurunan nominal yang dimenangkan lebih kuat mencerminkan melemahnya permintaan investor, meskipun pemerintah kemungkinan juga berusaha membatasi penerimaan penawaran melalui biaya bunga yang terlalu mahal,” kata Josua kepada CNBC Indonesia, dikutip Kamis (29/10/2026).
Josua menegaskan, kenaikan CDS menunjukkan investor meminta tambahan imbalan atas meningkatnya persepsi risiko Indonesia.
Pada hasil lelang saat itu, yang dimenangkan pemerintah hanya Rp 20,65 triliun, padahal target indikatifnya Rp 30 triliun, dan penawaran yang masuk Rp 31,09 triliun.
“Bid minta tinggi rate nya, jadi pemerintah batasi yang menang,” ucap David kepada CNBC Indonesia.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261028095147-19-780093/video-ditentang-2-anggota-the-fed-tahan-suku-bunga-di-375-400″,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/780093?comscore=off”,”time”:112,”title”:”Video: Ditentang 2 Anggota, The Fed Tahan Suku Bunga di 3,75-4,00%”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/29/bank-sentral-amerika-serikat-the-fed-kembali-menahan-suku-bunga-acuan-di-kisaran-375-hingga-4-1793242917164_169.png”}]’); Next Article Investor Pilih Berebut Surat Utang Tenor Pendek, Ragukan Ekonomi RI?
Posisi ini adalah yang tertinggi sejak 19 Mei 2020 atau enam tahun lebih.
Tingginya imbal hasil inilah yang menurut dia membuat pemerintah harus membatasi penetapan pemenang lelang surat utang, seperti yang terjadi pada 27 Oktober 2026.
Faktor penyebabnya adalah investor juga mempertimbangkan risiko pelemahan kurs, kenaikan suku bunga global, inflasi, likuiditas, dan kebutuhan pembiayaan pemerintah.
Dalam situasi rupiah mendekati Rp18.200 per dolar AS, harga minyak di atas US$115 per barel, serta ketidakpastian MSCI, investor menurutnya cenderung meminta imbal hasil lebih tinggi, terutama untuk obligasi bertenor panjang.
Karena itu, langkah pemerintah membatasi serapan ketika biaya utang meningkat ia anggap dapat dinilai tepat sepanjang kebutuhan kas negara tetap terjaga.
“Hasil lelang SUN 27 Oktober 2026 memang dapat dibaca sebagai indikasi bahwa pemerintah semakin berhati-hati dalam mengelola biaya utang di tengah meningkatnya risiko pasar, termasuk kenaikan CDS Indonesia yang telah mencapai sekitar 106 basis poin,” papar Josua.
Baca: Saham Data Center Mendadak Tumbang Serentak, Ini Penyebabnya
Namun, ia memperingatkan, strategi tersebut hanya menunda biaya pembiayaan, bukan menghilangkan risikonya, apabila tekanan pasar berlangsung berkepanjangan.
“Pemerintah perlu mengoptimalkan pengelolaan kas, mengatur komposisi tenor penerbitan, dan mendiversifikasi sumber pembiayaan tanpa terlalu meningkatkan risiko pembiayaan ulang,” kata Josua.
Josua pun menyarankan pemerintah untuk saat ini memperkuat kredibilitas fiskal dan memulihkan kepercayaan investor agar premi risiko serta imbal hasil SUN kembali turun secara berkelanjutan.
“Dengan demikian, hasil lelang ini sebaiknya dibaca sebagai sinyal ganda: pemerintah berupaya menjaga disiplin biaya utang, tetapi pada saat yang sama menghadapi penurunan minat investor yang perlu segera direspons,” tuturnya.
Senada dengan Josua, Kepala Ekonom BCA David Sumual menekankan, CDS yang tinggi juga memberikan implikasi langsung terhadap naiknya permintaan imbal hasil atau yield yang tinggi dari investor.
Baca: Bursa Asia Kompak Melemah, Investor Cemas Prospek Bisnis AI
Sebagaimana diketahui, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melonjak tajam ke 7,706% pada Rabu kemarin. yang mengakibatkan Namun, CDS tidak secara langsung menentukan imbal hasil SUN berdenominasi rupiah
Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 780499, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261029111203-17-780499/premi-risiko-melejit-surat-utang-ri-sepi-peminat-investor-resah’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman, CNBC Indonesia 29 October 2026 11:45 Foto: Infografis/ 10 Emiten RI yang Dulu Berjaya, Kini Kembang Kempis: Ada yang Bangkrut/ Ilham Restu //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Tingginya level premi risiko investasi Indonesia, yang tercermin dari credit default swap (CDS) tenor acuan 5 tahun membuat surat utang yang dilelang pemerintah sepi peminat.
Berdasarkan data Refinitiv pada Kamis (29/10/2026), level CDS Indonesia masih betah di atas 100, yakni 103,48.
Faktor penyebabnya adalah pada 14 Oktober 2026Β hanya 91,78.
Kepala Ekonom Josua Pardede mengatakan, imbas dari tingginya CDS ini langsung dirasakan pasar lelang surat utang pemerintah Indonesia. yang mengakibatkan Catatan ini sebetulnya lebih baik dari level kemarin sebesar 106,34, namun masih di level tinggi
Total penawaran dari investor yang masuk turun cukup tajam dari Rp64,86 triliun pada lelang 13 Oktober menjadi hanya Rp31,09 triliun pada 27 Oktober, atau berkurang sekitar 52%.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: Premi Risiko RI Melonjak!
Awas Rupiah Kian Melemah-Utang Makin Mahal
Rasio penawaran terhadap target juga turun dari 2,16 kali menjadi hanya 1,04 kali.
Analisis mendalam tentang Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
π Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
π’ Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
π Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
π’ Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
β οΈ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
