Bursa Asia Menguat, Kospi Melonjak 3,8% Ditopang Saham Teknologi

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bursa Asia Menguat, Kospi Melonjak 3,8% Ditopang Saham Teknologi yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Menurutnya, meskipun The Fed memandang dirinya berada di atas kepentingan politik partisan, bank sentral tersebut kemungkinan tidak akan mengubah suku bunga satu pekan sebelum pemilihan nasional.

Dari sisi ekonomi, investor juga akan memantau sejumlah data penting AS yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter.

Bank sentral AS tersebut diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan, tetapi pelaku pasar akan mencari petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga kembali sebelum akhir tahun.

Thomas Block, Washington policy strategist di Fundstrat, mengatakan keputusan suku bunga yang tidak berubah tetap menarik untuk dicermati, terutama terkait hasil pemungutan suara para pejabat The Fed setelah perbedaan pandangan dalam dua pertemuan sebelumnya.

Indeks S&P 500 menguat 0,7%, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 0,8% seiring saham-saham teknologi mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan pasar secara keseluruhan.

Perdagangan saham teknologi mendapat dorongan setelah perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Anthropic, mengajukan dokumen untuk melantai di bursa Nasdaq.

Data tersebut mencakup pesanan barang tahan lama (durable goods orders), tingkat kepercayaan konsumen (consumer confidence), serta laporan penjualan rumah baru (new home sales).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); }); (rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261009133528-19-774756/video-bei-perketat-syarat-ipo-mulai-9-oktober”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/774756?comscore=off”,”time”:62,”title”:”Video: BEI Perketat Syarat IPO Mulai 9 Oktober”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/09/bei-perketat-syarat-ipo-mulai-9-oktober-1791530657071_169.png”}]’); Next Article Mengekor Wall Street, Bursa Asia Dibuka Melemah

Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 3,8%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil dan berorientasi teknologi Kosdaq naik 2,9%.

Sebaliknya, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 melemah 0,32%.

Pergerakan bursa Asia tersebut terjadi setelah pasar saham Amerika Serikat (AS) mengawali pekan melalui penguatan, ditopang kinerja saham teknologi.

Baca: 6 Bursa Saham Dunia yang Melonjak Gila-gilaan di 2026, Terbang 300%

Di Wall Street, indeks Dow Jones Industrial Average naik 146,42 poin atau 0,3%.

Investor khawatir perusahaan-perusahaan di sektor tersebut terlalu banyak berutang untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan ekspansi bisnis AI.

Dari sisi korporasi, pelaku pasar akan mencermati rangkaian laporan keuangan kuartal III-2026 yang dirilis sepanjang pekan ini.

Jika terealisasi, pencatatan saham tersebut akan menjadi salah satu penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) besar di sektor teknologi pada 2026, menyusul pencatatan saham SpaceX pada Juni lalu.

Sejumlah saham teknologi raksasa turut menguat pada perdagangan Senin waktu setempat.

Bursa Asia Menguat, Kospi Melonjak 3,8% Ditopang Saham Teknologi Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 779717, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261027085157-17-779717/bursa-asia-menguat-kospi-melonjak-38-ditopang-saham-teknologi’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia 27 October 2026 08:53 Foto: via REUTERS/Yonhap News Agency //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia bergerak mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (27/10/2026), mengikuti penguatan Wall Street seiring saham-saham teknologi kembali menjadi pendorong utama pasar.

Melansir CNBC, Indeks saham Korea Selatan memimpin kenaikan di kawasan Asia, sementara bursa Australia bergerak melemah.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,7%, sedangkan Topix menguat 0,4%.

Saham Tesla melonjak lebih dari 5%, Nvidia naik 2%, sementara Microsoft dan Amazon juga ditutup di zona hijau.

Penguatan tersebut terjadi di tengah tekanan yang sebelumnya membayangi perdagangan saham bertema AI.

Coca-Cola, Robinhood, dan Boeing dijadwalkan mengumumkan kinerja keuangan pada Selasa, sedangkan raksasa teknologi Microsoft, Alphabet, dan Amazon akan merilis laporan keuangan mereka pada akhir pekan ini.

Selain laporan keuangan, perhatian investor juga tertuju pada pertemuan kebijakan moneter terbaru Federal Reserve (The Fed) yang dimulai pekan ini.

Analisis mendalam tentang Bursa Asia Menguat, Kospi Melonjak 3,8% Ditopang Saham Teknologi akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *