Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kredit Ngebut, DPK Tertinggal! BI Turunkan Setoran Wajib Bank yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Hal ini sekaligus menjaga potensi pertumbuhan ekonomi ke depan.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
“Nah untuk menjaga supaya kredit itu tetap terjaga, kita kan butuh dana gitu ya, nah dana, dana perbankan, dana pihak ketiga itu tumbuhnya itu memang tidak setinggi pertumbuhan kredit,” ujar Yanti saat paparan di taklimat BI.
“Jadi kalau sampai melalui posisi yang sekarang ini, DPK kita itu tumbuhnya 8,22 persen, artinya memang masih dibutuhkan upaya-upaya bagaimana supaya perbankan itu memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan pertumbuhan kreditnya,” sambungnya.
Penurunan GWM tersebut, diharapkan oleh Bank Indonesia mampu menggelontorkan likuiditas bersih sebesar Rp90 triliun bagi perbankan, yang kemudian bisa disalurkan sebagai pembiayaan yang lebih luas.
Kebijakan Penurunan GWM Bank oleh BI
Sebelumnya dalam konferensi pers, BI mengumumkan penurunan GWM BUK secara bertahap, yakni dari 9% menjadi 7%, dengan tahapan turun sebesar 1% dari 9% menjadi 8% berlaku mulai 1 November 2026.
Faktor penyebabnya adalah kredit dia (tumbuh) tinggi sekali. yang mengakibatkan (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) menempuh kebijakan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap untuk Bank Umum Konvensional (BUK) serta Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) untuk mendorong keseimbangan likuiditas perbankan dengan kebutuhan.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI, Firman Mochtar, menjelaskan kebijakan penurunan tingkat GWM sebagai langkah dalam menyeimbangkan kembali likuiditas di pasar uang dan di perbankan dengan kebutuhan yang ada di ekonomi.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Firman mengatakan bahwa keseimbangan likuiditas tersebut sangat penting dalam menangkap potensi pertumbuhan ekonomi ke depan dan pencapaian sasaran inflasi secara konsisten.
Baca: BI: Investor Asing Keluar RI Jadi Penyebab Rupiah ke Rp18.000/US$
“Dampak dari liquidity yang kuat sekali,
Angka insentif ini turun dari sebelumnya 4%.
Sementara insentif pendalaman pasar uang (PPU) paling tinggi sebesar 2% yang diperkuat untuk mendorong redistribusi likuiditas dan memperkuat intermediasi perbankan.
Adanya pelonggaran likuiditas melalui skema GWM tersebut, membuat GWM efektif bank pada November sebesar 2% dan pada Desember menjadi 2% setelah ada penurunan insentif KLM dari 6% menjadi 5%.
Artinya, perbankan diharapkan akan memiliki dana lebih atau likuiditas lebih banyak sebagai sumber penyaluran kredit.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261015132709-19-776472/video-bi-buka-suara-soal-efek-isu-global-ke-pelemahan-rupiah”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776472?comscore=off”,”time”:84,”title”:”Video: BI Buka Suara Soal Efek Isu Global ke Pelemahan Rupiah”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/15/bi-buka-suara-soal-efek-isu-global-ke-pelemahan-rupiah-1792045748483_169.png”}]’); Next Article BI Longgarkan GWM, Likuiditas Bank Bakal Bertambah Rp190 T
Kemudian, turun sebesar 1% dari 6,5% menjadi 5,5% berlaku mulai 1 Desember 2026.
Penurunan GWM dimaksud melalui penyesuaian Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diturunkan dari 6% menjadi 5% berlaku mulai 1 Desember 2026.
Besaran bagian tertentu dari pemenuhan kewajiban GWM dalam Rupiah secara rata-rata yang diberikan remunerasi paling banyak sebesar 5% dari GWM Rupiah secara rata-rata berlaku mulai 1 Desember 2026.
Lebih lanjut mengenai penyesuaian insentif KLM, BI menetapkan insentif financing channel paling tinggi sebesar 3% dari DPK melalui perluasan cakupan kepada kredit/pembiayaan perbankan pada sektor usaha yang mendukung penciptaan lapangan kerja.
Kemudian, turun sebesar 1% dari 8% menjadi 7% berlaku mulai 1 Desember 2026.
Sementara untuk BUS dan UUS, besaran GWM diturunkan dari 7,5% menjadi 5,5%, melalui tahapan turun sebesar 1% dari 7,5% menjadi 6,5% berlaku mulai 1 November 2026.
Sementara DPK-nya, kecepatannya tidak sebesar dampak pertumbuhan kredit,” ujar Firman saat taklimat media di Gedung BI, Jakarta pada Jumat (23/10/2026).
Lebih lanjut, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Mal Isnaini Sri Meyyanti, menjelaskan bahwa saat ini pertumbuhan kredit mencapai 13,26% per September 2026.
Ke depan BI melihat adanya potensi permintaan kredit yang kuat dari berbagai sektor, terutama dari sektor konsumen dan korporasi.
Akan tetapi, potensi kredit di masa depan tidak diimbangi oleh modal bank untuk menyalurkan kredit.
BI Turunkan Setoran Wajib Bank Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 778938, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261023141907-17-778938/kredit-ngebut-dpk-tertinggal-bi-turunkan-setoran-wajib-bank’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto, CNBC Indonesia 23 October 2026 14:55 Foto: Logo Bank Indonesia (BI).
Hal ini tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan yang lebih lambat dari pertumbuhan kredit, yakni hanya 8,22%.
Baca: Ini Alasan Dolar AS Begitu Perkasa Sampai Tembus Rp18.000
Karena itu, perlu ada kebijakan yang dapat mendorong likuiditas agar permintaan kredit di masa depan dapat ditangkap oleh perbankan.
Analisis mendalam tentang Kredit Ngebut, DPK Tertinggal! BI Turunkan Setoran Wajib Bank akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
