IHSG Naik 1% Ini Penyebabnya

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Naik 1% Ini Penyebabnya yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Hingga pukul 09.56 WIB, volume transaksi tercatat 100,26 juta lot melalui nilai transaksi mencapai Rp4.467,35 miliar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Mengutip data Refinitiv, penguatan IHSG pada sesi I hari ini didorong oleh sektor energi yang meroket 2,7%, disusul oleh sektor industri yang naik 1,1%, dan sektor konsumer kritikal yang naik 1,05%.

Baca: Banyak Saham Diborong, IHSG Balik Arah Naik 1%

Saham-saham penopang IHSG hari ini antara lain PT.

Menjelang pukul 10.00 WIB, IHSG berbalik arah dan naik bertahap hingga menyentuh level tertinggi harian di 5.382,36.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai.

(ANTM).

Sementara saham-saham pemberat IHSG antara lain, PT.

Mulai dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya, disertai sejumlah kebijakan baru untuk mendorong penyaluran kredit perbankan.

Selain itu, pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, termasuk responsnya terhadap ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI, turut menjadi perhatian investor.

Sementara dari eksternal, inflasi Inggris yang kembali meningkat dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis menjadi sentimen yang perlu dicermati.

Presiden Prabowo Subianto buka suara mengenai pernyataan lembaga penyedia indeks global MSCI yang membuka kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Pada pukul 09.56 WIB, IHSG berada di level 5.381,43, naik 53,07 poin atau 1%.

Padahal, IHSG sempat anjlok hingga 2% pada pembukaan perdagangan hari ini.

Langkah-langkah tersebut menjadi perhatian menjelang keputusan akhir MSCI pada Juni 2027.

(rob/rob) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261016143938-19-776905/video-ihsg-anjlok-11-dihantam-msci-apa-yang-dikhawatirkan-investor”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776905?comscore=off”,”time”:558,”title”:”Video: IHSG Anjlok 11% Dihantam MSCI, Apa Yang Dikhawatirkan Investor?”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/16/ihsg-anjlok-11-dihantam-pengumuman-msci-apa-yang-dikhawatirkan-investor-1792136654806_169.png”}]’); Next Article IHSG Sesi I Anjlok 1,11%, Bayan Resources (BYAN) Jadi Beban Utama

Rencana tersebut masih berada dalam tahap konsultasi melalui pelaku pasar hingga April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Meski pasar saham mengalami tekanan cukup besar, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi berbagai tantangan tersebut.

Sementara itu, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan reformasi pasar modal yang sedang dijalankan otoritas Indonesia, terutama terkait transparansi kepemilikan saham dan penegakan aturan perdagangan.

Meski IHSG dibuka tertekan pada 5.247, namun, tekanan itu tidak bertahan lama.

IHSG Naik 1% Ini Penyebabnya Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 778493, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261022101144-17-778493/ihsg-naik-1-ini-penyebabnya’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Romys Binekasri,  CNBC Indonesia 22 October 2026 10:14 Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada pertengahan perdagangan sesi pertama hari ini.

Prabowo menilai pernyataan MSCI sebagai bentuk tekanan yang bertujuan menakut-nakuti pelaku pasar Indonesia.

“Kita masih banyak gangguan, masih banyak kita terus dihadang ada apa itu, macem-macem lah ada MSCI macem-macem dia mau takut-takutin kita,” ujar Prabowo, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (21/10/2026).

Sebagai pengingat, MSCI tengah mengkaji kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang atau Emerging Market menjadi Standalone Market.

(VKTR).

Pada perdagangan Kamis ini, pelaku pasar akan mencermati sejumlah perkembangan penting dari dalam dan luar negeri.

Analisis mendalam tentang IHSG Naik 1% Ini Penyebabnya akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *