Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Goldman Sachs: RI Terancam Kehilangan Dana Rp100 Triliun Gegara MSCI yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Namun, menurut Goldman, penambahan saham dan kenaikan bobot indeks tetap ditangguhkan, sementara MSCI masih bisa menurunkan free float dan menindak saham melalui konsentrasi kepemilikan tinggi.
📚 Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Dampak dari hal tersebut adalah beban pembuktian bergeser ke Indonesia.
Untuk bertahan, Indonesia harus menunjukkan bukti jelas bahwa reformasi dijalankan konsisten dan memperbaiki fungsi pasar. akibat MSCI kini menilai status emerging market Indonesia tidak lagi sesuai,
Goldman menyebut langkah MSCI sebagai eskalasi dibandingkan tinjauan klasifikasi pasar bulan Juni.
Umpan balik konsultasi dibuka hingga 30 April 2027, melalui keputusan akhir paling lambat 30 Juni 2027.
Langkah ini menandai peningkatan signifikan dari peninjauan pada Juni lalu,” tulis Goldman dalam laporan risetnya, dikutip Kamis (22/10/2026).
googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });
Baca: BI Longgarkan Likuiditas, Krisis Utang Prancis Jadi Bom Waktu-RI Aman?
Angkanya bisa bertambah sekitar US$2,7 miliar jika FTSE Russell menyusul.
Faktor penyebabnya adalah Indonesia keluar dari indeks komposit utama tanpa indeks pengganti yang setara.
Selama masa konsultasi, Indonesia tetap berada di indeks MSCI emerging market, sehingga pengumuman ini tidak memicu penjualan pasif langsung. yang mengakibatkan Status standalone dinilai lebih merugikan
Namun, menurut Goldman, penjualan oleh dana aktif bersifat diskresioner, bukan otomatis mengikuti indeks.
“Dana aktif yang menggunakan indeks-indeks (MSCI dan FTSE) ini sebagai tolok ukur memegang aset tambahan senilai lebih dari US$8 miliar; meskipun demikian, aksi jual apa pun yang mungkin terjadi akan bersifat diskresioner (berdasarkan keputusan pengelola dana) dan bukan didorong oleh ketentuan tolok ukur,” katanya.
Dampak dari hal tersebut adalah usulan langsung ke standalone. akibat MSCI disebut “mengharapkan untuk melanjutkan” usulan itu, kecuali konsultasi menemukan bukti perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar.
Baca: IHSG Parkir di Zona Hijau, Ini 5 Saham Pilihan Hari Ini
“Hal ini terutama mencakup penyelesaian persoalan struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi, serta lemahnya penegakan aturan,” ungkap Goldman.
Goldman juga menyebut MSCI mengutip masukan pelaku pasar yang menilai status frontier tidak cukup mencerminkan kedalaman masalah,
Faktor penyebabnya adalah itu, arah perubahan indeks selama masa konsultasi cenderung mengarah pada stabilitas atau penurunan lebih lanjut,” ungkap Goldman.
Baca: Batas Auto Reject Turun, 351 Saham ARB Hari Ini
Jika Indonesia akhirnya dikeluarkan penuh dari indeks MSCI, Goldman memperkirakan dana pasif sekitar US$5,6 miliar atau Rp100,8 triliun (kurs Rp18.000/US$) bisa keluar, atau setara 18 hari rata-rata volume transaksi saham konstituen MSCI Indonesia IMI. yang mengakibatkan
“Oleh
Goldman Sachs: RI Terancam Kehilangan Dana Rp100 Triliun Gegara MSCI Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 778486, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261022100054-17-778486/goldman-sachs-ri-terancam-kehilangan-dana-rp100-triliun-gegara-msci’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); haa, CNBC Indonesia 22 October 2026 10:45 Foto: Goldman Sachs (REUTERS/Lucas Jackson) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);
Jakarta, CNBC Indonesia – Goldman Sachs menilai Indonesia harus membuktikan bahwa reformasi pasar modal yang telah diumumkan benar-benar dijalankan secara konsisten dan memperbaiki fungsi pasar, jika ingin lolos dari penurunan status oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Penilaian itu tertuang dalam laporan Goldman Sachs bertanggal 18 Oktober 2026.
Seperti diketahui, pada 16 Oktober, MSCI mengusulkan reklasifikasi indeks Indonesia langsung dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261016120659-19-776815/video-pasar-saham-ri-selevel-zimbabwe-jika-turun-ke-standalone-market”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/776815?comscore=off”,”time”:72,”title”:”Video: Pasar Saham RI Selevel Zimbabwe Jika Turun ke Standalone Market”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/16/jika-turun-ke-standalone-market-pasar-saham-ri-selevel-dengan-zimbabwe-1792134555510_916.jpeg”}]’); Next Article GIC & Temasek Buka Suara Soal Tuduhan Tekan MSCI Turunkan Status RI
“Untuk mempertahankan status Emerging Market, Indonesia harus menunjukkan bukti yang jelas bahwa reformasi yang telah diumumkan benar-benar dilaksanakan secara konsisten dan membawa perbaikan signifikan terhadap fungsi pasar,” tulis Goldman.
Menurut Goldman, area yang disorot adalah struktur kepemilikan saham yang tidak transparan, dugaan perdagangan terkoordinasi, dan lemahnya penegakan hukum.
Jika MSCI melanjutkan, implementasi menurut Goldman bisa dimulai paling cepat pada tinjauan indeks kuartalan Agustus 2027.
“Jika MSCI melanjutkan rencana tersebut, implementasinya dapat dimulai paling cepat pada peninjauan indeks kuartalan (Quarterly Index Review) Agustus 2027.
Goldman menyebut FTSE Russell masih menggolongkan Indonesia sebagai secondary emerging market dan belum memasukkannya ke watch list, jadi risikonya dinilai sebagai skenario terpisah.
Dana aktif yang mengacu pada indeks MSCI atau FTSE memegang saham Indonesia lebih dari US$8 miliar.
Analisis mendalam tentang Goldman Sachs: RI Terancam Kehilangan Dana Rp100 Triliun Gegara MSCI akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.
Sumber asli: https://www.equityworld-futures.com
📢 Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar. Informasi yang disajikan tidak merupakan rekomendasi investasi.
📌 Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures: Klik di sini (Official website utama)
- Demo Account EWF: Klik di sini (Akun demo untuk latihan trading)
- Registrasi Online: Klik di sini (Pendaftaran member baru)
- Historical Data Trading: Klik di sini (Data historis pasar)
- Kontak Resmi: Klik di sini (Hubungi customer service)
- Profil Perusahaan: Klik di sini (Tentang PT Equityworld Futures)
🏢 Kantor Cabang Equityworld Futures:
PT Equityworld Futures memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia:
⚠️ Peringatan Risiko: Trading futures mengandung risiko kerugian yang signifikan. Sebelum memulai trading, pastikan Anda memahami produk dan risikonya. Performa masa lalu tidak menjamin hasil masa depan.
