BI Longgarkan GWM, Likuiditas Bank Bakal Bertambah Rp190 T

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang BI Longgarkan GWM, Likuiditas Bank Bakal Bertambah Rp190 T yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Komponen ini diperkuat untuk mendorong redistribusi likuiditas dan memperkuat intermediasi perbankan.

Baca: Demi Genjot Kredit, BI Guyur Likuiditas Rp458,5 T ke Perbankan

Melalui pelonggaran likuiditas tersebut, BI berharap perbankan memiliki ruang lebih besar untuk memperluas penyaluran kredit, termasuk ke sektor-sektor di luar sektor prioritas yang selama ini menjadi sasaran insentif KLM.

Deputi Gubernur BI Solikin M.

Dari sisi moneter itu dilonggarkan lagi GWM-nya,” ujar Solikin dalam konferensi pers yang sama.

Adapun sektor prioritas dalam kebijakan KLM mencakup pertanian, industri dan hilirisasi; sektor jasa, termasuk industri kreatif; konstruksi, real estat, dan perumahan; serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, inklusi, dan sektor berkelanjutan.

Dengan tambahan likuiditas yang diperkirakan mencapai Rp190 triliun, BI berharap perbankan dapat meningkatkan fungsi intermediasi sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, melalui tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

(ras/haa) [Gambas:Video CNBC]
var relatedVideos = JSON.parse(‘[{“pageUrl”:”https://cnbcindonesia.com/market/20261007083508-19-773950/kinerja-perbankan-agustus-menggembirakan-kredit-tumbuh-1356–yoy”,”embedUrl”:”https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/773950?comscore=off”,”time”:125,”title”:”Kinerja Perbankan Agustus Menggembirakan, Kredit Tumbuh 13,56% (YoY”,”animatedUrl”:””,”imageUrl”:”https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/07/kinerja-perbankan-di-agustus-menggembirakan-kredit-tumbuh-1356-yoy-1791337115503_169.png”}]’); Next Article BI Pangkas GWM, Bos-Bos Bank Kompak Buka Suara Soroti Likuiditas

Kebijakan ini diperkirakan menambah likuiditas perbankan hingga Rp190 triliun.

Gubernur BI Destry Damayanti mengungkapkan, tambahan likuiditas tersebut diharapkan memberikan ruang lebih besar bagi perbankan untuk menyalurkan kredit dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Akan ada tambahan likuiditas hitungan kami sekitar Rp190-an triliun,” ujar Destry dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-1733811845679-0’); });

Baca: Marak QRIS Dipakai Judol, BI Siapkan 4 Langkah Penindakan

BI menetapkan penurunan GWM bagi BUK dari 9% menjadi 7% secara bertahap.

Juhro mengatakan, pelonggaran GWM merupakan salah satu langkah bank sentral untuk memperkuat likuiditas perbankan agar penyaluran kredit dapat menjangkau lebih banyak sektor ekonomi.

“Maka di sini salah satunya memang kita bicara memperkuat likuiditas.

Selanjutnya, GWM kembali turun 1 poin persentase menjadi 7% mulai 1 Desember 2026.

Sementara itu, GWM bagi BUS dan UUS diturunkan dari 7,5% menjadi 5,5%.

Batas maksimal insentif untuk komponen ini diturunkan dari 4% menjadi 3% dari DPK.

Namun, cakupan insentif tersebut diperluas kepada kredit atau pembiayaan perbankan untuk sektor-sektor usaha yang mendukung penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, insentif untuk pendalaman pasar uang (PPU) tetap dipertahankan maksimal sebesar 2% dari DPK.

Pada tahap pertama, GWM turun 1 poin persentase menjadi 8% mulai 1 November 2026.

(Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia) //FMG_Tag – IMPULSE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=impl’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – VIBE var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=vibe’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – RC var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=rc’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter); //FMG_Tag – Expandedfloor var _ContextAdsPublisher = window.parent.document.createElement(‘script’); _ContextAdsPublisher.type = ‘text/javascript’; _ContextAdsPublisher.async = true; _ContextAdsPublisher.id = “cads-generic”; _ContextAdsPublisher.src = window.parent.document.location.protocol + ‘//cdn.contextads.live/publishers/cads-generic.min.js?product=sf’; var _scripter = window.parent.document.getElementsByTagName(‘script’)[0]; _scripter.parentNode.insertBefore(_ContextAdsPublisher, _scripter);

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) melonggarkan kebijakan likuiditas perbankan melalui menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap bagi Bank Umum Konvensional (BUK), serta Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS).

Penurunan dilakukan dalam dua tahap, yakni menjadi 6,5% mulai 1 November 2026 dan kembali turun menjadi 5,5% mulai 1 Desember 2026.

Selain menurunkan GWM, BI juga menyesuaikan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

BI Longgarkan GWM, Likuiditas Bank Bakal Bertambah Rp190 T Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById(“copyurl”); const notif = document.querySelector(“.notif”); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove(“opacity-0”); notif.classList.add(“opacity-100”); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(“.notif”).forEach((el) => { el.classList.remove(“opacity-100”); el.classList.add(“opacity-0”); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener(“click”, () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 778405, idkanal : 17 }; var baseurl = ‘https://www.cnbcindonesia.com/market/20261022060030-17-778405/bi-longgarkan-gwm-likuiditas-bank-bakal-bertambah-rp190-t’; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($(‘.cnbc-share-top’)) shareBox.countComment($(‘.count-komentar’)); }, 1000 ); }); Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia 22 October 2026 06:55 Foto: Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat menyampaikan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Oktober 2026 Cakupan Triwulanan dan Tahunan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Mulai 1 Desember 2026, batas maksimal insentif KLM disesuaikan dari 6% menjadi 5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan.

Destry menjelaskan, penyesuaian tersebut juga mencakup besaran bagian tertentu dari pemenuhan kewajiban GWM dalam rupiah secara rata-rata yang mendapatkan remunerasi.

Baca: Banyak yang Baru, Ini Daftar Keputusan BI Dalam RDG Oktober 2026

“Besaran bagian tertentu dari pemenuhan kewajiban GWM dalam rupiah secara rata-rata yang diberikan remunerasi paling banyak sebesar 5% dari GWM rupiah secara rata-rata berlaku mulai 1 Desember 2026,” ungkap Destry.

Lebih lanjut, BI menyesuaikan komponen insentif KLM yang diberikan melalui penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan (financing channel).

Analisis mendalam tentang BI Longgarkan GWM, Likuiditas Bank Bakal Bertambah Rp190 T akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan investasi.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *